Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Kecurigaan Kanaya


__ADS_3

******


Setelah menyiapkan keperluan Dirga yang ada di kamar Kanaya bergegas kembali keluar untuk menyiapkan makan siang kesukaan Dirga. Tentu saja Kanaya tidak sendiri melakukan itu karena dibantu oleh asisten rumah tangganya begitu juga dengan wak Ami.


Kanaya juga akan membiarkan Dirga untuk istirahat sebentar dan setelah itu dia baru akan memanggilnya untuk makan, atau mungkin dia yang akan membawakan makanan kita ke dalam kamar.


"Dirga lagi istirahat, Nay?" tanya wak Ami.


"Iya, Wak." Kanaya terus sibuk berada di dapur untuk menyiapkan sendiri makanan kesukaan Dirga. Sementara yang lain menyiapkan untuk makan siang mereka bersama.


Tiga hari tidak membuatkan makanan untuk Dirga rasanya Kanaya ini membuatkan yang lebih spesial, tentu dengan cara seperti itu akan bisa membuat hubungan mereka semakin erat.


"Pelan-pelan, Nay. Jangan terlalu di paksakan," kembali Wak Ami menegur karena Kanaya lagi-lagi melakukannya begitu buru-buru karena saking semangatnya.


"Iya, Wak. Ini sudah pelan kok," jawab Kanaya.


Wak Ami hanya bisa menggeleng karena keponakannya tersebut, dia mengatakan pelan-pelan padahal dia dari tadi terus buru-buru mungkin karena dia tidak sabar ingin menyuguhkan makanan kesukaan suaminya.


Setelah beberapa saat bergulat di dapur akhirnya Kanaya berhasil menyelesaikan masakannya dan semuanya tinggal dihidangkan di meja saja. Kanaya pun juga melakukannya sendiri dia benar-benar hanya ingin dia yang membuat segalanya untuk Dirga tanpa ada campur tangan dari orang lain.


Setelah semuanya tersaji di meja makan Kanaya langsung bergegas kembali ke kamar untuk memanggil Dirga. Pastilah Dirga sudah sempat istirahat selama Kanaya memasak masakan kesukaannya.


Setelah sampai di kamar ternyata Dirga masih berada di kasur dengan memejamkan mata sepertinya dia sangat lelah dan tidurnya terlihat begitu lelap sekali.


"Mas," panggil Kanaya.

__ADS_1


Kanaya hendak duduk di tepi ranjang di sebelah Dirga berada untuk segera membangunkan tetapi belum juga dia berhasil duduk matanya melihat meja rias yang terdapat sisir yang kemungkinan dipakai oleh Dirga.


Bukan sisirnya yang membuat Dirga menghentikan langkah dan pergerakannya tetapi disisir tersebut begitu banyak rambut yang rontok.


"Tumben rambut mas Dirga rontok?" Kanaya juga sempat mengambil gambar tersebut memastikan bahwa itu bukan rambut miliknya tetapi milik Dirga.


Dan ternyata benar rambut yang rontok itu adalah milik Dirga karena terlihat sangat pendek jelas itu bukan miliknya.


Kanaya kembali meletakkan sisir di tempat semula dan juga langsung duduk di tepi ranjang.


"Mas, makannya sudah siap bangun dulu yuk dan kita makan bersama."


Perlahan tangan Kanaya menyentuh bahu Dirga dan dengan mudah Dirga langsung bangun begitu saja.


"Mas, mas tidak apa-apa, kok masih terlihat pucat ya?" tanya Kanaya penasaran.


"Hem? Ti_tidak. Mas tidak apa-apa. Mungkin istirahatnya masih kurang." jawab Dirga yang masih berbohong. Padahal kemarin dia berjanji akan mengatakan semuanya yang terjadi kepada Kanaya, tapi kenapa sekarang dia ingkar?


Perlahan kaki Dirga turun hingga menyentuh lantai sementara Kanaya, dia masih duduk di tempat.


"Ayo, katanya mau makan?" Dirga menghentikan langkah setelah melihat Kanaya yang masih duduk di tempat dengan perasaan yang lain. Entah apa tetapi hatinya sangat gelisah.


"Kok malah diem, ayo!" Dirga kembali menghampiri Kanaya lalu menarik tangannya hingga berhasil membuatnya berdiri, bergegas Dirga menggandeng Kanaya untuk makan siang seperti yang di katakan oleh Kanaya tadi.


Dalam perjalanan menuju tempat makan Kanaya terus diam namun mengamati Dirga dari samping sementara suaminya itu terus bertingkah seperti biasanya berharap tidak ada kecurigaan dari Kanaya, tapi tetap saja itu menumbuhkan kecurigaan di hati Kanaya.

__ADS_1


'Sebenarnya apa yang terjadi kepadamu Mas? Ada hal lain yang terlihat di wajahmu tetapi kamu berusaha untuk menyembunyikannya dariku. Naya harap kamu tidak menyembunyikan sesuatu dariku,' batin Kanaya.


Meskipun sangat penasaran tetapi Kanaya membalas senyuman yang dilontarkan oleh Dirga padanya, tentu dia ingin terus berusaha untuk sejuk ketika suaminya memandang meski hanya tersenyum saja.


Sesampainya di ruang makan keduanya langsung duduk namun tangan Kanaya langsung sibuk mengambilkan makanan untuk Dirga terutama makanan kesukaannya.


"Makan yang banyak, Mas." kata Kanaya seraya memberikan piring yang penuh dan sudah komplit dengan lauk pauknya.


"Terima kasih, Sayang." tentu Dirga sangat berterima kasih kepada Kanaya bahkan dia juga merasa sangat beruntung karena bisa memiliki istri yang senantiasa melayaninya dengan sangat baik.


Mulai Dirga mau makan makanan yang ada di piringnya sendiri sementara Kanaya dia masih mengambil makanan untuk dirinya.


"Oh iya, Mas. Tadi Naya lihat di sisir di kamar kok rambut mas rontok banyak sekali, Mas ganti shampo?"


Uhuk uhuk uhuk...


Dirga langsung tersedak ketika Kanaya bertanya akan hal itu. Jelas itu bukan karena dia yang ganti shampo melainkan karena efek dari dia yang menjalankan kemo.


"Mas, hati-hati dong." Kanaya langsung memberi segelas air putih untuk Dirga dengan sebab langsung diteguk hingga habis. Lagi-lagi hal itu membuat Kanaya curiga, Kenapa hanya dengan bertanya seperti itu Dirga bisa langsung batuk.


Bukankah itu ada yang aneh?


********


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2