
...********...
Semua terasa begitu cepat, kehamilan Kanaya sudah membesar kuliahnya juga sudah terus berjalan dengan sangat baik tapi Dirga? Penyakitnya masih masih saja belum sembuh bahkan dia juga masih belum mau jujur pada Kanaya.
Selalu ada-ada saja jika dia ingin jujur, selalu ada-ada saja halangannya dan membuat dia selalu saja gagal dengan niat yang kadang-kadang sudah sangat matang.
Ketika dia sudah siap dengan segala konsekuensinya selalu saja hal itu tidak pernah terjadi hingga sampai sekarang.
Muna juga benar-benar sudah hamil. Dia juga Zein sangat bahagia dan kebahagian yang di rasakan oleh Kanaya dan juga Dirga yang akan menjadi orang tua juga mereka rasakan. Semua terasa sangat sempurna, karena di semua rumah tangga pastilah anak yang akan menjadi penyempurna paling utama sebelum harta, benar begitu kan?
Mereka juga selalu saling datang bergantian ke rumah satu sama lain hanya sekedar untuk bermain dan unjung-ujungnya mereka hanya akan mengobrol ria saja. Yang laki-laki ngobrol masalah pekerjaan sementara yang perempuan membicarakan perihal kehamilan mereka yang sangat jauh berbeda. Muna jadi lebih sensitif soalnya.
Seperti saat ini mereka tengah berkumpul di rumah kecil Zein dan juga Muna. Tak macam-macam yang menjadi suguhan untuk mereka hanya teh untuk Dirga dan juga Zein sementara untuk Kanaya dan juga Muna ada sebuah jus saja beserta beberapa cemilan.
Mereka juga tak saling berdekatan ngobrolnya ada di satu ruangan tapi di tempat yang berbeda. Jelas supaya tidak saling mengganggu satu sama lain tentang obrolan yang sangat berbeda dari mereka.
__ADS_1
''Mas, bagaimana keadaan mas Dirga sekarang? sudah semakin baik kan?'' pertanyaan Zein begitu pelan bahkan terkesan berbisik supaya Kanaya tidak mendengarnya.
Dirga menggeleng perlahan. Semua sudah dia lakukan semua anjuran dari dokter juga sudah dia kerjakan tapi sampai sekarang masih saja tak ada bedanya, bahkan malah semakin memburuk.
''Mas, sampai kapan mas akan sembunyikan ini dari Naye? dia berhak tau segala yang mas alami sekarang. Ayolah mas, jangan ulur-ulur waktu lagi dan secepatnya katakan padanya.''
Zein begitu berharap bahwa Dirga akan mengatakan segalanya kepada Kanaya. Tidak ada yang menginginkan hal buruk terjadi pada Dirga tapi semua takdir yang akan terjadi di masa depan tidak ada yang tau, termasuk Dirga juga Zein sendiri
''Saya pasti akan katakan kalau ada waktu, Mas. Saya sudah terus berusaha mengatakannya tapi selalu ada-ada saja yang menghalangi dan seolah tak ada yang mengizinkan aku untuk mengatakannya.''
Yah! rasa ragu memang asih menyelimuti hati Dirga dan begitu sangat besar. Dia hanya sangat takut akan terjadi sesuatu kepada Kanaya. Tak akan bisa di bayangkan kalau ketakutannya benar menjadi nyata.
''Mungkin mas Zein memang benar akun yang masih terlalu takut untuk bisa mengatakan semuanya dengan jujur. Aku sangat takut kalau sesuatu terjadi kepadanya.''
''Saya tau mas. Tapi apapun yang terjadi mas harus tetap mengatakannya saya percaya tidak akan ada yang terjadi. Naya adalah perempuan yang sangat kuat, dia pasti akan kuat ketika mendengar berita itu,'' ucap Zein.
__ADS_1
''Lihatlah mas, saya tida tega menghancurkan kebahagiannya. Saya tidak akan tega menghapus senyumnya itu. Saya benar-benar tidak sanggup,''
Melihat senyum Kanaya sekarang yang begitu bahagia ketika membicarakan perihal kehamilan dengan Muna inilah yang menjadi salah satu contoh yang membuat dia sangat tidak tega untuk mengatakan pada Kanaya.
Setelah Kanaya tau pasti senyum dan kebahagiaannya itu akan hilang kan? lalu bagaimana Dirga akan memiliki semangat kalau senyum yang menjadi penyemangat itu telah hilang.
''Memang akan sangat berat mas, tapi apapun itu mas harus tetap katakan.''
Zein menyentuh pundak Dirga yang sekarang terlihat sangat pilu. Dia sangat bimbang antara ingin mengatakan kebenaranya atau tidak.
''Insya Allah, saya pasti akan katakan.''
*******
Bersambung....
__ADS_1