
'Aku tak akan memaksamu untuk bertahan tapi aku juga tak akan menyuruh kamu untuk pergi. Semua aku serahkan kepada_mu karena kamu yang berhak menentukan segalanya tentang jalan hidupmu, bukan aku. Pilihlah apa yang hatimu katakan.'
#Dirga Gantara.
''Bagaimana jika aku tidak akan pergi, apakah Tuan akan menjelaskan pada saya dengan sejujurnya? aku hanya membutuhkan kejujuran karena semua hubungan akan berjalan dengan baik jika tak ada kebohongan.''
Kini Kanaya sudah mulai begitu banyak bicara, tak seperti kemarin yang terus bersuara tapi karena jeritan akan rasa takut.
'Kanaya\_ku telah kembali seperti dulu lagi. Kanaya yang begitu banyak bicara, semoga senyummu juga akan secepatnya kembali, Nay,' batin dirga penuh harap.
''Bagaimana, Tuan. Apakah anda akan menceritakan semuanya pada saya?''
''Ya,'' Suara Kanaya berhasil menyadarkan Dirga yang tengah melamun memandang Kanaya, sekali lagi Dirga di buat terpesona pada Kanaya meski sekarang wajahnya tak mulus seperti sebelumnya karena terdapat lebam akibat pukulan Dirga kemarin.
''Sadisme adalah sebuah kelainan, Nay. Kelainan s\*k yang bisa di alami oleh sebagian orang, dan kebanyakan yang menderita seperti itu adalah laki-laki.''
Tak ragu lagi Dirga menjelaskan pada Kanaya dengan apa yang telah dia alami saat ini. Entah Kanaya akan benar-benar menerimanya atau tidak itu urusan belakangan yang penting dia sudah berusaha menjelaskan padanya.
''Ke\_kelainan yang seperti apa?''
Ternyata Kanaya tak mendengar semua dengan jelas apa yang tadi Savira jelaskan, atau mungkin dia hanya menguji kejujuran Dirga saja. Mungkin?
''Seperti yang aku lakukan padamu kemarin, Nay. Itu lah yang terjadi pada penderita Sadisme. Dan aku memiliki itu, Nay. Sekarang katakan. Apakah kamu masih mau bertahan bersamaku setelah mengetahui itu dariku?'' Dirga menatap Kanaya lekat.
Kanaya yang sangat syok juga tak percaya. Ternyata di balik semua kelembutan dan jiwa penuh kasih sayang dari Dirga juga terdapat jiwa monster yang sangat mengerikan.
Sekarang apa yang harus Kanaya lakukan, bertahan dan membantu untuk kesembuhan Dirga atau mungkin pergi menjauh darinya dan melupakan juga mengakhiri semua yang baru di mulai ini?
''Maafkan aku yang tidak bisa sempurna untuk kamu, Nay. Tapi aku bisa apa, aku juga tak bisa apa-apa selain menerima dan berusaha dan berjuang untuk bisa sembuh dari ini. Bukan hanya kamu yang tersiksa, tapi aku lebih dari itu.''
__ADS_1
''Setiap mengingat semuanya dan melihat penderitaan\_mu aku hanya bisa merasakan sakit juga menyesal. Aku juga tak bisa melakukan apapun karena aku yakin kamu juga tidak akan menerima itu, iya kan?''
Ya! setiap Dirga mendekat saja Kanaya selalu ketakutan dan juga mengusirnya, jadi bagaimana mungkin dia akan menerima kehadiran Dirga untuk membantu kesembuhannya.
Kanaya terus bergelut dengan pikirannya, jika dia tetap bertahan apakah dia yakin akan kuat mendapatan rasa sakit yang seperti kemarin yang masih membekas hingga hari ini?
Tetapi jika dia pergi, bagaimana dengan sebuah prinsip yang sudah dia tanam jauh sebelum pernikahan ini terjadi. Prinsip yang Kanaya buat sendiri dengan sebuah janji pada diri sendiri juga kalau dia tidak akan pernah mundur dan tidak akan pergi dari pernikahan yang seperti apapun.
Hidup hanya sekali, cinta hanya sekali menikah pun juga hanya sekali. Itulah prinsip yang Kanaya buat. Dia pikir dulu akan bisa dengan mudah menjalani prinsipnya itu tapi ternyata sangatlah sulit. Itu sangat berat.
