
'Kebersamaan adalah kebahagiaan yang paling nyata di bandingkan sebuah harta benda. Semua akan aku lakukan demi sebuah kebersamaan kita.'
#Dirga Gantara
...****************...
Akhirnya salah paham yang sempat hinggap kini telah sirna, Dirga sangat lega karena itu. Dirga akan selalu berusaha untuk percaya pada Kanaya karena kalau sampai dia tak bisa mengendalikan emosinya dia akan lagi menyakiti Kanaya lagi.
Tak lagi Dirga kembali ke tempat kerjanya sebisa mungkin dia akan selalu menghabiskan waktu pada Kanaya. Sangat susah untuk membuat Kanaya jatuh cinta padanya dan itu harus tetap harus tetap berusaha.
"Hem, kita mampir dulu ke butik," Dirga menoleh ke Kanaya tentu Kanaya juga sama.
"Ke butik, Mas mau beli baju?" Kanaya mengernyit.
"Bukan Mas, tapi kamu. Kamu baru ada baju beberapa saja mas pikir masih sangat kurang," jawab Dirga.
"Tidak usah, Mas. Itu masih cukup kok," meski baru ada beberapa saja tapi Kanaya masih merasa cukup.
Kanaya benar-benar merasa tidak enak dengan Dirga dia tidak membawa apapun saat datang ke Semarang hanya membawa badan saja yang tak ada apapun, bahkan saat itu untuk surat-surat Kanaya umi yang bawakan.
"Tidak, itu masih kurang. Kamu harus nambah baju lagi karena sekarang kamu harus kursus tiap hari jadi harus ganti. Tidak mungkin hanya itu-itu saja yang di pakai kan?"
Memang benar, tapi?
"Kita hampir sampai," Dirga tersenyum dan kini Kanaya tak akan bisa menolak lagi. Hanya menurut saja yang dia bisa.
Semua kebutuhan Kanaya benar-benar di penuhi oleh Dirga. Tak ada kekurangan dalam hal apapun semua lebih dari cukup.
Sampailah mereka di butik yang sangat besar, butik ternama yang sudah begitu ramai akan para pengunjung dari berbagai daerah di Semarang.
Semua jenis pakaian ada di sana dari pakaian anak-anak sampai pakaian dewasa dari model lama sampai model terbaru semuanya ada.
__ADS_1
Kanaya juga Dirga masuk melihat-lihat pakaian yang terpajang manis di beberapa barisan. Keduanya masih terus berputar-putar namun sesekali tangan mereka menyapa beberapa baju yang terlihat bagus dan cocok untuk Kanaya.
"Nay, lihatlah ini. Ini sangat bagus sepertinya cocok untukmu," Dirga mengambil satu baju dan dia arahkan pada Kanaya yang juga langsung berhenti setelah di panggil oleh Dirga.
Kanaya berdiri diam dan Dirga yang mendekat. Menempelkan baju yang berwarna biru yang polos. Terlihat biasa karena warnanya hanya satu dan tidak ada kombinasi apapun tapi modelnya saja yang terlihat bagus.
"Benar, ini sangat cocok untukmu," Dirga tersenyum dia begitu senang karena pilihan pertamanya itu sangat cocok untuk Kanaya.
"Kamu pilih-pilih saja yang kamu suka dan ambil saja," pinta Dirga menegaskan.
Dirga terus memilih-milih baju-baju juga bawahan bahkan dia juga memilih hijabnya sekalian. Ternyata bukan baju untuk pergi saja yang Dirga pilih tapi ada beberapa baju daster rumahan yang khusus untuk di rumah.
Ada beberapa yang pilihan Kanaya tapi lebih banyak yang pilihan dari Dirga. Semua yang di beli adalah kebutuhan Kanaya tak ada satupun yang menjadi kebutuhan Dirga. Bahkan sampai baju dalam juga di beli.
Semua tak ada yang terlewat, Dirga begitu memperhatikan apapun kebutuhan Kanaya. Sungguh! Dirga adalah suami paling sempurna.
