Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Extra...


__ADS_3

Extra....


*******


Termenung dalam kesendirian di sebuah taman. Mengingat akan sebuah kenangan di masa yang hampir enam tahun silam.


"Nay tidak menyangka, Mas. Kalau mimpiku yang kedua pun kini menjadi nyata. Pertama aku bermimpi datang ke sini berdua dengan mu, dan yang kedua kini aku datang sendiri karena kamu telah tiada meninggal ku untuk selamanya."


"Kenapa, Mas. Kenapa hanya begitu singkat cerita dan kisah kita."


Tangisnya pecah mengingat sebuah kenangan indah bersama sang suami tercinta. Di tempat yang sama, dia duduk di tempat yang sekarang, bersandar di bahunya dengan saling bergurau dengan penuh cinta. Tapi sekarang?


Kanaya Setya Ningrum, wanita berusia 25 tahun yang sudah lima tahun di tinggal pergi suami untuk selamanya.


Suaminya pergi untuk selamanya, meninggalkan satu buah hati mereka dan tentu meninggalkan sejuta kenangan yang tak akan pernah bisa terlupakan sepanjang hidupnya.


Rintik-rintik hujan mulai berdatangan, seolah benar-benar menginginkan semua kenangan itu kembali dan semakin terpatri di hati dan tak di biarkan untuk pergi.


Hatinya semakin kalut. Kini tak ada lagi yang melepaskan jasnya dan membuatnya merasa hangat, tak ada lagi kata-kata semanis madu yang membuatnya kian merona. Yang ada hanya semua kenangan yang tertata rapi di setiap buih-buih ingatan.


Tak ada lagi bahu untuk bersandar, tak ada lagi tangan yang menghapus air mata. Yang ada hanya kesepian dalam kesendirian.


Air matanya semakin pecah dengan sejuta mimpi indah yang kini hanya tinggal rakitan kosong yang tak bisa di daur kembali. Apakah selamanya akan seperti ini?


Sebuah tangan asing datang dengan menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna putih. Seketika mampu menggerakkan leher dan membuat Kanaya menoleh ke arahnya dan dia lihat sebuah senyuman yang begitu sama dengan senyum mendiang suaminya.


"Ma_mas?" Seketika pergerakan membawanya berdiri menghadap laki-laki itu yang terus tersenyum.


"Apakah ini benar-benar kamu, Mas?" Tanyanya. Air matanya terus menyeruak keluar dengan begitu bebas. Tak peduli dengan apapun lagi.


Antara bahagia juga tidak percaya, benarkah yang ada di depannya sekarang adalah suaminya? Tapi mana mungkin?


"Hapus air matamu, aku tidak suka melihat mu menangis," Katanya.


Tangan itu perlahan mendekat dan bergerak menghapus air matanya dengan sapu tangan yang ada. Seketika membuat mata Kanaya terpejam, merasakan sentuhan yang sangat dia rindukan.


Sentuhan yang sudah lima tahun tidak dia dapatkan dan sekarang kembali dia rasakan.


Benarkah ini nyata?


Apakah ini hanya sebuah mimpi yang tak akan pernah menjadi nyata?

__ADS_1


Bibirnya tersenyum, tetapi air matanya terus mengalirkan butir-butir bening dan kian nakal hingga begitu deras sama seperti hujan yang semakin deras.


"Tersenyumlah. Kamu harus tetap tersenyum dan tetap bahagia. Demi anak kita, demi aku," Katanya lagi.


Kanaya kembali membuka mata dan laki-laki itu masih ada di hadapannya.


Hatinya begitu bahagia bisa bertemu dengan suaminya. Entah sudah berapa juta kali dia berdoa untuk bisa bertemu dengan suaminya meski hanya lewat mimpi dan sekarang doa itu terwujud.


"Bukankah aku sudah bilang tidak akan pernah meninggalkan mu? Aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu hidup di dalam hatimu." Katanya.


Kanaya mengangguk membenarkan. Meskipun Dirga suaminya sudah tiada di dunia tapi dia akan selalu hidup di hatinya. Dan akan selalu seperti itu.


