Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Berjuta Kebahagiaan


__ADS_3

...****************...


Kembali Kanaya mendapatkan hasil terbaiknya untuk paket C yang dia ikuti selama ini. Kembali dia juga mendapatkan penghargaan karena hasil nya yang sangat bagus. Dia mendapatkan nilai tertinggi dari teman-teman yang lainnya.


Kebahagiaan semakin bertambah untuk Kanaya, akhirnya dia bisa mendapatkan ijazah yang setara ijazah SMA.


Dengan ijazah ini Kanaya bisa melanjutkan studinya di Fakultas yang dia ingin dan tentu dengan jurusan yang akan menambah ilmu untuknya.


Padahal Kanaya kursus di bidang menjahit tapi menyatakan jika dia bisa kuliah dia ingin mengambil jurusan bisnis. Entah kenapa tapi dia sangat ingin bisa menguasai ilmu yang sama dengan suaminya.


Dia bisa saja menjadi desainer dan bisa mendirikan butik di kemudian hari tapi dia juga bisa berbisnis bukan, jadi semua bisa dia lakukan. Kanaya ingin menjadi wanita yang multitalenta yang bisa melakukan apapun, bukan hanya satu dua keahlian saja. Tapi semuanya ingin dia jajal.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa lulus dan mendapat nilai terbaik, Nay," ucap Dirga begitu bahagia.


Terus saja ucapan selamat dan rasa bangga terus keluar dari Dirga. Tidak pernah dia sangka kalau semua akan berjalan seperti yang dia inginkan.


"Alhamdulillah, semua ini juga berkat doa dari kamu, Mas," Kanaya membalas senyuman dadi Dirga.


Di dalam mobil di perjalanan untuk pulang mereka berdua terus di selimuti kebahagiaan yang akan menambah warna lagi untuk kehidupan mereka berdua.


"Kita beneran akan pulang dulu atau jalan-jalan dulu?" tanya Dirga.


"Naya ikut mas saja," Kanaya mah akan selalu pasrah dengan apa yang ingin Dirga lakukan. Kalau dia minta yang pasti akan langsung di kasih.


Dirga benar-benar mengajak Kanaya untuk jalan-jalan. Pergi berdua saja ke tempat-tempat yang indah akan semakin menambah kedekatan untuk keduanya. Dirga akan selalu melakukan itu, meluangkan waktu untuk bisa selalu membahagiakan Kanaya dan membuatnya tidak merasa bosan dengan kegiatan sehari-harinya.


Hingga akhirnya mobil mereka berhenti di salah satu wisata di Semarang. Ayana Gedong Songo.


Ayana Gedong Songo berlokasi di Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Di sana semua pengunjung bisa nongkrong sambil menikmati beragam spot cantik yang yang tentunya sangat indah dan akan begitu di nikmati.


Di sana memang menyediakan banyak spot yang bisa dipakai para pengunjung untuk berfoto, di antaranya ada bubble tent, balon udara, tempat duduk unik di tengah kolam, dan hammock. Suasananya pun begitu menyegarkan, karena Ayana berada cukup jauh dari hingar bingar lalu lintas.


Untung Dirga tak pernah meninggalkan kameranya jadi dia bisa mengabadikan semua momen kebersamaan mereka berdua di semua spot yang sudah di sediakan.


"Mas ini sangat indah," mata Kanaya begitu terpaku penuh hingar bahagia melihat semuanya. Tempatnya memang sangat indah dan mata Kanaya seakan benar-benar di manjakan.

__ADS_1


Semua rasa lelah terasa musnah setiap melihat keindahan dan juga bisa menghirup udara yang begitu segar.


Kanaya begitu antusias, dia bahkan berlari lebih dulu untuk masuk ke area wisata untuk melihat semuanya.


"Bagaimana kalau kita naik balon itu?" tanya Dirga dengan tangan yang menunjuk ke arah salah satu balon yang cukup besar. Tapi mereka hanya ingin mengambil foto saja untuk di abadikan.


"Boleh," Kanaya mengangguk dengan semangat dia bahkan sudah langsung berlari mendahului Dirga.


Seandainya tadi langsung pulang maka Dirga tidak akan melihat kebahagiaan dari Kanaya yang seperti sekarang ini. Alhamdulillah, kini dia bisa melihat pemandangan yang indah dari alam juga dari wajah Kanaya yang terus memancarkan senyum yang lebih indah dari apapun.


"Mas, foto ya," Kanaya begitu ingin. Tempat itu sangat indah akan sangat sayang jika di lewatkan.


Dirga mengangguk dia juga langsung mengambil beberapa foto dari Kanaya menggunakan kamera itu.


"Mas, bisa minta tolong fotoin kami?" kebetulan ada pengunjung lain yang melintas dan Dirga langsung berinisiatif untuk meminta bantuannya.


"Bisa mas," jawabnya yang bersedia membantu.


