Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Tolong Kanaya, Mas


__ADS_3

...****************...


Kanaya terus berontak dia juga sudah menangis karena ketakutan. Dua tangannya terus di tarik oleh dia orang yang berbeda. Mereka terus tertawa melihat ketakutan Kanaya, tak ada hati yang merasa kasihan.


"Tolong lepaskan saya, saya mohon!" teriak Kanaya terus menerus dengan sangat memohon, tetapi semua itu bagai angin lalu saja bagi mereka berdua dan terus melakukan apa yang menjadi keinginan mereka.


"Hey! lepaskan dia!" teriak Zein. Berusaha menghentikan kedua orang itu yang terus sadis menyeret Kanaya untuk menjauh dari sana.


Keduanya menoleh, menyungging sinis setelah melihat Zein yang sudah berdiri penuh keberanian dan menantang keduanya. Matanya melotot seolah ingin keluar, tentu semua itu karena Zein sangat marah ketika melihat wanita yang sangat dia ingin itu di perlakuan tidak baik oleh orang lain.


"Hahaha! kamu menginginkannya! ambil saja kalau bisa!" orang itu malah menantang Zein tentu gak akan memberikan Kanaya begitu saja kan?


"Kurang ajar, kalian tidak mau dengan cara yang baik! berarti kalian meminta dengan cara ini!" Zein sudah langsung melangkah maju dan pertarungan terjadi pada Zein dan salah satu dari mereka sementara yang satu masih memegangi Kanaya.


Berkali-kali Kanaya berteriak meminta tolong kepada orang lain berharap akan ada orang yang menolong mereka berdua atau mungkin ada mobil yang berhenti. Tetapi, harapan Kanaya Dirga lah yang datang dan menolong mereka berdua sehingga tidak terjadi apa-apa kepada mereka.


"Diam!" sentak orang itu dengan kasar membuat Kanaya terdiam seketika.


Tetapi diamnya Kanaya tidak berlangsung lama karena dia kembali berteriak dan itu membuat orang itu menjadi sangat marah dan menampar pipi Kanaya hingga memerah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Kanaya semakin takut, dia semakin tersedu dalam tangis juga merasakan sakit di bagian pipi juga pergelangan tangannya yang terus digenggam erat oleh pria itu.


"Kalau tidak ingin lebih lagi maka diamlah!" ucap pria itu lagi dengan kasar.


Kanaya kini hanya diam dan melihat Zein yang tengah melawan satu orang lagi. Ternyata Zein juga tidak sekuat apa yang Kanaya pikir, Zein berkali-kali mendapatkan pukulan dan juga berkali-kali jatuh. Tetapi dia tetap bangun dan melawan lagi tanpa ada kata menyerah. Kini teriakan Kanaya hanya karena takut Zein kalah.


Brukk...


Zein terjatuh di trotoar dengan beberapa bekas pukulan, Zein begitu lemah dia sudah tak berdaya lagi untuk bisa bangun dan melawan. Sungguh, pria itu begitu kuat hingga Zein tak dapat melawan dan tak berkutik lagi sekarang.


"Hahaha! dasar lemah! pria b*nci kayak kamu tidak akan bisa menolong seorang perempuan. Menolong diri sendiri saja tidak bisa, Hahaha!" ejek nya pada Zein yang sudah terkapar.

__ADS_1


Orang itu mendekati Zein lagi, bahkan dengan Zein yang tak lagi berdaya dia masih saja membabi buta Zein hingga benar-benar tak berdaya.


"Jangan! jangan sakiti dia. Mas Zein, bangun! Mas!" teriakan Kanaya tetap tak bisa membuat Zein bangun dia sudah tak kuat untuk melakukan itu.


"Ayo, kita nikmati hasil olahraga kita. Akan semakin menyenangkan olahraganya setelah mengeluarkan tenaga," orang itu mendekat dan kembali menyeret Kanaya.


"Mas! Mas Zein! tolong Naya, Mas!" teriak Kanaya dengan begitu histeris, dia sangat takut dengan kedua orang yang kini terus menyeret dirinya entah mau di ajak kemana dia.


Semakin kuat Kanaya berontak, semakin kuat juga dia berteriak minta tolong. Tangisannya juga semakin menjaga tapi kedua orang itu malah menertawakannya. Permohonan Kanaya pun juga tak akan mungkin di gubris oleh mereka berdua.


