
...****************...
Kanaya juga Dirga sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara yang begitu dinanti-nanti oleh Kanaya. Akhirnya, sebentar lagi dia benar-benar resmi mendapatkan sertifikat dari kursusnya yang sudah selesai.
Ujiannya juga sudah selesai dan hanya tinggal menunggu pengumuman akan kelulusan. Semoga saja dia lulus dengan nilai yang memuaskan atau setidaknya dia lulus itu sudah lebih cukup untuk Kanaya karena sudah berhasil mendapatkan ijazah yang setara dengan Sekolah Menengah Atas.
Begitu cantik Kanaya dengan balutan baju berwarna coklat muda buatannya sendiri Sementara Dirga juga dengan balutan baju yang berwarna senada yang juga bikinan dari Kanaya sendiri. Ya! itu adalah baju couple yang kesekian kalinya yang Kanaya bikin untuk dirinya juga Dirga.
Dirga terus memandang wajah cantik dari istrinya yang masih berada di depan kaca rias bahkan dia juga masih duduk di sana dengan membenarkan hijab yang dia pakai.
Dirga tersenyum, tentu dia sangat bangga dengan semangat dari istrinya sehingga dia mampu lulus dengan prestasi yang sangat bagus.
Kanaya begitu mudah memahami apapun dan itu sangat membantu untuk dirinya bisa menggapai semua yang menjadi keinginannya. Bahkan Kanaya juga lebih cepat dalam mengikuti paket C untuk mendapatkan ijazah.
"Subhanallah, cantiknya istriku," mata Dirga melihat pantulan istrinya yang ada di cermin. Dirga juga sudah berdiri di belakang Kanaya dengan kedua tangan ikut bergerak untuk membenarkan hijab Kanaya.
"Mas juga sangat tampan," Kanaya juga tersenyum dia bahagia sangat bahagia melihat Dirga yang kembali memakai baju yang dia buat sendiri.
Ternyata, bisa membuat sesuatu untuk orang tercinta dan dihargai dengan memakainya itu menumbuhkan sebuah kepuasan tersendiri dan mulai sekarang Kanaya akan selalu melakukan itu membuat baju-baju untuk Dirga juga untuk dirinya.
"Selamat ya, akhirnya kamu bisa menyelesaikan kursus mu dengan baik. Sukses selalu untukmu. Semoga Allah selalu memudahkan apapun yang kamu lakukan dan semoga Allah mewujudkan semua mimpi-mimpimu yang belum terwujud. Good luck for you."
Dirga membungkuk di belakang Kanaya dan memberikan kecupan di puncak kepala juga di kedua pipinya secara bergantian.
"Terima kasih Mas, semua ini tidak akan pernah terjadi jika tidak ada dukungan dari mas. Kanaya hanya siapa tanpa kamu Mas." jawab Kanaya dengan perasaan yang mulai terharu.
Benar, semua yang terjadi pada Kanaya tidak akan pernah terjadi jika Dirga tidak pernah mencoba untuk mewujudkannya. Dan sampai sekarang pun satu persatu mimpi Kanaya masih terus ingin diwujudkan oleh Dirga.
"Kamu adalah hidupku, Kamu adalah kekuatanku, Kamu adalah nafasku, karena Kamu adalah istriku. Semua yang aku lakukan hanya untuknya." jawab Dirga.
"Kita berangkat sekarang?" seketika Kanaya mengangguk dia juga bergegas berdiri namun masih tetap menggenggam tangan Dirga masih tak ingin dilepaskan hingga setelah dia berdiri Kanaya memberanikan diri memberikan kecupan singkat di bibir di depan.
"I love you my husband," ucap Kanaya setelah bibirnya terlepas. Bahkan kini Kanaya juga bisa luwes mengucapkan bahasa yang sangat asing itu.
__ADS_1
"I love you too my wife," keduanya saling berpelukan dengan saling menyalurkan cinta yang semakin besar.
Keduanya memang saling membutuhkan Kanaya membutuhkan Dirga untuk bisa menggapai semua mimpi-mimpinya dan menyempurnakan hidupnya. Begitu pula dengan Dirga yang sangat membutuhkan Kanaya untuk bisa sembuh dari kelainannya dan tentunya dengan Kanaya lah kehidupan Dirga juga semakin sempurna.
...****************...
Begitu ramai orang-orang yang berdatangan di LPK tempat Kanaya kursus. Semua sudah berdatangan.
Bukan hanya para murid saja dan pasangan ataupun orang tua tetapi tamu undangan juga para sahabat datang untuk menyaksikan penyerahan sertifikat untuk para anak didik termasuk Kanaya.
Umi Uswah juga Abi Hasan mereka juga datang untuk menyaksikan keberhasilan dari menantunya yang sangat membuat mereka bangga.
Akhirnya dalam waktu yang terbilang singkat Kanaya sudah semakin maju dan pasti Kesuksesan akan dia capai di kemudian hari.
Pelukan hangat Umi Uswah berikan kepada Kanaya. Juga ada buket bunga yang begitu indah sebagai hadiah. Kanaya bukan hanya seperti seseorang yang hanya lulus di kursus saja tetapi sudah seperti seorang mahasiswa yang tengah melakukan wisuda karena mendapatkan hadiah dari mertuanya juga teman-temannya.
