Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Aku ingin kamu bahagia


__ADS_3

'Tak ada apapun yang lebih aku inginkan kecuali kembalinya kamu dengan selamat, Mas.'


#Kanaya Setya Ningrum.


...****************...


Di depan meja dengan lembar kertas juga pena hitam Arifin terus tersenyum juga bergumam tak jelas. Tapi yang jelas dia tengah menulis sesuatu dengan tinta hitamnya yang sebenarnya adalah milik Kanaya.


"Apa kamu pikir aku akan biarkan kamu bahagia, Aya? tidak! sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu bahagia. kamu harus menderita, Aya."


"Aku sangat yakin dengan terus menerus menerima surat seperti ini Dirga akan salah paham. Setelah itu, duarr! kamu akan hancur, Aya. Kamu akan di buang dan kamu juga tidak akan bisa pulang. Kamu akan jadi gelandangan di tempat orang."


Dan ternyata, semua surat yang Dirga terima itu adalah surat yang di buat oleh Arifin. Niatnya masih saja selalu jahat pada Kanaya, bahkan ingin sekali melihat Kanaya menjadi seorang gelandangan.


Tak puas mengambil semua yang Kanaya punya dan sekarang masih saja ingin menghancurkan kebahagiaan Kanaya yang baru saja ingin di mulai. Benar-benar tak punya hati si Arifin.


"Terima kasih atas cinta yang masih selalu engkau jaga untukku, Aya. Aku juga akan selalu menunggumu juga menjaga cintaku hanya untukmu. Jangan hiraukan apapun, jika kamu menjadi janda aku siap untuk menggantikannya. Cepat lah datang dan akhiri derita kita berdua. Kita jemput kebahagiaan kita bersama-sama, Aya."


Arifin kembali tersenyum puas, dia sangat yakin sedikit demi sedikit Dirga pasti akan terbujuk dalam semua kata-kata yang ada di setiap surat yang dia kirim. Dan setelah Dirga benar-benar percaya baru sekali saja dia menyalakan bom dan semua akan terjadi sesuai apa yang dia inginkan.


"I love you, Kanaya Setya Ningrum. Yuan Prayoga."


Kalimat yang terakhir yang Arifin tulis sebagai tanda kalau surat untuk yang sekarang sudah siap dan sekarang tinggal di masukan ke dalam amplop setelah itu baru dia kirim lagi.


Kini bukan hanya bahagia saja tapi sangat bahagia. Apa yang di inginkan Arifin pastilah akan selalu terjadi seperti apa yang dia inginkan.


Dari dulu hingga sekarang apapun yang dia ingin selalu saja terjadi semoga saja kali ini juga akan terjadi dan sesuai rencana. Batin Arifin.


"Maaf ya Aya. Tapi hidup mu terlalu Indah jika bersama Dirga. Terlalu sempurna. Jadi aku hanya menginginkan hal yang sedikit menyakitkan untuk mu."


Dengan tangan terus berusaha membuat selembar kertas itu masuk ke dalam amplop Arifin terus bicara jiga tersenyum.

__ADS_1


Dia pastilah sangat puas dengan hasil kerjanya sendiri. Selamat sendiri dan tidak membutuhkan hasil dari orang lain saja selalu bisa berhasil.


Arifin selalu saja melakukan apapun dengan sendiri. Dia tak pernah meminta bantuan dari orang karena itu sangat ribet menurutnya. Apalagi kalau orang itu meminta imbalan pasti akan sangat ribet kan?


Selesai juga kerjaan Arifin sekarang dah dia kini bergegas pergi ke tempat dimana-mana dia akan bisa membuat suratnya itu kembali sampai ke tangan Dirga.


Dengan motornya Dirga pergi dengan sangat buru-buru karena takut sampai ketahuan wak Ami ibunya. Kalau wak Tejo ayahnya sih pasti akan mendukungnya.


...****************...


Semua persiapan sudah Dirga lakukan mulai sekarang. Dalam waktu tiga hari lagi pastilah pak Danu sudah kembali dari tugasnya dan akan kembali bekerja dengannya untuk mengantarkan dan menjemput Kanaya.