Beberapa jepretan di ambil oleh orang yang sama sekali tidak di kenal itu. Seperti orang itu juga orang di sekitar situ saja.


"Sama-sama, Mas," Dirga begitu berterimakasih Dirga orang itu tapi Dirga berniat memberikan beberapa uang untuk orang itu tapi orang itu menolak sebelum Dirga berhasil mengambil uang di dalam dompetnya.


"Tidak usah, Mas. Saya ikhlas membantu." ucapnya menghentikan pergerakan tangan Dirga.


"Tapi, Mas."Dirga sangat enggan karena orang itu menolak. Dirga kan selalu tidak ingin merepotkan orang lain sebenarnya dan juga tidak mau berhutang budi pada siapapun.


"Nggak apa-apa, Mas." ucap orang itu. "Saya permisi, silahkan nikmati jalan-jalannya," orang itu malah berlalu pergi


"Kalau begitu saya sangat berterima kasih, Mas," kembali Dirga berkata juga sedikit membungkuk kepada orang itu yang terlihat senang karena bisa membantu.


Di pandang sejenak orang yang sudah terus berjalan pergi dan semakin menjauh hingga akhirnya Dirga kembali kepada Kanaya karena mendapatkan panggilannya.


"Mas, kita ke sana yuk!" ajak Kanaya. Seperti anak kecil yang begitu penasaran dalam hal apapun Kanaya terus berjalan ke sana kemari untuk melihat semuanya. Tentu, itu tidak menjadi masalah untuk Dirga dan langsung membuat Dirga mengikuti langkahnya.


Kini keduanya memilih duduk santai di tengah-tengah kolam. Begitu santai dan bisa tenang duduk dan ngobrol di sana. Menikmati semua keindahan dan menghirup udara yang sangat sejuk.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah kamu suka?" tanya Dirga.


Jelas Kanaya sangat suka, dia mengangguk cepat dengan mata sebentar saja melirik ke arah Dirga lalu melihat lagi ke arah lain.


Dengan Dirga Kanaya bisa merasakan keliling tempat wisata-wisata baru. Dulu kesehariannya hanya terus berada di ladang dan ladang. Menanam, merawat dan juga memetik tanaman yang sengaja di tanam. Tak jarang tangannya akan bau pupuk yang


akan sangat susah untuk di hilangkan.


Kukunya selalu saja hitam karena kemasukan oleh tanah-tanah atau kotoran ketika berada di ladang. Bau menyengat kadang membuatnya ingin muntah tetapi dia tahan hingga akhirnya menjadi terbiasa. Tetapi sekarang, semua itu tidak terjadi lagi kukunya terlihat bersih bahkan kulitnya juga lebih lembab daripada dulu yang pasti juga lebih terawat.


Bau-bau menyengat sekarang tidak lagi mampir ke dalam hidungnya yang ada sekarang hanya bau-bau dari makanan yang enak yang dimasak di sepanjang pinggir jalan. Tentu juga bau parfum yang sangat wangi yang selalu Dirga pakai itu yang lebih mendominasi dari Kanaya.


Bukan hanya pemandangan dari kedua gunung Merbabu dan gunung Merapi saja yang bisa Kanaya lihat tetapi alam di tempat lain pun kini Kanaya bisa menikmati juga.


"Sudah Mas," Kanaya menghentikan kamera yang ada di dekat wajahnya karena Dirga yang masih terus ingin mengambil foto Kanaya yang begitu berbinar.


"Satu lagi Sayang," ucap Dirga dengan merayu bahkan suaranya terdengar sangat merdu mesra membuat Kanaya hanya diam pasrah dan dan membiarkan Dirga mengambil foto sesuka hatinya.


"Sekarang giliran Naya yang mengambil foto Mas," Kanaya langsung meminta kamera yang ada di tangan Dirga. Beberapa jepretan langsung Kanaya lakukan dan berhasil dia mengambil foto Dirga dengan beberapa pose.


Tak ada orang yang ada di sana hanya mereka berdua namun tidak membuat Kanaya kehilangan akal untuk tidak foto bersama dengan Dirga. Kanaya mendekatkan tubuhnya menyandar kepada Dirga dan menjauhkan kamera menggunakan tangannya hingga beberapa jepretan untuk foto mereka berdua berhasil di ambil.


"Lihatlah Mas, bagus kan?" ucap Kanaya memuji hasil kerjanya sendiri.


Dirga ikut melongok melihat foto yang ada di kamera, "tidak buruk," jawab Dirga.


Selalu ada kebahagiaan ketika bersama dengan Dirga, selalu saja cinta terus tersalurkan dengan beragam cara.


'Semoga Allah mengekal_kan kebahagiaan ini hingga sampai jannah,' batin Kanaya.


Seulas senyum ketika memandang wajah penuh wibawa dan begitu penuh kedewasaan dari sang suami tercinta. Matanya penuh hingar kebahagiaan yang tak akan cukup di ungkapkan hanya sekedar dengan kata-kata.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2