Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Empat Bulanan


__ADS_3

*******


Kebahagiaan begitu besar pada Dirga, Kanaya dan juga semua anggota keluarga. Menjelang hari 4 bulan kehamilan dari Kanaya, di mana ruh telah ditiupkan oleh Tuhan dalam rahim Kanaya untuk memperjelas kehidupan dari buah hati antara Dirga dan juga Kanaya.


Semua keluarga sudah berkumpul mengikuti acara 4 bulanan yang diadakan oleh Dirga dan juga Kanaya, bahkan Safira sang sahabat juga Rendra mereka juga diundang.


Sudah beberapa bulan Dirga begitu pandai menyembunyikan penyakitnya dari Kanaya, bahkan Safira yang masih terus berusaha untuk mencari bukti tetapi semua bukti itu belum juga terkumpul dan menjelaskan semuanya.


Di tengah-tengah acara Safira terus melihat gerak-gerik Dirga yang sesekali mengerutkan keningnya seolah dia menahan sesuatu yang begitu menyakitkan di dalam kepalanya. Tetapi ketika dia mengetahui siapapun yang melihat dia berusaha tersenyum dan seolah tidak merasa kan apapun.


Apalagi jika Kanaya yang melihatnya dia langsung tersenyum begitu manis dan kembali membaca salah satu surat dari Alquran.


'Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan, Ga.' batin Safira.


Safira kembali melihat ke arah Dirga tentu dia melihat lagi diharga yang mengerutkan kening juga memejamkan mata.


"Aku harus segera mengetahuinya, Ga. Entah itu dari bibirmu atau dari orang lain," gumam Safira.


"Apa yang harus segera kamu ketahui?" tanya Muna yang kebetulan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


meski suara dari Safira begitu pelan tetapi Muna tetap mendengar dan langsung bertanya karena dia curiga dengan apa yang Safira katakan barusan.


Safira menoleh dengan sangat gugup dalam mendengar pertanyaan dari Muna yang bertanya akan apa yang dia katakan barusan. Muna terus diam tetapi menunggu jawaban dari Safira.


"Bukan apa-apa," tidak akan Safira mengatakan kepada Muna karena dia sendiri juga belum tahu beneran dari apa yang telah dia pikirkan.


Muda hanya menyungging kecil dia percaya begitu saja kepada Safira karena dia merasa mungkin dia salah dengar.


Safira tersenyum setelah Muna juga tersenyum kepadanya. Mereka berdua kembali lagi dengan membaca surat yang sempat tertunda karena perbincangan mereka sesaat.


Sesekali Safira kembali melirik ke arah Dirga dan tetap saja pemandangan yang sama yang dia lihat. Safira yang sudah berprofesi sebagai dokter pastilah sangat paham kalau sekarang Dirga dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Doa-doa terbaik semua diberikan kepada anak yang masih dalam kandungan Kanaya bukan itu saja tetapi juga doa untuk kedua orang tuanya juga Kanaya dan Dirga dapatkan dari para tamu dan juga anak yatim piatu.


"Alhamdulillah, akhirnya acaranya berjalan lancar ya, Mas." Kanaya menoleh Dia sangat bahagia karena acara yang mereka buat tanpa berjalan dengan lancar.


Wajah Dirga yang sedikit pucat terlihat oleh Kanaya tentu membuatnya langsung khawatir.


"Mas sakit?" tanya Kanaya dan beralih berdiri menghadap ke arah Dirga. Tangannya juga terangkat untuk memeriksa keadaan Dirga dan meraba wajah juga kening Dirga.

__ADS_1


"Mas tidak apa-apa, Nay. Mas hanya kelelahan saja karena menyiapkan semua acara ini. Tetapi tidak perlu khawatir sekarang sudah lega karena acara sudah berjalan dengan lancar."


"Mas benar-benar tidak apa-apa?" tetap saja Kanaya curiga karena melihat hal yang tak biasa dari Dirga.


"Beneran, mas tidak apa-apa. Kamu tidak usah khawatir," jawab Dirga dan selalu saja menutupi apa yang dia rasakan.


"Mas ke belakang dulu ya sebentar," pamit Dirga. Dengan ragu Kanaya mengangguk mengizinkan Dirga untuk pergi.


Kanaya sangat curiga karena akhir-akhir ini Dirga terlihat menyembunyikan sesuatu darinya apalagi dia sering terlihat pucat. Kanaya berniat untuk mengejar Dirga tetapi langkahnya dihentikan oleh Umi Uswah.


"Sayang, kamu mu kemana? sini sama Umi," pintanya.


"I_itu Umi," tangan Kanaya terangkat, menunjuk ke arah Dirga pergi.


"Sudah, bukannya Dirga hanya ke belakang sebentar. Dia tidak akan kemana-mana," Umi Uswah tetap menarik tangan Kanaya meski sebenarnya Kanaya ingin mengejar Dirga.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2