
...****************...
Penyakit yang di derita oleh Dirga memang belum terlalu parah kata dokter juga masih ada kemungkinan besar untuk bisa di sembuhkan, karena itulah Durga yakin dia tidak perlu memberitahu semua orang karena takut mereka akan panik berlebihan. Apalagi Kanaya?
Kanaya sedang hamil, kata dokter dia tidak boleh terlalu berpikir keras entah itu masalah apapun karena itu akan mempengaruhi kesehatan keduanya, dan karena itu juga Dirga tak berniat memberitahu dia.
Dirga yakin kalau dia akan sembuh tanpa semua orang tau, dan jika sudah sembuh dan keadaan sudah memungkinkan maka Dirga akan katakan pada semuanya. Tapi tidak untuk sekarang, apalagi mengingat kesehatan Abi_nya yang beberapa hari ini juga menurun.
Dirga selalu saja sendiri datang ke rumah sakit untuk check up, tak ada yang menemani bahkan pak Danu orang kepercayaannya saja tidak di beritahu, semua benar-benar di sembunyikan oleh Dirga.
Begitu pintar Dirga menyembunyikannya dan tentu juga begitu rapat sampai-sampai Safira yang terus mencari tahu sampai sekarang juga belum menemukan apa-apa.
Setiap pulang check up Dirga pasti akan langsung pulang, dia langsung istirahat di rumah. Jika Kanaya bertanya karena pulang lebih awal alasannya selalu saja karena pekerjaannya sudah selesai atau kalau tidak dia merasa lelah.
Ya! seperti saat ini, dia sudah pulang dan sudah berbaring di kasur masih lengkap dengan jas nya.
"Mas, mas terlihat lelah sekali apa perlu Nay pijitin?" Kanaya menghampiri lalu duduk di sebelahnya.
"Tidak usah, kamu juga sudah capek kan?" Dirga duduk dan juga langsung tersenyum. Mengelus pipi Kanaya sesaat lalu beralih ke perut Kanaya yang sudah buncit.
__ADS_1
"Bagaimana, dia baik-baik saja kan?" tanya Dirga.
Kanaya langsung mengangguk, semua dalam keadaan baik-baik saja termasuk Kanaya.
"Alhamdulillah," Dirga membungkuk lalu memberikan kecupan singkat di perut Kanaya, dia sangat suka melakukan itu.
Kehamilan Kanaya begitu besar pengaruh untuk Dirga, dia menjadi semangat dalam hal apapun dan dia juga semangat untuk berobat supaya bisa sembuh, padahal dulu dia paling tidak suka yang namanya berobat.
"Terima kasih ya, Nay. Sudah menyempurnakan hidup, Mas. Sebentar lagi hidup kita akan benar-benar sempurna dengan kehadirannya," Dirga tersenyum.
"Iya, Mas. Makasih juga sudah memilih Nay dan membuat hidup Nay sempurna," jawab Kanaya yang merasa lebih beruntung di bandingkan dengan Dirga.
"Hem," Dirga mengangguk. Sebisa mungkin dia selaku bisa menyembunyikan rasa sakit atau entah rasa apapun yang akan membuat Kanaya sedih, dia hanya ingin Kanaya selalu tersenyum bahagia.
"Hem, apapun akan mas makan," Dirga kembali tersenyum dan dia satu jari-jarinya kembali bergerak.
Ada rasa geli ketika Dirga melakukan itu dan membuat Kanaya tersenyum menahan.
Mata Dirga membulat dan langsung menatap wajah Kanaya tidak percaya ketika dia merasakan perut Kanaya bergerak.
__ADS_1
"Dia bergerak," katanya begitu senang.
Kanaya sendiri mengangguk membenarkan kini tangan Kanaya juga ikut menyentuh perutnya sendiri sembari menunduk.
Alangkah bahagianya orang calon orang tua di saat-saat seperti sekarang ini. Merasakan calon anak mereka bergerak ketika masih di dalam perut sangat bunda.
"Assalamu'alaikum, anaknya Abi." sapa Dirga.
"Wa'alaikumsalam, Abi," Kanaya yang mewakili untuk menjawab itupun dengan suara anak kecil dan berhasil membuat mereka berdua tertawa bersama-sama.
"Eh, gerak lagi!" kebahagiaan semakin besar dari Kanaya juga Dirga menikmati setiap perkembangan anak mereka yang sekarang sudah mulai aktif bergerak. Tidak terlalu kuat sih tapi sudah cukup terasa jika tangan Dirga berada di perut Kanaya.
Sementara Kanaya, dia merasa geli-geli gimana gitu ketika anaknya itu bergerak. Ada sensasi dan juga kebahagiaan yang begitu besar yang hadir dan ada rasa penuh haru.
"Cepat besar ya, Sayang. Dan cepat lahir ke dunia supaya umi dan abi bisa melihat wajah kamu," wajah Dirga sedikit mendongak dan melihat ke arah Kanaya. Dia terlihat sangat bahagia.
"Iya, Abi." Lagi-lagi Kanaya yang menjawab.
'Ya Allah, berikan aku kesembuhan supaya aku bisa terus bersama mereka dan selalu menjaga mereka,' batin Dirga di tengah-tengah kebahagiaan.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...