Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Kepergian Dirga


__ADS_3

********


Kanaya terlihat sangat sedih ketika kepergian Dirga yang mengatakan kalau dia akan pergi luar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Di depan pintu Kanaya masih terus melihat mobil Dirga yang sudah semakin jauh dari jangkauan mata hingga perlahan mobilnya tidak terlihat dan hilang dari pandangan.


Kenapa rasanya tidak ikhlas dengan kepergian Dirga saat ini tidak seperti biasanya yang pergi untuk bekerja padahal sama-sama pergi untuk.


Tetapi mungkin karena Dirga ingin pergi dalam waktu 3 hari dan selama itu mereka tidak akan pernah bertemu meski bisa menghubungi atau melihat dengan ponsel mereka tetap saja rasanya tidak akan sama seperti hari-hari biasanya.


"Kenapa, Nay. Kenapa kamu terlihat begitu sedih karena bepergian Dirga saat ini. Bukan berarti untuk masalah pekerjaan? Jadi kenapa kamu sampai sedih seperti ini?"


Wak Ami mendekati dan berdirinya di sebelah Kanaya yang masih terus memandangi tempat dimana mobil Dirga menghilang.


"Entah lah, Wak. Tetapi rasanya sangat susah untuk ikhlas karena kepergian Mas Dirga rasanya tidak rela dia pergi."


Kanaya belum menoleh sama sekali ke arah wa Ami yang lebih mengkhawatirkan dirinya daripada Dirga yang sudah berangkat.


"Jangan terlalu sedih seperti itu karena kepergian dari suamimu, dia pergi untuk bekerja maka doakan saja semoga cepat pulang dan kembali bersamamu dengan keadaan baik-baik saja."


"Kalau kamu tidak ikhlas seperti ini Dirga di sana juga tidak bisa senang dalam menjalankan pekerjaannya, jadi kamu harus ikhlas supaya Dirga bisa cepat menyelesaikan tugas-tugas."

__ADS_1


Kali ini Kanaya baru menoleh ke arah wa Ami dan melihat wanita yang seperti ibunya itu tersenyum kepadanya dan memberikan kekuatan.


"Wak benar," Kanaya akhirnya bisa tersenyum meski rasanya masih begitu susah untuk bisa senyum dengan lepas pikirannya masih tidak karuan mengenai Dirga.


"Assalamu'alaikum."


Baru saja Kanaya juga wak Ami ingin masuk namun kedatangan Zein menghentikan langkahnya dan membuat keduanya kembali menoleh.


"Wa'alaikumsalam.." jawab keduanya serentak.


"Naye, Dirga ada?" Langsung Dirga yang dia cari karena tidak mungkin Zein akan mengatakan langsung kepada Kanaya. Bisa saja nanti akan terjadi masalah baru jika Zein langsung mengatakan kebenaran Dirga kepada Kanaya.


Terlambat Sudah Zein untuk bertemu dengan Dirga dan bertanya kepadanya kenapa dia menyembunyikan masalah sebesar ini kepada istri dan seluruh anggota keluarganya.


"Ti_tiga hari?" pekik Zein. Zein saja tidak tahan untuk menunggu dalam waktu semalam saja untuk bisa mengetahui penyakit yang diderita Dirga apalagi sekarang dia harus menunggu Dirga sampai tiga hari, bagaimana mungkin?


Tetapi Zein juga tidak mungkin mengatakan langsung kepada Kanaya tentang apa yang diderita oleh Dirga saat ini. Apakah itu artinya dia harus menunggu waktu tiga hari?


"Ada apa, Mas?" Kan ayah begitu penasaran kepada Zein. Apalagi setelah melihat wajahnya yang sangat kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Dirga.


"Apa ada masalah?" Kembali Kanaya bertanya karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Zein yang malah terdiam.

__ADS_1


"Ti_tidak. Tidak ada yang penting hanya masalah sepele saja. Nanti bisa aku tanyakan lewat telepon saja." ucap Zein.


"Kalau begitu saya permisi karena harus secepatnya pergi ke LPK untuk membantu mama."


Bergegas Zein pamit. Dia memang sengaja mampir ke rumah Dirga Siapa tahu Dirga belum berangkat kerja tetapi yang terjadi malah Dirga bukan hanya kerja melainkan dia pergi ke luar kota.


"Assalamu'alaikum," Zein benar-benar menghindar dari Kanaya tentu dia tidak ingin Kanaya bertanya hal-hal yang membuat dia datang karena dia tidak mungkin bisa menjawabnya dan tidak bisa mencari alasan lain yang lebih tepat.


"Wa'alaikumsalam.." jawab Kanaya.


Kanaya masih terus melihat kepergian Zein yang mengendarai sepeda motornya. Perlahan melaju keluar dari pekarangan rumahnya dan setelah itu dia benar-benar pergi dan melajukan motornya dengan cepat.


"Wak, mas Zein kenapa ya? Kok terlihat sangat aneh," tanya Kanaya sangat penasaran.


"Wak tidak tau, Nay. Mungkin dia datang karena ingin bertemu dengan Dirga. Karena tidak bertemu makanya dia pergi." jawab Wak Ami yang selalu saja berusaha supaya Kanaya tidak pernah berpikir macam-macam mengenai Dirga.


"Sekarang masuk," ajak wak Ami dengan menggandeng lengan Kanaya yang sebenarnya masih sangat enggan.


********


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2