Keduanya keluar setelah selesai berbelanja, begitu banyak belanjaannya bahkan untuk semua belanjaan itu menghabiskan uang hampir tiga jutaan. Kanaya hanya bisa menghela nafas panjang karena pasrah.
"Kita cari makan siang ya sebelum pulang. Kalau kita pulang sebelum makan pasti kamu sangat lelah untuk masak," ucap Dirga.
Kanaya begitu di manjakan oleh Dirga bagaimana mungkin dia tidak takut kalau suatu saat dia akan kembali kehilangan.
"Apa tidak pulang saja, Mas," padahal Kanaya lebih ingin pulang saja dan memasak sendiri apapun yang ingin mereka makan tapi Dirga sangat sayang pada Kanaya hingga begitu takut Kanaya merasa kelelahan.
"Kita cari makan dulu baru pulang, yuk!" ajak Dirga. Kanaya tak bisa menolak kalau sudah seperti itu.
...****************...
Kembali Dirga dan Kanaya berangkat untuk mengajar anak-anak TPA di masjid. Sekarang mereka tidak hanya berdua tapi ada Muna juga yang menemani.
Semua anak-anak juga sangat senang karena bertambah lagi yang mengajari mereka semua.
__ADS_1
Bukan itu saja, tapi Dirga juga tidak begitu kewalahan dalam mengajari semua anak-anak karena ada yang membantu kalau dulu, dia benar kewalahan meski tetap bisa dia lakukan.
Dari beberapa tingkat anak-anak dan ketiganya mengajari di tingkatan yang berbeda sementara Kanaya yang berada di tingkatan paling terkecil.
Entah kenapa Kanaya lebih menyukai anak-anak kecil di usia lima sampai enam tahunan. Ada kepuasan sendiri saat berada di tengah anak-anak seusia itu.
Begitu telaten Kanaya mengajari mereka benar-benar berbakat menjadi seorang guru karena Kanaya memiliki kesabaran yang sangat besar.
Dirga terus mengamati Kanaya yang sesekali berbicara dan sesekali tersenyum dengan anak-anak. Senyum Kanaya membuat Dirga juga ikut tersenyum menjadikan anak-anak yang ada di depannya terdiam saat mengaji.
"Kak, jangan di lihatin terus. Nggak bakalan berkurang." kata salah satu anak didik Dirga.
Dirga ternyata tak mendengarnya dia masih melamun dan fokus pada Kanaya.
Kanaya yang tiba-tiba saja menoleh dan melihat Dirga menjadi tersenyum malu, dia menunduk dengan jantung yang lagi-lagi berdegup.
Kenapa jantung Kanaya mudah sekali bekerja keras sekarang saat melihat tatapan mata Dirga atau mendengar sedikit kata-kata manis dari Dirga. Apakah mungkin hati dan jantung Kanaya sudah mulai bisa di gerakan oleh seorang Dirga?
"Kak, Kak!" teriak anak yang tadi dan kini berhasil membuat Dirga tersadar.
Kanaya semakin malu karena melihat Dirga yang sekarang secara terang-terangan tersenyum padanya.
Sementara Muna, dia terlihat senang dan damai melihat pasangan ini. Keduanya sangat serasi meski Kanaya masih terlihat malu-malu.
Cinta yang besar terlihat di mata Dirga dan cinta yang mulai tumbuh terlihat di mata Kanaya. Cepat atau lambat Kanaya dan Dirga pasti akan saling mencintai setelah itu kebahagiaan akan datang dan semakin besar dari keduanya.
'Semoga Allah selalu meridhoi hubungan kalian berdua. Semoga kebahagiaan juga selalu datang pada kalian,' batin Muna seraya mengamati keduanya bergantian.
Kembali fokus ketiganya dalam mengajari anak-anak hingga waktu berakhir semuanya berjalan dengan lancar. Semakin senang dan semakin betah Kanaya berada di sana. Semua kesibukan yang sengaja Dirga ciptakan semuanya adalah hal yang Kanaya sukai bagaimana mungkin Kanaya akan bosan.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....