
...****************...
Dulu Kanaya tidak boleh untuk mendaftar kuliah dengan alasan karena sedang hamil, tapi sekarang? Dirga sendiri yang meminta dan juga mendaftarkan_nya.
Tapi tetap saja, Kanaya tidak boleh terlalu kecapean dan harus memperbanyak homeschooling dan hanya akan pergi ke kampus jika memang benar-benar tidak bisa di lakukan di rumah.
Setiap hari Dirga juga terus melatih Kanaya, membantunya untuk mempelajari semua tentang kuliahnya. Dengan kegiatan baru dengan kuliahnya Kanaya sangat senang karena dia tidak merasa bosan lagi.
Tidak begitu sibuk karena yang dilakukan hanya mempelajari pelajaran saja, pelajaran tentang bisnis yang pasti sangat mudah bagi Kanaya apalagi sebelumnya Dirga sudah terus mengajarkan kepada dirinya.
Semua yang menjadi mimpi Kanaya benar-benar akan dia gapai karena Dirga yang terus mendukung dan juga terus berjuang untuk mewujudkannya.
Dalam menjalani kuliahnya Kanaya juga sangat nyaman karena kehamilannya sama sekali tidak pernah mengalami masalah. Tak ada efek apapun kecuali Kanaya yang gampang ngantuk saja setelah selesai dengan semua tugas-tugasnya.
Sebenarnya itu juga membuat Kanaya melupakan kecurigaannya pada Dirga, itu memang kesengajaan Dirga supaya Kanaya tidak terlalu berpikiran akan dirinya yang kadang-kadang secara langsung mempertanyakan perubahan Dirga.
__ADS_1
Dengan Kanaya sibuk dengan kegiatan barunya akan membuat dia lebih mengutamakan kuliahnya daripada dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu mengusik dirinya.
Tetapi, dalam keputusan ini sebenarnya kedua orang tua Dirga tidak begitu setuju mengingat Kanaya yang sedang hamil takut kalau akan terjadi sesuatu.
Tapi dengan bujukan dari Dirga akhirnya dia bisa membuat kedua orang tuanya menyetujuinya dan mendukung Kanaya. Mereka juga jadi lebih sering ke tempat Dirga dan Kanaya, sekedar untuk memastikan keadaannya juga membantu Kanaya saat Dirga tidak ada di rumah.
Seperti sekarang ini, karena Dirga tidak ada di rumah karena ke kantor membuat Umi Uswah datang. Sebenarnya kecurigaan bukan hanya dari Kanaya saja tapi umi Uswah juga, perubahan Dirga sangat besar dari sebelumnya.
Semua yang dia ingin selalu saja tak bisa di tolak lagi, apalagi mengenai apa yang ingin dia lakukan pada Kanaya. Seperti, Dirga benar-benar mengharuskan Kanaya untuk bisa siap dalam hal apapun.
Sebenarnya bagus tapi karena terlalu di paksakan jadi terkesan bagaimana menurut umi Uswah. Tapi karena Kanaya tidak menolak maka akhirnya dia sebagai orang tua hanya bisa menurut saja dan mendukung.
"Sebentar lagi, Umi. Lima menit lagi selesai," jawab Kanaya. Nanggung juga kan kalau hanya tinggal lima menit saja tapi harus berhenti.
Melihat semangat Kanaya ini membuat Umi sangat senang juga sangat bangga. Meski dalam keadaan hamil tapi dia membuat Kanaya malas-malasan dia tetap semangat untuk bisa dan untuk bisa sukses.
__ADS_1
"Baiklah, Umi tunggu," akhirnya Umi pasrah saja dan membiarkan Kanaya menyelesaikan semua tugas-tugasnya.
Tapi dalam diamnya tidak membuat Umi sabar untuk diam saja dia tetap bicara bahkan bertanya pada Kanaya tentang Dirga.
"Nay, kenapa Umi merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Dirga ya, apakah kamu tau?"
Pertanyaan Umi membuat tangan Kanaya terpaku di atas buku sementara wajahnya seketika menoleh ke arah Umi.
"Naya tidak tau, Umi. Naya juga pernah memikirkan itu. Bahkan Naya pernah bertanya pada mas Dirga tapi sama sekali tidak mendapat jawaban yang Naya mau."
"Semoga apapun yang dia sembunyikan itu adalah hal yang baik ya," Umi terpaku melihat ke arah satu sumber saja.
"Iya, Umi. Semoga itu yang terbaik."
"Ayo cepat selesaikan nanti baru ngobrol lagi," pinta Umi. Seperti anak kecil yang tengah belajar Kanaya terus ditunggu oleh Umi bahkan Umi benar-benar memastikan sudah belum selesainya pekerjaan Kanaya.
__ADS_1
**********
Bersambung...