Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

...****************...


Begitu bahagia untuk Zein juga Muna, tak lama lagi mereka akan sah menjadi pasang suami istri. Gak akan ada lagi jarak di antara mereka berdua dan gak akan ada lagi rasa takut untuk berdua-duaan di manapun.


Sekarang memang masih ada jarak, tapi menunggu beberapa hari lagi mereka taka akan memiliki jarak sama sekali. Mereka bisa bebas bersama-sama.


Waktu menjelang pernikahan yang memang sudah ditentukan membuat persiapan juga sudah mulai di kerjakan.


Semua acara juga sudah mulai berlangsung dengan urut dan sesuai dengan adat daerah yang memang sudah di tentukan.


Muna menunggu dengan begitu was-was, lusa adalah hari yang paling sejarah untuk dirinya dia akan di persunting oleh Zein. Pria yang awalnya bertemu karena Zein yang terus memata-matai rumah Dirga karena mencari keberadaan Kanaya.


tak ada lagi rahasia yang disembunyikan oleh Zein kepada Muna. Bahkan dia yang pernah menyukai dan terus mengejar Kanaya pun Muna juga sudah mengetahuinya.


Zein tidak ingin Muna akan salah paham di suatu saat nanti jika dia mendengar dari orang lain. Lagian Zein benar-benar ingin memulai hubungan dengan benar-benar serius dan tak ada lagi rahasia yang tersimpan.

__ADS_1


Di dalam kamar yang tidak begitu luas juga tidak sempit Muna berada, dia terus diam namun pikirannya tidak tenang dan terus saja ingin terus melangkah. Tetapi rasa lelahnya telah membuat dia berhenti dan memilih duduk sekarang.


"Kenapa aku begitu tidak tenang seperti ini?" gumam Muna yang memang tidak bisa merasa tenang.


Sudah berbagai posisi di cari dan lakukan untuk bisa membuat dia lebih yang tenang tapi kenyataannya dia tak bisa seperti itu. Tetap saja ada perasaan gelisah yang terus menyelimuti. Mungkin inilah yang selalu di alami oleh para calon pengantin saat menyambut hari pernikahan mereka.


"Astaghfirullah hal adzim. Kenapa aku gugup sekali seperti ini? padahal masih lusa tapi rasanya sudah terjadi sejak sekarang. Aneh.


Muna terus saja bergumam dia juga terus memijat kedua tangannya bergantian. Tak lama Muna berdiri lagi dan melihat dari jendelanya semua persiapan yang tengah di lakukan di luar. Sungguh, acara itu akan sangat meriah karena di gelar dengan sangat megah.


Muna adalah anak satu-satunya dan jelas akan di rayakan dengan sang mewah supaya akan selalu di kenang sepanjang masa. Bukan dari kedua orang tuanya saja tapi juga Muna sendiri hingga dia tua dan akan menjadi cerita untuk anak dan cucu mendatang.


"Semua sudah di persiapkan," gumamnya. Matanya terus melihat persiapan dan juga dekorasi yang sudah mulai di buat.


Begitu banyak orang yang terus berlalu lalang Hilir mudik dan keluar masuk ke pekarangan rumahnya yang begitu luas.

__ADS_1


Itulah salah satu enaknya punya rumah yang memiliki pelataran yang sangat luas. Jika ada acara apapun tidak perlu menumpang di tempat tetangga, ya meski para tetangga juga pasti akan mengizinkan. Tapi akan lebih leluasa kalau di rumah sendiri kan?


Sudut bibir Muna terangkat dengan kedua tangan yang menyangga dan di jendela untuk dia bisa melihat luar dengan jelas.


Semua tamu yang dekat juga sudah berdatangan begitu juga para tetangga yang akan membantu, mereka sudah begitu antusias.


Memang begitu menyenangkan tinggal di daerah yang tidak begitu kekotaan jiwa gotong royongnya masih sangat besar hingga akan mudah untuk mencari bantuan kalau membutuhkan.


Semua semakin indah kala semua sudah berdiri dan juga dekorasi mulai di pasang. Sesuai keinginan Muna semua dekorasi berdasar hijau putih karena dengan warna itu terasa begitu kental akan kesakralannya.


Itu juga sebagai dari mimpi Muna. Tidak muluk-muluk hana sekedar dekorasi seperti itu. akan sangat mudah di wujudkan.


...***************...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2