Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Tak akan sampai


__ADS_3

...*******...


Bagaimana mungkin Zein akan katakan apa yang terjadi kepada Dirga kalau Kanaya sendiri sekarang tengah berada di atas ranjang rumah sakit dan di haruskan istirahat total. Dia juga tidak boleh berpikiran terlalu keras karena akan menggangu kesehatan bayinya.


Benturan yang sangat keras sempat membuat Kanaya mengalami pendaratan tapi alhamdulillah tidak keguguran tetapi kandungannya sekarang yang menjadi sangat lemah dan harus beristirahat.


Dirga sudah sangat ketakutan tadi, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Kanaya juga bayinya pasti dia akan hancur dan bisa saja dia yang juga sedih akan kehilangan semangat untuk kesembuhannya. Tapi Alhamdulillah, Tuhan masih berkehendak lain.


"Bagaimana, Mas. Apakah mas Dirga setuju untuk mengatakan semuanya kepada mbak Naya?" bisik Muna. Bahkan mereka juga ikut ke rumah sakit.


"Tidak, dan sekarang aku yakin mas Dirga lebih tidak akan mau mengatakannya. Keadaan Naye kali ini benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk menerima berita yang sangat menyedihkan ini."


Ada rasa sesal karena tidak bisa membantu banyak dan membuat Kanaya bisa mengetahui penyakit Dirga, tapi mau bagaimana lagi? Yang terjadi juga bukan keinginan mereka.


"Sampai kapan, Mas?" Muna sudah sangat berharap kalau Kanaya akan tau hari ini juga, dia yang lebih berhak tau untuk semua itu.


"Aku juga tidak tau sampai kapan. Kita lihat saja kedepannya."


Keduanya terus berbisik dengan harapan yang tetap sama. Tapi mau bagaimana lagi kalau sudah seperti ini, kalau dia memaksakan untuk memberitahu Kanaya kalau sampai terjadi sesuatu pada kehamilannya pasti Kanaya juga Dirga akan semakin sedih kan dan tentu mereka yang akan di salahkan?

__ADS_1


Sementara Dirga? Dirga terus berada di sebelah Kanaya yang tertidur di atas ranjang rumah sakit karena pengaruh obat. Ya, Kanaya memang harus istirahat.


Dirga terus saja menggenggam tangan Kanaya dengan sedih, bahkan tadi sempat air matanya terus mengalir karena takut akan terjadi sesuatu pada Kanaya dan kehamilannya.


Tetapi sekarang Dirga sudah lebih tenang setelah Kanaya mendapatkan penanganan dari dokter dan dokter mengatakan bayinya masih bisa di selamatkan hanya saja lebih lemah sekarang.


'Bagaimana mungkin mas akan mengatakan apa yang terjadi pada mas kalau kamu sendiri dalam keadaan seperti ini, Nay. Kalau mas mengatakannya bisa saja sesuatu akan terjadi padamu, pada anak kita. Dan mas tidak mau sampai ini terjadi.' batin Dirga.


Anaknya dan juga Kanaya adalah kekuatannya dan kebahagiaannya, bagaimana mungkin dia akan mengorbankan salah satunya hanya demi Kanaya bisa tau akan sakitnya.


"Mas, yang sabar ya," Zein mendekat, menyentuh pundak Dirga dan memberikan kekuatan.


Dirga begitu was-was, dia takut kalau Zein akan kekeuh mengatakan semuanya. Itu tidak bisa di biarkan kan?


"Mas, saya dan Muna pulang dulu ya. Kami akan datang lagi besok," pamit Zein.


"Hem," hanya singkat lagi Dirga menjawab dan tetap sama tidak menoleh.


Dengan Zein dan Muna yang pulang bukankah akan sangat baik karena itu artinya tidak akan ada yang buka suara mengenai penyakitnya pada Kanaya.

__ADS_1


"Sabar ya, Mas," kali ini Muna yang mengatakan dan Dirga hanya mengangguk.


"Kami pulang dulu, assalamu'alaikum," Muna dan Zein benar-benar pulang, meninggalkan Dirga di sana sendiri untuk menjaga Kanaya.


"Wa'alaikumsalam," jawabnya.


Dirga terus saja menggenggam tangan Kanaya dan tak ingin di lepaskan. Dia ingin bisa terus bersamanya, menemani dalam keadaan Kanaya sekarang.


Kanaya sangat membutuhkannya dan dia harus tetap ada di sisinya kan?


"Maafkan mas, Nay. Mas harus berbohong kepadamu. Mas belum bisa jujur, apalagi dengan keadaan mu sekarang. Maafkan, Mas," ucap Dirga begitu lirih.


Hatinya begitu tersayat sakit dengan kejadian sekarang ini. Tapi dia juga menyesal karena belum bisa mengatakan yang sejujur-jujurnya pada Kanaya.


Entah sampai kapan dia akan menyembunyikan dari Kanaya apakah esok hari akan ada kesempatan atau tidak tapi yang jelas untuk sekarang tidak akan dia katakan.


*******


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2