Tangan Kanaya terangkat dengan gemetar menyentuh tangan yang masih mengusap air matanya itu. Apakah bisa tersentuh? Dan ternyata bisa. Kanaya bisa menyentuhnya.


Perlahan Kanaya mendekatkan tangan itu ke bibirnya dan terus mengecupnya. Begitu besar kerinduannya hingga tak ingin Kanaya lepas lagi.


"Mas, ajak aku pergi," Katanya.


"Tidak. Asy-Syifa lebih membutuhkan mu. Kamu harus kuat. Lanjutkan lah hidup mu. Dan bahagia lah." Katanya.


"Tidak, Mas. Aku ingin bersamamu, hanya kamu saja," Kanaya begitu memohon.


Kanaya menggeleng, tentu dia tidak mau melakukan apa yang suaminya itu katakan.


"Tidak mas, tidak," Wajahnya terus menggeleng.


Jledderrr....


Guntur seolah menyambar, dan mengejutkan Kanaya. Kanaya begitu terkejut hingga dia terperanjat. Matanya melihat ke arah luar gubuk kecil itu dan yang jelas sepi tak ada orang.


Kanaya masih bahagia karena tangannya masih merasakan menyentuh tangan lain dan masih terus mengecupnya.


"Hey hey..., kamu ngigau ya? Hey..."


Seketika Kanaya menoleh, dia langsung terkesiap. Melepaskan tangan itu dengan kasar dan mundur beberapa langkah.


Hati Kanaya kembali sakit, ternyata tangan yang sedari tadi mendapatkan kecupan penuh cinta adalah tangan orang lain. Orang asing yang sangat tidak dia kenal.


"Kamu lagi merindukan seseorang ya?" Kata laki-laki itu yang ternyata adalah laki-laki lain.


"Tidak mungkin, tidak mungkin," Kanaya terus mundur dengan air matanya yang kembali deras.

__ADS_1


"Hey, jangan nangis. Kalau sampai orang lain tau mereka akan mengira aku melakukan sesuatu padamu. Aku hanya berteduh sama seperti mu, motor ku mogok jadi aku ke sini," Jelasnya. Entah itu benar atau tidak tapi tidak ada kebohongan yang terlihat di matanya.


"Tidak, tidak..." Kanaya terus menangis hingga akhirnya dia berlari menerjang hujan yang begitu deras.


"Hey! Apa kamu gila ya! Hey..." Teriaknya.


Tangannya menggantung di udara dengan sapu tangan yang dia gunakan untuk menghapus air mata perempuan tadi.


"Hem, ada-ada saja." Laki-laki itu jelas tidak mau mengikuti jejak Kanaya dan berlari menerjang hujan, dia memilih duduk dan menunggu hujan reda.


Dengan asyik dia duduk, mengabaikan Kanaya yang sudah jauh dan tentu sudah basah kuyup. Dia berlari dengan tangis yang laki-laki itu tidak tau apa penyebabnya.


Tapi rasa penasaran membuatnya beranjak, dia ikut berlari untuk mengejar Kanaya dan ternyata sudah masuk ke dalam mobil.


Terlihat dia masih menangis di dalam sana. Kedua tangannya memegangi setir dengan wajah yang di tempelkan di kedua tangannya.


Begitu besar dukanya, meski tak dia tau kenapa tapi dia seolah ikut merasakan betapa dia sakit karena merindukan seseorang.


"Lihatlah, hingga sampai sekarang pun dia masih begitu mencintaimu, Ga. Kamu sangat beruntung, kamu memiliki segalanya dan kamu juga memiliki cinta sejati yang begitu besar," gumam laki-laki itu yang entah siapa tapi dia terlihat begitu mengenal Dirga Gantara. Suami Kanaya.


***********


Hai Hai...


Terima kasih yang sudah setia mengikuti kisah Kanaya ya.. Maaf jika akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasi kalian.


Jika penasaran dengan cinta sejatinya Kanaya terus ikuti ceritanya di seasons ke-2


Penasaran tidak...


Aku tunggu kalian semua di cerita Kanaya selanjutnya di...


Hijrah Cinta Kanaya...


Terimakasih


Aku tunggu kedatangan kalian, jangan lupa tinggalkan jejak ya...


😘😘😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2