Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Kecurigaan Safira


__ADS_3

********


"Dirga!" teriak Safira ketika melihat Dirga datang ke rumah sakit. Tidak tahu apa yang membuat Dirga datang ke sana dan membuat Safira ingin sekali menanyakan langsung padanya.


Dirga seketika menghentikan langkah dan menoleh ke arah Safira yang berjalan begitu cepat ke arahnya.


Dirga sudah hati-hati ketika datang ke rumah sakit dia juga terus memastikan supaya Safira juga tidak melihatnya tapi nyatanya saat ini dia ketahuan oleh Safira.


"Kamu ngapain ke sini, Ga? kamu sakit?" tanya Safira yang sudah langsung curiga dengan Dirga, apalagi melihat wajahnya yang terlihat sedikit pucat.


"Bukan apa-apa hanya lelah saja, juga memeriksakan kesehatan saja sesuai anjuran dari dokter Rendra." kata Dirga.


Dokter Rendra memang meminta Dirga untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin karena masalah dulu yang terjadi padanya bisa saja kembali lagi dan itu sebabnya dokter Rendra meminta Dirga untuk selalu check up.


Tetapi, yang sebenarnya membuat Dirga datang ke rumah sakit lagi bukanlah masalah kesehatan yang dulu melainkan masalah baru yang menyerang di dalam kepalanya sekarang.


Dirga harus rutin check up dan tidak boleh mengabaikan begitu saja karena bisa-bisa akibatnya akan fatal. Apalagi kalau sampai Dirga tidak mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan pasti akan berdampak buruk padanya.


"Terus bagaimana?" Safira sama penasaran ingin mengetahui hasil dari check up-nya sahabatnya itu. Apalagi melihat Dirga yang terlihat tidak baik-baik saja sekarang.


"Alhamdulillah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. aku hanya membutuhkan istirahat," jawab Dirga dengan berbohong kepada Safira. Bahkan dengan sahabatnya sendiri pun Dirga juga menyembunyikannya apalagi dengan Kanaya?


"Alhamdulillah, kalau begitu banyaklah istirahat jangan sampai kamu sakit. Sekarang bukan hanya Kanaya saja yang membutuhkan kamu tetapi juga anakmu jadi kamu harus terus memikirkan kesehatan," ucap Safira memberikan sedikit arahan kepada Dirga yang selalu saja sibuk dengan pekerjaan.

__ADS_1


"Hem, tentu," Dirga tersenyum.


"Saya pamit dulu, Fir. Ada pekerjaan yang masih menunggu," pamit Dirga. "Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam..." Safira tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Dirga barusan membuat dia langsung melangkah menuju ruangan dokter Rendra untuk menanyakan kebenaran semuanya.


Tidak ada keraguan bagi Safira untuk masuk ke dalam ruangan dokter Rendra karena saat itu juga waktu istirahat jadi tidak ada pasien yang tengah berkonsultasi kepadanya.


"Permisi, Dok," Safira masuk ke dalam ruangan dokter Rendra. Tentu juga tidak lupa Dia mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk.


"Ya, eh dokter Safira. Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Rendra.


"Boleh saya duduk?" tanya Safira dan dokter Rendra mengangguk memberikan izin kepada Safira untuk duduk di hadapannya.


Safira duduk di hadapan dokter Rendra dengan peran, dan menata pertanyaan-pertanyaan yang akan diucapkan kepada dokter Rendra mengenai Dirga sahabatnya.


"Hem..., Maaf sebelumnya, Dok. Mau bertanya, apakah Dirga benar-benar datang ke sini dan apakah dia benar masih membutuhkan check up untuk masalahnya yang dahulu yang sudah anda bilang telah sembuh?"


Safira benar tidak sabar ingin mengetahui jawaban lebih pasti dari dokter Rendra, apakah jawabannya sama seperti yang Dirga katakan tadi atau mungkin berbeda jauh.


"Dirga? maksudnya Tuan Dirga sahabat jamu itu?" tanya Dokter Rendra. Terlihat dokter Rendra begitu terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Safira.


"Saya sudah katakan kepada dokter Safira kalau dia sudah sembuh, dan dia tidak butuh check up lagi selama tidak ada keluhan yang sama. Dan anda salah kalau anda bilang dia datang ke sini, dia sama sekali tidak datang." jawab dokter Rendra dengan sangat jujur.

__ADS_1


"Coba anda ingat-ingat lagi, Dok. Siapa tau anda lupa," Safira terus mengejar dokter Rendra, dia berharap teman seperjuangannya itu yang lupa, kalau tidak lalu untuk para Dirga datang ke rumah sakit?


"Saya tidak mungkin lupa dengan pasien yang datang hari ini. Saya juga memiliki data pasien yang datang hari ini, sebentar saya carikan."


Dokter Rendra langsung bergerak cepat untuk mencari berkas dan melihat tidak siapa saja yang menjadi pasiennya hari ini dan yang telah datang menemuinya.


Hingga akhirnya dokter Rendra menemukan berkas itu dan menunjukkan kepada Safira. Safira melihatnya dengan teliti, dilihat dari atas sampai paling bawah dan benar tidak ada data Dirga di sana. Lalu Dirga ke rumah sakit untuk memeriksakan apa?


"Maaf, Dok. Mungkin saya yang salah, sekali lagi saya minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahat dokter."


"Tidak apa-apa, Dok. Oh iya, bagaimana kalau kita makan siang bersama," ucap dokter Rendra mengajak Safira.


"Boleh," karena merasa tidak enak telah mengganggu waktu istirahat Rendra membuat Safira tidak enak menolak ajakannya hingga akhirnya dia setuju untuk makan siang bersama dengan dokter Rendra.


Di dalam perjalanan Safira terus memikirkan Dirga dia merasa ada hal yang disembunyikan pada dirinya, tapi apa?


'Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku, Ga. Apakah ada hal yang serius sampai-sampai kamu tidak mau mengatakan kepadaku. Tapi aku yakin, Ga. Aku akan mengetahui apa yang telah kamu sembunyikan dariku,' batin Safira.


"Ada apa, apakah ada masalah?" tanya Rendra mengejutkan lamunan Safira.


"Ti_tidak ada," Safira tergagap ketika mengatakannya.


Rendra hanya tersenyum dia tak mau bertanya lebih lebih lagi karena dia percaya bahwa Safira juga punya hal pribadi yang tak bisa sembarangan orang tau.

__ADS_1


********


Bersambung....


__ADS_2