Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Pertemuan Yuan dan Dirga


__ADS_3

...************...


Surat-surat yang sangat meresahkan membuat Dirga langsung mencari tau siapa sebenarnya orang yang mengirimkannya. Sengaja setelah selesai pekerjaan di Jepara Dirga pergi ke Jogja tanpa sepengetahuan Kanaya.


Datangnya ke Jogja bukan tanpa alasan, tapi dia ingin menanyakan langsung dengan Yuan. Dia tidak ingin memiliki pikiran buruk pada orang lain sebelum dia memastikannya.


Perjalanan yang sangat jauh juga sangat melelahkan buat Dirga tapi tetap tak di hiraukan. Dia tetap melajukan mobilnya untuk menuju tujuannya, Jogja.


"Ini harus di pastikan," Gumamnya.


Surat-surat yang menjadi bukti tentu Dirga bawa. Sebenarnya ada rasa ragu dalam diri Dirga tapi mau bagaimana lagi ini adalah caranya.


Dirga harus mengendalikan diri mulai sekarang tak tau apa yang akan di katakan oleh Yuan nanti. Mungkin dia akan mendapatkan cap sebagai penikung karena merebut Kanaya dari Yuan, dan itu akan dia terima.


Berbekal informasi yang di dapatkan oleh asistennya Dirga begitu yakin bisa bertemu dengan Yuan. Alamat kos tempat Yuan kuliah semuanya di dapat oleh Dirga.


Tak sia-sia Dirga memperkerjakan asistennya. Hanya saja dia belum bisa menguak siapa pelaku utamanya dan membuat Dirga ikut turun tangan.


Akhirnya Dirga sampai di daerah kampus Yuan. Mencari-cari tempat untuk parkir mobilnya.


Dirga masih ragu untuk keluar antara yakin dan tidak dia bisa bertemu dengan Yuan di sana. Semoga saja dia bisa bertemu dan bisa berbicara pada Yuan sebelum dia pulang.


Dirga ingin cepat pulang dan memberikan kejutan untuk Kanaya. Seharusnya masih ada dua hari lagi untuk pulang tapi karena semua pekerjaan sudah selesai Dirga bisa pulang lebih cepat.


...***************...


Begitu sibuk Yuan sekarang. Dia masih sangat sibuk bersama teman-temannya untuk mengerjakan tugas.


Tugas yang sangat menumpuk membuatnya tak ada waktu untuk jalan-jalan selayaknya teman yang lain. Yuan hanya ingin fokus dengan kesuksesan yang mau dia jemput untuk masa yang akan datang.


Setelah semuanya usai bukan hanya Yuan saja yang bergegas untuk pulang tapi ada juga yang ingin jalan-jalan.


''Yuan, kita jalan-jalan sebentar yuk!'' Ajak Shofi. Gadis itu masih saja mengejar Yuan, berusaha untuk bisa mendapatkan hatinya tapi itu tidak akan mudah karena Yuan tak memikirkan perasaan hati.


''Maaf Shofi, saya tidak bisa. Saya lelah dan ingin istirahat saja di kost,'' tolak Yuan.


Dengan sangat ramah Yuan pamit pada Shofi jelas itu membuat Shofi merasa sangat kecewa karena keinginannya tida bisa di wujudkan.


Dengan sedikit tersenyum Yuan benar-benar pergi dari hadapan Shofi. Mata Shofi terus melihat Yuan yang semakin jauh dairi hadapannya. Kenapa sangat susah untuk bisa mendapatkan hati Yuan.

__ADS_1


''Loh! Yuan dimana,Shof?'' kedatangan Angga mengejutkan Shofi yang masih terus fokus pada punggung Yuan yang hampir tak terlihat.


Sejenak Shofi menoleh ke arah Angga tapi itu hanya sebentar karena setelah itu kembali lagi ke arah Yuan pergi.


''Dia pergi, katanya dia ingin pulang dan istirahat.'' Suara Shofi terdengar sangat lesu jelas dia sangat kecewa karena tingkah Yuan yang begitu acuh dengannya dan seolah terus menjauh darinya.


''Sabar ya, Shof. Semoga saja Yuan bisa membuka hati untukmu. Tapi aku saranin jangan terlalu berharap akan hal itu. Karena aku sendiri juga tidak yakin dia akan melakukan itu. Tapi berdoa saja, jika kalian memang jodoh pasti akan ada jalan,'' ucap Angga.


Shofi hanya diam. Berpikir ulang apakah dia terlalu memaksakan perasaannya dan juga terlalu memaksa Yuan untuk menerimanya.


Tidak salah jika dia jatuh cinta mau dia memberikan cinta itu pada siapapun juga tak akan ada masalah.


''Saya duluan, Shof,'' Angga pun pamit dan pulang meninggalkan Shofi yang masih termangu dalam dia dan dalam pikirannya sendiri.


Angga terus melangkah untuk mengejar Yuan yang sudah tidak terlihat lagi. Angga juga ingin istirahat karena dia juga sangat lelah.


