
*******
Akhirnya, setelah satu minggu berada di rumah sakit Kanaya sudah di perbolehkan pulang. Meski seperti itu dia tetap saja harus menjaga diri dengan baik dengan cara banyak istirahat dan juga tidak boleh terlalu banyak berpikir.
Bukan hanya Kanaya saja yang sangat senang karena sudah diperbolehkan untuk pulang tapi juga Dirga terlebih lagi, wak Ami, kedua orang tua Dirga dan juga pak Danu dan asisten rumah tangga nya.
Kepulangan Kanaya sangat di sambut penuh bahagia dari semuanya. Mereka terus tersenyum juga menghampiri Kanaya dengan memeluknya. Seperti yang di lakukan oleh wak Ami dan juga umi Uswah secara bergantian.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah boleh pulang, Nay." setelah memeluk Kanaya umi Uswah langsung membantu Dirga untuk menuntun Kanaya sampai ruang tengah.
Mereka langsung ikut dan duduk di sana dengan perasaan yang sangat lega. Akhirnya bisa pulang juga.
Keadaan Kanaya yang sudah sangat baik tentu menjadi kebahagiaan untuk semua keluarga bahkan Dirga sendiri biar lebih lagi kebahagiaannya. Dia tidak pernah pergi dalam waktu lama untuk meninggalkan Kanaya dan selalu menemaninya.
Setelah duduk tidak lama asisten rumah tangga datang dengan membawa beberapa minuman sementara khusus untuk Kanaya susu putih dan juga bahkan ada jus juga.
Kesehatan Kanaya benar-benar diperhatikan oleh semua keluarga. Sungguh beruntungnya Kanaya berada di tengah-tengah keluarga yang begitu sayang kepadanya.
__ADS_1
"Sayang, ayo di minum dulu susunya. Setelah itu baru kamu istirahat," ucap Umi Uswah dengan sangat lembut bahkan tangannya sudah mengambil gelas yang berisi susu dan dia sodorkan kepada Kanaya.
Rasanya sangat tidak enak karena mendapatkan perhatian yang begitu lebih, bagi Kanaya itu sedikit berlebihan. Tetapi karena ya tidak bisa protes atau mengatakan apapun yang akan menyakiti hati Umi Uswah karena itu adalah bentuk kasih sayangnya.
Dengan tanpa pikir panjang Kanaya langsung meminum susu yang sudah Umi Uswah sodorkan kepadanya.
Hati Dirga rasanya begitu adem dan sangat senang bisa melihat istri dan ibunya bisa begitu dekat seperti ini dan penuh dengan kasih sayang di dalamnya.
Jika tersenyum tersenyum melihatnya dan terus terpaku dalam perasaan damai.
Kasih sayang dari Umi Uswah benar-benar sangat besar dan sangat nyata meski Kanaya hanya menantu saja dan sudah seperti selayaknya anak kandung sendiri dan dia besarkan dengan tangannya sendiri.
Umi Uswah tersenyum dengan tangan menarik kembali gelas dari hadapan Kanaya yang sudah tuntas tidak tersisa sama sekali meski hanya setetes saja.
"Ga, sekarang bawa istri mu untuk istirahat." pinta Umi Uswah.
"Iya, Umi." Dirga langsung patuh kepada Umi Uswah setelah mendapat perintah untuk mengajak Kanaya istirahat.
__ADS_1
Dengan sangat perlahan Kanaya berjalan dengan digandeng oleh Dirga hingga sampai ke kamar, sementara jus yang memang seharusnya diminum oleh Kanaya juga diantar oleh wak Ami hingga sampai ke kamarnya.
Tidak lama wak Ami berada di dalam kamar Kanaya dan Dirga dan setelah itu dia keluar untuk membiarkan Kanaya istirahat dan segera kembali ke tempat Umi Uswah berada.
Bukan hanya Kanaya saja yang membutuhkan istirahat tetapi Dirga juga sama. Selama satu minggu berada di rumah sakit Dirga jarang sekali bisa istirahat dengan nyaman, dia selalu tidak bisa tidur karena merasa sangat khawatir kepada anak dan istrinya.
Hingga mereka berdua sama-sama istirahat dan tidur berdampingan dengan Kanaya memeluk Dirga yang tidur menghadap langit-langit sementara satu lengannya menjadi bantal untuk Kanaya.
Satu tangan Dirga terus bergerak kadang mengelus kening Kanaya dan kadang perut Kanaya yang sudah membuncit. Berharap keduanya akan selalu sehat-sehat saja hingga sampai hari kelahiran tiba.
Dalam posisi tersebut dan ketika Kanaya sudah tertidur pulas Dirga harus menahan rasa sakit di kepalanya yang sangat luar biasa tetapi dia tidak mampu bergerak untuk pergi dari sana karena tidak mau membuat Kanaya sampai terbangun.
'Ya Allah, kenapa lagi-lagi rasanya sakit sekali? Astaghfirullahhalazim,' batin Dirga dengan satu tangan beralih memegangi kepalanya sendiri.
Memang selama Kanaya berada di rumah sakit Dirga juga tidak menjaga kesehatannya sendiri dengan baik bahkan dia juga sering melupakan obat yang seharusnya dia konsumsi. Sekaranglah Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa seperti tertumpuk dari kemarin dan sekarang baru dia rasakan.
*********
__ADS_1
Bersambung....