
******
Kanaya yang merasa sangat curiga dengan Dirga yang selalu saja berada di ruang kerjanya membuat dia mendatangi langsung tempat itu ketika Dirga tidak ada di rumah.
Sebenarnya apa yang Dirga sembunyikan darinya, meski diri kita tidak mengatakan tetapi Kanaya sangat yakin kalau Dirga memang menyembunyikan sesuatu.
Bukan itu saja tetapi sekarang Dirga sering sekali pergi keluar kota dalam tiga hari bahkan sampai satu minggu dengan alasan pekerjaan. Bagaimana mungkin Dirga harus keluar kota terus-menerus karena pekerjaan.
Jika memang benar soal pekerjaan bukankah seharusnya bisa dilakukan atau diwakilkan oleh asistennya? Kenapa harus selalu dia sendiri yang datang.
Bukankah hal itu tidak salah kalau sampai Kanaya berpikir macam-macam tentang Dirga, bahkan tidak salah jika Kanaya juga berpikir kalau Dirga memiliki perempuan lain di luar sana maka dari itu dia sering pergi keluar kota.
"Maafkan Naya, Mas. Seharusnya Kanaya bisa percaya dengan mas, tetapi perubahan Mas benar-benar membuat Kanaya seolah tidak mempunyai kepercayaan itu. Kanaya selalu berdoa kalau apa yang Naya pikirkan itu salah," gumam Kanaya.
Kakinya terus melangkah masuk ke dalam ruangan Dirga sesekali Kanaya menoleh ke arah pintu karena takut tiba-tiba Dirga datang dan memergoki dirinya.
Satu persatu semua barang-barang diperiksa oleh Kanaya bahkan laci-laci juga Kanaya buka, siapa tahu dia bisa menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk.
__ADS_1
Setelah tidak mendapatkan apapun dari ruangan itu Kanaya terduduk di kursi kebesaran Dirga di sana. Tangannya kembali menyentuh barang-barang yang ada di atas meja bahkan dia juga mengambil foto mereka berdua yang tengah berada di taman dan Kanaya digendong oleh Dirga.
"Kenapa kamu sepertinya mulai berubah, Mas. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari Naya." gumam Kanaya.
Kanaya meletakkan foto tersebut di tempat semula dan tangannya beralih membuka laptop dan menyalakannya, dia berharap bisa menemukan sesuatu di sana.
Tidak ada sesuatu yang mencurigakan di dalam laptop, jika Dirga memiliki wanita lain bukankah akan ada foto atau apa yang ada di laptop tersebut?
"Assalamu'alaikum..." Kanaya menoleh ke arah pintu dan ternyata dia melihat Muna yang datang.
"Wa'alaikumsalam," Kanaya terlihat terkejut karena Muna yang tiba-tiba datang tanpa mengabari dulu.
"Mbak kenapa, kok terlihat gelisah?"
Jelas Muna sangat penasaran setelah melihat bagaimana wajah Kanaya yang terlihat sangat lain dari biasanya.
"Mbak, kenapa aku merasa sekarang Mas Dirga mulai berubah ya, Dia sangat aneh bahkan sering sekali dia pergi keluar kota. Apakah mungkin Mas Dirga memiliki wanita lain di luar sana?"
__ADS_1
Muna terdiam dengan rasa bersalah yang sangat besar. Dia mengetahui kebenaran Dirga tetapi dia tidak memiliki kemampuan untuk mengatakannya. Dirga saja tidak berani mengatakan kepada Kanaya bagaimana dengan dirinya?
"Jangan berpikir yang macam-macam lah Mbak, tidak mungkin Mas Dirga mengkhianati Mbak Naya. Mas Dirga sangat mencintai Mbak jadi tidak mungkin kalau dia melakukan itu. Mungkin hanya perasaan Mbak saja."
"Semoga mbak Muna benar," seketika Kanaya memutus kecurigaan itu, yang dikatakan oleh Muna benar tidak mungkin Dirga melakukan itu kepadanya.
"Oh iya, Mbak. Muna dengar kalau mbak mau mendaftar kuliah ya? Di jurusan apa?"
"Hem, Oh itu. Kata Mas Dirga aku harus masuk ke jurusan bisnis jadi saya ikut aja dengan yang Mas Dirga minta."
"Apa mbak tidak mau mengambil jurusan untuk memperdalam ilmu mbak dalam bidang menjahit dan desainer. Bukankah mbak sangat menginginkan itu?"
Sebenarnya kedatangan Muna juga atas permintaan dari Dirga yang ingin memastikan Kanaya menginginkan kuliah di jurusan yang mana. Memang Dirga menginginkan Kanaya di tempat bisnis kalau Kanaya menginginkan ke jurusan yang lain dia pasti akan mewujudkannya.
"Tidak, aku mau ikut apa kata mas Dirga saja." Kanaya begitu menurut pada Dirga dia serahkan semua tentangnya pada suaminya.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....