Bagaimana kalau Kanaya melanggar sendiri prinsipnya? apakan dia akan bahagia atau akan lebih menderita dari sekarang.
Prinsip Kanaya hanyalah sebuah prinsip yang di buat oleh dirinya yang seorang hamba, semua yang terjadi tetap akan Kanaya pasrahkan pada Sang Pencipta. Entah bagaimana kelak jalan hidup yang dia dapatkan. Entah sesuai dengan prinsipnya atau tidak. Wallahua'lam.
Dirga terkesiap mendengar itu dari Kanaya, tak bisa dia percaya kalau Kanaya siap untuk itu semua. Dengan menerima itu berarti dia akan siap mendapatkan kekerasan lagi saat Dirga menginginkannya.
Sekarang malah Dirga yang ragu untuk menerima izin dari Kanaya. Jelas Dirga tak mau menyakiti Kanaya lagi. Dia tidak akan sanggup melihat istri tercintanya itu akan semakin menderita.
Sungguh, Dirga menjadi seperti orang yang munafik sekarang. Hati Juga pikirannya tidak sejalan. Dia ingin Kanaya tetap ada bersamanya tapi dia juga tak mau menyakitinya lagi.
''Apa kau yakin dengan apa yang kamu katakan barusan? kamu akan mendapatkan hal yang seperti kemarin setiap saat, Nay.''
Kini tak ada keraguan dalam hati Kanaya untuk maju. Ini adalah pertempurannya yang pertama dalam perjalanan rumah tangganya.
Dengan dia menerima menikah dengan Dirga dia memang harus menerima semuanya. Termasuk hal ini yang sebenarnya tak pernah terlintas dalam pikirannya.
__ADS_1
''Bantu aku untuk bisa kuat menghadapi ini. Kita lawan bersama-sama pertempuran ini. Kita jemput kemenangan kita di waktu yang akan datang. Tak peduli berapa lama, Aya yakin kita pasti akan menang.''
Tetesan air mata haru keluar dari Dirga. Ternyata dia benar-benar mendapatkan semua intan yang sangat berharga dalam hidupnya. Intan yang tak bisa di bandingkan dengan apapun.
Dirga tersedu di hadapan Kanaya, tak sanggup dia menahan gejolak itu untuk tetap bertahan di dalam matanya.
Ragu-ragu tangan Kanaya terangkat, menghapus air mata Dirga dengan tangan yang masih tetap gemetar.
''Me\_menangis boleh, tapi tidak boleh berlebihan. Tersenyumlah, karena itu yang lebih baik,'' ucap Kanaya.
Dirga tersenyum, rupanya Kanaya ingat dengan perkataan yang dia katakan setelah pernikahan kemarin. Disaat Kanaya mengatakan hal yang seperti Dirga katakan untuknya.
Kanaya menyusul tersenyum, meski masih terlihat jelas ada sebuah ketakutan tapi juga terlihat jelas kalau Kanaya mencoba untuk melawannya.
Savira yang kebetulan lewat untuk mengambil minun dan mendengar percakapan keduanya kini ikut menitihkan air matanya. Betapa campur aduk perasaan Savira, tentu dia sangat senang.
Dia sudah sangat yakin dari kemarin kalau Kanaya akan menerima apapun yang terjadi pada Dirga jika Dirga mau jujur, dan ternyata semuanya adalah benar.
'Aku tau ini, Ga. Istrimu adalah wanita baik. Dia tidak tergila-gila dengan hartamu meski tau kamu adalah orang yang sangat kaya. Dia adalah wanita yang sangat tulus dan sangat pantas mendapatkan semua kasih sayangmu. Semoga kamu cepat sembuh, Ga. Dan kalian bisa hidup bahagia,' batin Savira.
Satu yang masih tak berani Dirga katakan, dia sangat takut mengatakan tentang mahabbah yang dia lakukan untuk mendapatkan Kanaya.
Mungkin Dirga tidak mau kehilangan kesempatan ini. Kanaya sudah mau menerimanya dan dia takut jika jujur tentang mahabbah\_nya.
'Maafkan aku, Nay. Masih ada satu yang tak bisa aku katakan sekarang. Semoga suatu saat nanti kamu akan tetap menerimaku dan kembali memberi kesempatan setelah mengetahuinya,' batin Dirga.
Keduanya masih terus tersenyum dengan mata yang masih bertemu. Sungguh, ini adalah hal yang paling membahagiakan untuk Dirga.
__ADS_1
Bersambung......