Sementara Yuan kini sudah sampai di tempat parkir. Bergegas untuk cepat pulang.


Motor melaju, keluar dari kampus. Baru saja Yuan keluar dari gerbang sudah ada Dirga yang menunggu di sana. Dirga juga langsung keluar dari mobil setelah memastikan kalau yang keluar benar-benar Yuan.


Begitu terkejut Yuan saat melihat Dirga ada di sana dan menghadang laju motornya.


''Maaf, bisa minta waktunya sebentar, saga ingin bicara dengan anda," ucap Dirga meminta izin.


"Maaf, saya tidak ada waktu," Sepertinya Yuan ingin menghindari Dirga mungkin di hatinya ada rasa kesal dan sakit karena Dirga.


Yuan ingin kembali melajukan motornya lagi tapi kembali di halangi oleh Dirga.


"Saya mohon. Ikutlah dengan saya sebentar. Hanya sebentar saja," Bujuk Dirga. Bagaimana mungkin dia akan diam saja saat Yuan ingin pergi. Tidak mungkin kan dia akan pulang tanpa hasil apapun yang dia bawa pulang.


"Baiklah, tapi hanya sebentar. Saya tidak punya banyak waktu," Kata-kata Yuan begitu dingin.


Alhamdulillah, akhirnya Dirga merasa sangat lega karena Yuan mau ikut dengannya.


***********


Di sinilah Dirga juga Yuan berada sekarang. Di salah satu kafe di Jogja. Mereka akan lebih nyaman bicara di sana juga bisa menikmati minum kopi.


"Apa yang membawa Anda datang menemui saya, apakah tidak cukup Anda mengambil Kanaya dari saya?" Begitu kesal hati Yuan.

__ADS_1


Jika mengingat-ingat semua yang sudah dia lalui dengan Kanaya dan itu terputus begitu saja karena orang yang masuk dengan paksa di kehidupan Kanaya dan mengambil darinya itu sangat menyakitkan.


"Saya juga ada pertanyaan untuk Anda. Mahabbah seperti apa yang anda gunakan untuk bisa mengendalikan hati Kanaya. Aku yakin Anda tidak menggunakan cara yang baik untuk mendapatkannya tapi dengan mahabbah, benar begitu kan?"


Dirga terpaku tanpa kata. Matanya membulat ke arah Yuan dengan rasa tak percaya. Bagaimana bisa Yuan tau apa yang dia lakukan apakah dia bisa melihat apa saja yang dia lakukan?


"Kenapa, apa yang saya katakan benar kan?" Yuan menyungging tipis.


"Tapi apapun yang anda lakukan saya tidak memperdulikan lagi karena semuanya juga sudah terjadi. Saya hanya minta, bahagiakan Kanaya."


Begitu berharap Yuan untuk itu. Meski dia masih belajar untuk ikhlas tapi dia akan tetap berusaha. Cintanya akan tetap ada meski tak bisa memilikinya.


Mata Yuan langsung berkaca-kaca setelah mengatakan hal itu. Terlalu sakit untuk di kenang semua kenangan-kenangan manis tapi juga begitu susah untuk di lupakan.


"A_aku memang salah. Maafkan aku. Tapi aku sangat mencintainya," Sadar sesadar sadarnya kalau yang Dirga lakukan memang salah.


"Apakah itu benar cinta atau hanya sebuah obsesi?" Yuan menegaskan.


"Saya benar-benar mencintainya. Saya rela melakukan apapun untuk membuatnya bahagia," Dirga juga menegaskan.


"Lalu, apa maksud kedatangan anda ke sini. Apakah anda hanya mau menertawakan saya?"


"Bukan begitu, tapi ini yang membuat saya datang. Apakah ini benar-benar dari anda? Apakah selama ini anda dan Naya selalu berhubungan dengan surat?" Beberapa surat Dirga keluarkan dari saku celananya.


Yuan tersenyum lucu, bagaimana mungkin dia akan mengirimkan surat pada Kanaya kalau dia sendiri saja tidak tau di mana alamatnya.


"Jangan mengada-ngada mana mungkin saya akan kirim surat padanya. Saya tidak tau alamatnya, jika saya tau dan saya ingin saya langsung datang ke sana dan merebut Kanaya lagi. Tapi saya tidak seperti itu."


"Aku mencintainya, dan aku yakin lebih besar dari yang anda punya. Cintamu egois, Tuan. Cintamu pemaksa!" Tegas Yuan.


Tangannya mengambil surat-surat itu membukanya satu persatu.


Mata Yuan terbelalak, bagaimana bisa surat-surat itu atas nama dirinya dan kata-katanya? Itu sangat tidak masuk akal. Memang yang ada di tulisan itu semuanya benar, tapi Yuan tidak seperti itu.


"Ini bukan diri saya. Saya berani sumpah ini bukan saya yang mengirimnya."


"Lalu?"


...***********...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2