Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Izin Dirga


__ADS_3

...****************...


Penyakit yang di anggap sepele oleh Dirga hingga dia tidak mengatakan pada siapapun ternyata tidak se_sepele seperti apa yang dia pikirkan.


Begitu cepat penyakit itu berkembang dalam kepalanya dan membuat Dirga semakin sering kesakitan. Meski seperti itu tetap saja dia selalu mengatakan kalau dia tidak kenapa-napa.


"Nay, Hem... besok mas ada kerjaan dan harus keluar kota dalam tiga hari."


Ucapan Dirga jelas langsung menghentikan pergerakan Kanaya yang tengah menggambar desain baju.


"Kok tiba-tiba, Mas. Biasanya mas akan mengatakan jauh-jauh hari sebelumnya?"


Kanaya langsung menoleh bahkan dia juga langsung berdiri untuk menghampiri Dirga.


"Mas juga baru dapat telfon barusan, Nay, dan mas tidak bisa minta siapapun untuk menggantikan mas. Mas harus datang sendiri," jawab Dirga.


Tangannya sudah menyentuh tangan Kanaya yang sang empu nampak gelisah entah kenapa tapi dia benar-benar merasa sangat gelisah saat ini.


"Apa beneran tidak bisa di wakilkan, hari-hari ini mas terlihat tidak sehat Nay khawatir, Mas.

__ADS_1


Tentu Kanaya akan sangat khawatir kepada suaminya itu. Istri mana yang tidak akan khawatir kalau suaminya akan pergi tidak sebentar dengan keadaan yang sedang tidak baik-baik saja.


"Mas tidak apa-apa, Nay. Mas akan baik-baik saja sampai pulang nanti. Mas janji akan pulang secepatnya setelah semuanya selesai."


Begitu berusaha Dirga untuk meyakinkan Kanaya untuk mengizinkan dia pergi. Dia benar-benar harus pergi karena semua itu demi kesehatannya.


"Baik deh, tapi benar ya. Mas harus secepatnya pulang. Mas juga harus terus mengabari Naya ketika di sana."


Dengan berat hati Kanaya mengizinkan Dirga untuk pergi yang dengan menggunakan alasan tentang pekerjaan padahal sebenarnya dia pergi untuk kesehatannya.


'Maafkan Mas ya Nay. Mas belum bisa jujur kepadamu tetapi Mas janji setelah pulang nanti mas akan jujur dan akan katakan semuanya kepadamu tentang apa yang Mas alami sekarang.' batin Dirga.


Ternyata Dirga sudah memiliki niat untuk mengatakan semuanya kepada Kanaya. Mungkin dia tidak mengatakannya sekarang karena takut Kanaya akan melarang untuk pergi atau mungkin dia akan ikut dan Dirga tidak mau itu karena takut Kanaya akan kelelahan.


Kanaya kembali beranjak namun bukan pergi ke tempat yang tadi melainkan untuk membereskan semua barang-barang yang akan dibawa oleh Dirga.


Dirga mengikuti langkah kaki dari Kanaya dan membantu membereskan semua barang-barangnya sendiri sekaligus untuk memastikan bahwa semua tidak ada yang ketinggalan.


"Mas pasti akan sangat merindukan mu," belum juga selesai dalam membereskan semuanya Dirga menghentikan pergerakan Kanaya dengan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Tentu dia akan sangat merindukan istrinya yang setiap hari selalu bersamanya dan menemani semua aktivitasnya ketika berada di rumah dan juga selalu mendukungnya dan mendoakannya di setiap Dirga berada di luar rumah.


"Kalau begitu berarti Mas jangan lama-lama perginya. cepatlah kembali karena kami akan selalu menunggu kepulangan Mas. juga selalu mendoakan keselamatan Mas hingga sampai rumah kembali."


Kanaya membiarkan Dirga memelukmu dari belakang dia juga sangat nyaman dengan posisi seperti itu apalagi ketika Dirga juga mengelus perutnya yang kian lama semakin terlihat.


Entah kenapa di setiap tangan Dirga menyentuh perutnya saat itu juga anak yang masih dalam kandungan itu terus saja bergerak seolah dia menyampaikan bahwa dia sangat senang ketika Abi_nya menyentuh.


Mungkin anaknya memang menyukai sentuhan tangan dari Dirga jangan selalu memberikan kasih sayang kepada Kanaya dan selalu berusaha memberikan apapun ini istrinya itu inginkan.


"Eh, dia bergerak lagi!" tawa Kanaya dan Dirga bersamaan dengan perut yang terus bergerak. Begitu bahagia mereka berdua merasakan perkembangan dari anak mereka yang begitu baik dan semakin lama semakin jelas terlihat begitu aktif.


"Iya, dia sangat senang sepertinya, Mas."


"Abi, jangan lama-lama ya perginya. Abi harus secepatnya pulang dan bisa bermain lagi dengan kami," ucap Kanaya.


Wajahnya lalu menoleh ke arah Dirga dan saat itu langsung mendapatkan kecupan hangat di pipinya dari Dirga.


'Ya Allah, tetapkan lah kebahagiaan ini untuk kami. Jangan Engkau ambil kebahagiaan ini meski hanya sebentar saja.' batin Kanaya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung....


__ADS_2