Setelah beberapa saat Kanaya pergi tempat Zein sudah berkerumun orang-orang yang begitu banyak. Kenapa baru sekarang mereka berdatangan sementara tadi tak ada satupun orang yang mendekat, kenapa?


Dan saat itu juga Dirga datang, dia langsung meminta pak Danu untuk menghentikan mobilnya karena ada satu orang yang menghadangnya untuk minta tolong.


"Ada apa, Pak?" tanya Dirga.


"Tolong itu, Mas. Ada orang yang di hajar preman tadi dan sekarang dia babak belur. Bisa tolong bantu bawa ke rumah sakit?" ucapnya menjelaskan.


"Tapi, tapi saya mau menjemput istri saya, Pak."


Terpaksa Dirga turun dari mobil dan ingin menolong orang yang dimaksud. Tapi, betapa terkejutnya Dirga saat melihat orang yang tak berdaya itu adalah Zein.


Rasanya sangat malas untuk menolongnya tetapi Dirga tidak boleh egois hingga Dia mendekat.


"Tolong Kanaya. Mereka membawa Kanaya pergi," ucap Zein dengan terbata-bata bahkan suaranya tidak jelas tapi tetap bisa Dirga terima dengan baik.


"Siapa yang membawa Kanaya, Zein. Katakan padaku siapa yang membawa Kanaya!" suara Dirga lantang dengan penuh kepanikan.


Seketika dia khawatir dengan keadaan Kanaya ia juga harus minta penjelasan kepada Zein yang hampir menutup matanya.


Zein tidak dapat menjawab lagi dia benar-benar sudah tidak kuat untuk itu.

__ADS_1


"Mereka membawa Kanaya ke mana!?" tanya Dirga semoga saja Zein masih bisa mengatakan kepada Dirga ke mana orang-orang itu membawa pergi Kanaya.


Suara Zein tidak keluar hanya tangannya saja yang terangkat dan jari telunjuknya menunjuk ke arah Kanaya dibawa pergi. Untung saja Dirga tidak sendiri dia bersama pak Danu sang sopirnya.


"Pak Danu, tolong antar Zein ke rumah sakit. Saya harus mencari Kanaya."


Dirga langsung berlari ke arah yang ditunjukkan oleh Zein. Dirga sangat takut, dia begitu khawatir akan terjadi sesuatu kepada Kanaya. Semoga saja apa yang Dirga takut kan tidak menjadi nyata.


"Tunggu mas, Nay. Mas akan menolong," gumam Dirga Seraya berlari dengan kencang.


...****************...


Di tempat pembangunan rumah yang gagal Kanaya diseret hingga di sana. Begitu banyak rumput-rumput yang bertumbuh dengan liar bahkan bangunan yang baru berupa tiang-tiang itu seakan tidak terlihat jelas.


Kanaya semakin ketakutan, dia sudah menangis sejak tadi bahkan kini suaranya seakan sudah habis hingga tak terdengar, tetapi Kanaya masih terus berusaha berteriak untuk minta tolong.


"Hahaha!" tawa keduanya menggelegar mereka sangat senang karena berhasil membawa Kanaya hingga ke tempat yang sama sekali tidak ada orang, sangat sepi.


Dihempaskan tubuh Kanaya dengan kasar hingga Kanaya terjatuh di atas rumput liar yang sontak melukainya. Kanaya meringis kesakitan tetapi itu tidak dipedulikan oleh mereka.


"Akhirnya kita bisa pesta sekarang, Bro." ucap salah satu dari mereka.


"Kamu bener, tidak masalah Dia tidak cantik dan tidak berkulit putih yang terpenting kita bisa terpuaskan, hahaha!" ketawanya kembali menggelegar.


Kanaya menggeleng tentu dia tahu apa yang mereka berdua katakan bahwa mereka ingin menyentuh Kanaya dengan paksa.


"Jangan. saya mohon jangan lakukan itu, lepaskan saya," ucap Kanaya merintih. Tetapi itu tetap saja tidak dihiraukan oleh mereka berdua.


Kanaya semakin mundur ketika kedua orang itu semakin mendekat rasa sakit akibat terkena rumput tidak dihiraukan oleh Kanaya dia tetap berusaha untuk menghindar dari kedua orang itu.


'Ya Allah, tolong Naya Jangan biarkan mereka menyentuhku. Mas Dirga Naya takut, tolong Naya, Mas,' batin Kanaya penuh harap akan ada bantuan entah itu dari Dirga atau dari orang lain yang dikehendaki oleh Allah.

__ADS_1


...****************...


Bersambung....


__ADS_2