Dirga begitu khawatir sebenarnya jika harus pergi. Tapi bagaimana, pekerjaannya sangat penting karena dengan ini bisa dipastikan penghasilan dia akan semakin bertambah jika dia berhasil.


Dan Dirga harus bisa berhasil, tidak boleh tidak. Semua yang dia lakukan juga demi Kanaya. Semuanya demi istrinya dan demi semua cita-cita yang sudah menjadi impiannya.


Semua tak mudah, semua butuh biaya mahal dan Dirga akan tetap melakukan apapun demi bisa membuat Kanaya sukses.


"Mas, mas jadi berangkatnya?" tanya Kanaya mengejutkan Dirga yang tengah melamun dengan menatap semua barang-barang yang tengah dia persiapkan.


Kanaya masuk dengan membawa cangkir berisi kopi, itu adalah keinginan Dirga.


"Iya, kenapa? apakah kamu masih tidak menginginkan aku pergi? kalau benar begitu maka aku tidak akan pergi." katanya dengan wajah yang sangat serius.


Tidak mungkin Kanaya bisa menghalangi meski dia sangat ingin. Dia sangat ingin Dirga tetap ada di sisinya tapi dia juga tidak boleh egois. Pekerjaan Dirga juga sangat penting dan itu pasti sama seperti dirinya.


Kalau Dirga sudah seperti itu pastilah hal itu sangat penting dan tak bisa di tinggalkan. Jadi, Kanaya harus ikhlas.


"Tidak kok, Mas. Kan itu harus mas lakukan. Aku yakin itu sangat penting kan?" Kanaya duduk di hadapan Dirga memberikan kopi itu padanya.


Senyum ikhlas Kanaya perlihatkan, dia ingin Dirga pergi dengan tenang dan tanpa beban apapun. Kalau Kanaya tidak ikhlas pastilah Dirga tidak akan tenang di sana dan semua tidak akan beres dalam waktu yang cepat.

__ADS_1


"Aya hanya pesan. Mas selalu jaga kesehatan dan tidak boleh terlalu kecapean. Jangan sampai telat makan dan jangan lupa kasih kabar Aya setiap lima menit sekali." katanya.


"lima menit sekali?"'Dirga mengernyit.


Kalau lima menit sekali terus kerjaan Dirga bagaimana? pastilah dia hanya akan menghubungi Kanaya terus menerus kan?


"Iya! lima menit sekali!" begitu yakin Kanaya menjawab dan itu membuat Dirga hanya menggeleng dengan sangat gemas.


Padahal tak mungkin juga kalau Dirga akan bisa melakukan hal itu. Tapi sesuai permintaan pastilah akan Dirga usahakan.


"Baiklah, Sayang ku. Akan aku lakukan semua yang kamu inginkan. Mas akan lakukan dan akan mas berikan yang kamu minta." Dirga mencubit gemas hidung Kanaya.


Kanaya tersenyum, bahkan dia juga terkekeh karena merasa sangat bahagia. Tak ada yang tidak mungkin jika Kanaya yang memintanya. Apapun pasti akan Dirga berikan.


"Besok kalau mas pulang kamu minta oleh-oleh apa?" tanya Dirga dengan serius sekarang.


"Tidak. Aya hanya menginginkan mas pulang dengan cepat juga dengan selamat. Aya tidak akan menginginkan hal yang lain daripada itu." jawab Kanaya.


"Kenapa, padahal kamu bisa bebas meminta apapun sebagai oleh-oleh," Dirga ingin tau apa alasannya.


"Yang jelas Aya hanya menginginkan mas pulang dengan selamat dan juga sehat. Tidak kurang dari apapun dan bisa selalu tersenyum untuk Aya." jawab Aya lagi.


"Itu pasti, Sayang. Mas pasti akan pulang. Bagaimana kalau kita jalan-jalan aja yuk. Mas masih ingin mengajak kamu ke suatu tempat. kamu pasti akan sangat bahagia."


"Kemana?"


"Ayolah, pokoknya harus ikut."


...****************...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2