"Selamat ya sayang, akhirnya kamu lulus juga. Semoga ini adalah awal dari kesuksesanmu. Maju terus dan terus berusaha dan jangan pernah menyerah. Kami semua selalu bersamamu," ucap Umi Uswah yang begitu bangga.
"Terima kasih Umi," Kanaya begitu bahagia karena mendapatkan perhatian kasih sayang dari Umi Uswah.
"Selamat ya nak, semoga kesuksesan selalu kamu dapatkan," ucap Abi Hasan.
"Terima kasih Abi," jawab Kanaya. Bagi kedua orang tua Dirga Kanaya bukan hanya seperti menantu saja tetapi sudah seperti seorang putri dan akan selalu seperti itu. Meski mereka tidak tinggal dalam satu atap tetapi mereka juga sangat dekat. Mereka saling berkunjung dan saling bertukar kabar menggunakan ponsel.
Acara yang akan dimulai sebentar lagi membuat mereka semua bergegas masuk. Semua tempat sudah tersedia semua tamu juga sudah menempati tempat masing-masing yang sudah disiapkan.
Satu persatu acara dimulai. Sambutan demi sambutan juga mereka dengarkan. Bahkan dalam acara juga terdapat acara fashion show dari baju-baju hasil dari Kanaya dan teman-teman yang dilakukan oleh model-model yang dibeli oleh ibu Anisa sendiri.
Tepuk tangan begitu bergemuruh memenuhi ruangan di saat satu persatu model keluar dan dibacakan baju yang dikenakan adalah buatan dari murid-murid yang akan mendapatkan sertifikat di hari ini.
Begitu bangga Dirga saat melihat hasil kerja Kanaya. Sebuah gamis yang begitu indah berwarna biru muda. Tepuk tangan pun kembali bergemuruh.
Hingga acara fashion show berakhir dan kini berganti dengan acara yang ditunggu-tunggu yaitu acara penyerahan sertifikat untuk semua anak didik dari ibu Anisa.
__ADS_1
Satu persatu nama dipanggil dan satu persatu juga mulai naik ke atas panggung untuk mendapatkan sertifikat juga penghargaan khusus dari ibu Anisa.
Begitu tidak sabar tetapi juga ada rasa gugup dalam diri Kanaya. Padahal dia sudah sering naik ke atas panggung di setiap acara-acara pengajian khataman yang jumlah orangnya lebih banyak dari sekarang tetapi kenapa sekarang Kanaya lebih gugup dari sebelumnya.
Tubuhnya terasa panas dingin dengan kedua tangan yang saling menyatu dan terus memijat satu sama lain. Dirga yang ada di sebelahnya tentu tahu apa yang terjadi dengan istrinya tersebut, Diraihnya tangan Kanaya digenggam dengan kuat seolah menyalurkan kekuatan dan juga rasa hangat yang membuat Kanaya menjadi lebih tenang.
"Kanaya Setya Ningrum!" Panggil sang pembawa acara.
Kanaya menoleh sebentar ke arah Dirga dan mendapatkan senyuman penuh bangga dari Dirga. Perlahan Kanaya berjalan naik ke atas panggung dengan langkah yang begitu anggun membuat semua mata tertuju kepadanya.
Sertifikat juga penghargaan telah diterima oleh Kanaya ditambah dengan satu buket bunga yang begitu besar. Setelah itu tepuk tangan gitu gemuruh.
"Satu lagi penghargaan sebagai murid teladan juga murid yang paling cerdas dengan berbagai macam karyanya, dia adalah.... Kanaya Setya
Ningrum!" tepuk tangan kembali bergemuruh, bahkan semua orang berdiri sebagai tanda pengucapan selamat kepada Kanaya.
Semakin bangga Dirga memiliki Kanaya. Ternyata istrinya bener-bener memiliki bakat yang tidak bisa disepelekan. Meski dia datang dari kampung tetapi dia memiliki kualitas yang begitu tinggi.
Kanaya bener-bener tidak bisa berkata-kata lagi. Dia sangat bahagia, matanya terus memandang ke arah Dirga yang juga terus tersenyum arahnya.
Sedikit sambutan Kanaya ucapkan atas permintaan dari pembawa acara. Tentu isinya adalah ucapan terima kasih untuk semua orang terdekat Kanaya, yang selalu mendukungnya dengan selalu memberikan semangat di saat dia hampir menyerah.
Terima kasih terbesarnya tentu untuk sang Maha Pencipta juga selanjutnya untuk Dirga suaminya karena semua ini tidak akan terjadi tanpanya.
"Terima kasih Mas, semua ini karena mu dan semua ini Kanaya persembahkan untukmu. Mas Dirga Gantara, suamiku. I love you."
Kembali Kanaya mengucapkan kata cinta untuk Dirga dia tidak malu mengucapkan meskipun di depan banyak orang.
Kanaya ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa Dirga lah suaminya dia adalah pahlawan untuknya.
"I love you too, Kanaya Setya Ningrum." ucap Dirga begitu lirih.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....