Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Penuh Haru


__ADS_3

...****************...


Setelah satu minggu menjalani segala aktivitas di villa kini Kanaya juga Dirga akan kembali ke Semarang. Kali ini kepulangan mereka ke Semarang bertambah dengan wak Ami yang ikut juga, tentu atas permintaan Dirga juga Kanaya.


Di dalam mobil Wak Ami masih saja diam, dia tak banyak bicara sepertinya dia begitu menyesalkan semua yang sudah terjadi kepadanya. Bukan itu saja, Tapi sebenarnya wak Ami masih ingin tetap tinggal di rumah bersama suaminya. Tapi mau bagaimana lagi? semua itu tidak akan mungkin.


"Wak, wak baik-baik saja kan?" Kanaya berbicara lebih dulu memecahkan keheningan di saat mobil terus berjalan.


Kanaya duduk di belakang bersama wak Ami sementara Dirga ada di depan bersama pak Danu.


Bukan hanya Wak Ami saja yang menoleh ke arah Kanaya tapi Dirga juga sama, dia melihat istrinya itu tapi melalui kaca spion yang ada di depannya.


Melihat Kanaya yang begitu sayang kepada wak Ami begini membuat Dirga begitu senang. Bahkan bukan hanya dengan wak Ami saja tapi Kanaya begitu sayang dan mudah dekat dengan kedua orang tua Dirga juga.


Kanaya memang tipe orang yang tak banyak bicara tapi mudah berbaur dengan semua orang. Ya! meski orang-orang itu adalah orang baru baginya.


"Alhamdulillah, wak tidak apa-apa, Nay," wak Ami menoleh dia berusaha tersenyum meski terlihat kikuk dan terpaksa. Semua itu wak Ami lakukan karena tidak mau membuat Kanaya sedih, cukup dia saja yang merasakan semuanya.


"Beneran?" Kanaya semakin memastikan, biar bagaimanapun wak Ami menyembunyikan tapi tetap saja semua terlihat dari mata Kanaya kalau wak Ami tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Wak baik-baik saja, Nay. Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan wak ya," tangan wak Ami menggenggam tangan Kanaya dan senyumnya semakin di buat lebih manis dan lepas dari sebelumnya.


'Naya tau, Wak. Wak hanya berbohong kan? wak hanya ingin membuat Naya tidak sedih kan? Semoga setelah sampai di Semarang Wak akan bisa hidup dengan bahagia dan melupakan wak Tejo yang telah membuat wak seperti ini,' batin Kanaya.


'Maafkan wak ya, Nay. Wak belum bisa melupakan wak mu. Biar bagaimana pun kami sudah begitu lama menjalani waktu bersama-sama. Sudah terlalu banyak kenangan, semua asin, manis getirnya kehidupan sudah kami jalani bersama-sama tak akan mudah untuk melupakan semua itu dalam sekejap mata,' batin wak Ami.


"Wak, Nay merindukan, Wak. Nay boleh tidur di pangkuan wak kan?" tanya Kanaya jelas wak Ami akan mengangguk dan mengizinkan.

__ADS_1


"Boleh, sini," jawab wak Ami.


Kanaya seketika merebahkan tubuhnya dan tidur di pangkuan wak Ami. Rasanya sangat nyaman ketika dalam posisi seperti itu, Kanaya menjadi teringat akan ibunya, bahkan kala Kanaya merindukan ibunya Kanaya akan melakukan itu kepada wak Ami.


Di atas pangkuan wak Ami Kanaya perlahan mulai menutup matanya bersamaan dengan tangan wak Ami yang terus mengelusnya pelan.


Di pangkuan seorang ibu yang tulus pastilah akan membuat mudah untuk bisa memejamkan mata, begitu juga dengan Kanaya. Meski wak Ami bukan ibu kandungnya tapi kasih sayangnya benar-benar sama dan tak bisa di bedakan dengan ibu kandungnya sendiri.


...****************...


Mobil berhenti di depan rumah Dirga, setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai juga dan bisa kembali ke rumah dengan selamat.


Bertambah satu lagi penghuni rumah besar itu jelas dia adalah wak Ami.


Wak Ami begitu terperangah melihat rumah yang begitu megah dan besar di hadapannya. Rumah Dirga.


Rumah yang seperti istana, benar-benar sangat besar dan juga mewah. Wak Ami begitu bahagia melihat kebenaran semuanya akhirnya kebahagiaan benar-benar Kanaya dapatkan.


Wak Ami sampai menangis melihat semuanya, dia menoleh ke arah Kanaya dan di lanjutkan dengan terus mengecupnya penuh dengan bahagia, haru dan juga penuh rasa bersyukur.


Semua doanya benar-benar di wujudkan oleh Allah, Wak Ami menginginkan suami untuk Kanaya yang benar-benar sempurna dan ternyata semua itu di berikan. Dirga begitu sempurna untuk Kanaya.


"Wak kenapa?" Kanaya yang tak mengerti begitu bingung.


"Wak hanya sangat bahagia, Nay. Wak bahagia," ucapnya tangannya mengapit wajah Kanaya dan menghujani kecupan hingga begitu banyak.


"Mari kita masuk, Wak," ajak Dirga dan menghentikan kecupan wak Ami pada wajah Kanaya.

__ADS_1


Wak Ami menoleh juga tersenyum dia juga langsung berjalan mengikuti Dirga yang menuntunnya.


Benar-benar keduanya memperhatikan wak Ami, benar memberikan rasa hormat dan kasih sayang padanya selayaknya orang tuanya sendiri.


Wak Ami begitu dia buat terperangah, semakin dalam dan semakin terlihat keindahan rumah itu yang seperti istana. Benar-benar sempurna.


"Jangan merasa sungkan ya wak. Anggap rumah sendiri. Sekarang rumah ini juga menjadi rumah wak juga," ucap Dirga.


Tak ada ibu kandung Kanaya dan sebagai gantinya Dirga memperlakukan adiknya ayah Kanaya sama seperti Ibunya. Mungkin dengan itu mendiang ibunya Kanaya akan bahagia di alam sana.


"I_iya, Nak. Terima kasih ya sudah tulus mencintai Naya. Terima kasih sudah menjadikan Naya makmum mu. Terima kasih," begitu bersyukur dan begitu berterima kasih Wak Ami pada Dirga.


Dulu, dia sama seperti Kanaya yang sempat meragukan ketulusan Dirga, mereka sama-sama berpikir kalau Dirga hanya ingin mempermainkan Kanaya saja tapi sekarang semuanya telah terjawab. Dirga benar-benar tulus.


"Nay adalah istri ku, Wak. Semua akan aku lakukan untuknya. Aku mencintainya, berharap akan hidup di dunia hingga akhirat bersamanya. Dia akan menjadi satu-satunya tak akan ada yang lain lagi," jawab Dirga.


Terlihat kesungguhan dan kejujuran di setiap kata-katanya. Dari matanya juga tak ada kebohongan, Dirga benar-benar tulus mengatakan semua itu dari dalam hatinya.


"Sekali lagi terima kasih," wak Ami menangis lagi di hadapan Dirga.


Dirga mengusap air matanya sementara Kanaya memeluknya dari belakang seperti memeluk seorang ibu.


"Terima kasih, Wak. Semua ini juga karena doa-doa wak untuk Nay," ucap Kanaya.


Suasana menjadi penuh haru hingga membuat wak Ami dan Kanaya menangis.


Melihat keduanya menangis Dirga memeluk keduanya. Dia akan selalu membahagiakan mereka berdua sekarang, bukan hanya Kanaya tapi juga wak Ami sebagai pengganti ibu mertuanya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2