Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Persiapan Pernikahan2


__ADS_3

...****************...


Menjelang pernikahan Zein juga Muna semua orang sudah bersiap. Tempat acara sudah mulai di penuhi oleh para tamu undangan.


Sahabat, kerabat juga seluruh anggota jauh ataupun dekat satu persatu berdatangan. Semua tampak bahagia dengan semua acara yang sari persatu juga sudah mulai di lakukan.


Tak ada rasa lelah meski mereka semua bekerja dengan sangat keras. Melakukan semua tanpa henti dari semua yang mempersiapkan dari hidangan dari memasak sampai benar-benar ke tempat hidangan juga para keluarga inti termasuk mempelai ketika menyambut para tamu undangan yang berdatangan sebelum hari_H.


Begitulah cara atau adat istiadat di desa yang tengah melaksanakan hajatan. Memang desa Muna sudah tidak di katakan desa banget karena sudah dekat dengan kota tapi semua adat-istiadat juga gotong royong dan saling nyengkuyung masih di terapkan di sana.


Hari ini adalah acara untuk penerimaan tamu yang jauh-jauh sementara esok adalah acara akad yang akan di hadiri oleh orang-orang yang benar-benar terdekat saja.


Istilahnya, mantu besar-besaran...


Semua sanak saudara di undang untuk berbagi kebahagiaan juga meminta doa restu doa kebaikan untuk kedepannya Muna dalam menjalani mahligai rumah tangga.


Kanaya juga Dirga tentu juga datang di saat itu, meski akhirnya Kanaya hanya bisa membantu alasan kadarnya tapi mereka tetap mengundangnya.


Dirga juga terus mewanti-wanti Kanaya untuk tidak terlalu lelah dan tidak boleh mengangkat barang-barang berat, hingga akhirnya Kanaya hanya membantu membungkus kue-kue saja.


Sesekali Kanaya merasa mual ketika mencium aroma yang menyengat tetapi sesekali dia juga merasa begitu Ingin memakan apa yang ada di hadapannya. Sungguh sangat aneh tadi itulah yang terjadi yang dialami dalam kehamilannya.

__ADS_1


Orang-orang di sana semua juga pada baik terhadap Kanaya mereka sangat tahu, dan tentu tidak mau memaksa Kanaya untuk melakukan hal-hal yang berat.


Mungkin itulah kebahagiaan seorang perempuan yang tengah hamil. Bukan hanya suami dan juga keluarga saja yang memperhatikan tapi semua orang sekeliling juga sangat memperhatikan hal itu.


Melihat dari kejauhan Kanaya yang sudah terlihat sangat lelah Dirga langsung menghampiri dan juga mengajak Kanaya untuk pulang.


"Nay, kamu terlihat lelah kita pulang dulu untuk istirahat," ajak Dirga.


"Iya, Mas," Kanaya langsung nurut.


"Mari, Bu," Kanaya seketika beranjak dan langsung pergi setelah pamit pada semua ibu-ibu yang ada di sana.


Begitu senang orang-orang yang melihat keharmonisan antara Dirga dan juga Kanaya. Melihat pasangan itu jelas semua juga ingin sama sepertinya.


...****************...


"Lelah ya, mau mas gendong saja pulangnya?" Dirga menghentikan langkah sembari menawarkan pada Kanaya.


Dirga begitu tak tega melihat Kanaya yang terlihat sangat kelelahan, siapa tau Kanaya akan menerima dan akan bisa di gendong oleh Dirga.


"Tidak usah, Mas. Naya masih masih kuat jalan sendiri kok. Lagian juga sudah mau sampai rumah kan?"

__ADS_1


Dirga tidak tega kalau sampai Kanaya kelelahan sementara Kanaya tidak tega akan hal yang sama yang akan di alami oleh Kanaya ketika menggendongnya.


Mereka sungguh pasangan yang saling mengerti satu sama lain.


"Sudah, sini mas gendong," Dirga tetap kekeuh dan akhirnya berjongkok di hadapan Kanaya.


"Tidak usah, Mas. Malu sama anak-anak," Kanaya menoleh-noleh dan terlihat ada beberapa anak yang melihat mereka berdua.


"Sudah, tidak usah di lihat. Tidak usah malu pada mereka mereka semua pasti sangat mengerti keadaan mu. Yuk," Dirga tetap setia menunggu.


Dengan ragu Kanaya mulai naik di atas punggung Dirga dan Dirga pun perlahan mulai berdiri.


"Ternyata kamu masih sama saja, Nay. Sepertinya kamu makannya kurang banyak deh."


"Ya, bagaimana mau makan banyak mas, bau beberapa makanan saja rasanya sangat mual."


"Sabar ya, semua nikmati saja setiap langkahnya dan semua akan terasa sangat menyenangkan. Bahkan bersyukurlah, karena Alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan kepada kita begitu cepat."


"Iya, Mas."


Dirga mulai berjalan dan juga terus berbincang dengan Kanaya. Perut yang memang belum besar membuat Kanaya masih merasa nyaman kalau di gendong tapi entah besok kalau sudah besar.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2