Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Sakit2


__ADS_3

**********


Setelah sampai di rumah Kanaya langsung pergi ke kamar untuk istirahat. Wak Ami yang melihat Kanaya begitu pucat dia langsung mengikuti hingga sampai kamar, jelas dia sangat khawatir dengan keadaannya.


Kanaya langsung saja merebahkan tubuhnya di kasur dan berharap rasa pusingnya akan hilang setelah dia bangun nanti.


"Nay, kamu kenapa?" Tanya wak Ami yang duduk di sebelah Kanaya.


"Nay pusing Wak. Nay ingin istirahat," Jawab Kanaya.


"Sudah minum obat?"


"Sudah, Wak."


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu biar wak bikinin sup hangat untuk mu." Bergegas wak Ami keluar setelah mendapatkan anggukan dari Kanaya.


Sementara pak Danu yang merasa memiliki tanggung jawab atas Kanaya dia langsung menghubungi Dirga dan mengatakan apa yang terjadi kepada istrinya tersebut.


Meski Dirga sangat sibuk tetapi dia harus tahu bagaimana keadaan karena yang, meski dia belum bisa pulang tetapi dia harus tahu kan?


Kabar yang diterima oleh Dirga dari pak Danu membuat Dirga langsung pulang setelah memeriksakan pusingnya di rumah sakit. Bahkan Dirga tidak sabar menunggu dokter membacakan hasil dari kesehatannya hingga Dirga langsung meminta kertas hasil lab dan akan membacanya sendiri di rumah.


Dirga sangat khawatir dengan keadaan Kanaya karena baru kali ini dia sakit setelah kejadian dia memaksa Kanaya waktu itu.


Sampai di rumah Dirga Terus Berlari untuk masuk ke kamar dan sebelumnya dia menyerahkan tas kerjanya kepada pak Danu untuk diletakkan di ruang kerja.


Begitu tak sabar Dirga untuk melihat keadaan Kanaya meski katanya hanya pusing saja tetapi dia sangat khawatir hingga dia lupa dengan rasa sakitnya sendiri.


Sampai di kamar Dirga melihat Kanaya yang masih terbaring di kasur dengan mata terpejam juga wajah yang terlihat pucat.


"Nay," Panggil Dirga tetapi Kanaya sama sekali tidak memberikan respon apapun mungkin dia terlalu lelap karena pengaruh obat yang dia minum.


Dirga langsung menyentuh kening Kanaya dan yang jelas pasti sangat panas.

__ADS_1


"Astaghfirullah panas sekali?" Gumamnya.


"Nay, sayang. Kita ke rumah sakit yuk," Ajak Dirga.


"Tidak usah, Mas. Tadi aku sudah minum obat kok. Sebentar lagi juga akan sembuh." Jawab Kanaya yang akhirnya bangun dan menjawab.


"Tapi ini panas banget loh," Dirga terus merayu tapi Kanaya tidak mau. Dia menggeleng.


"Tidak apa-apa Mas. Nanti juga akan sembuh kok."


"Oke, kalau begitu sekarang istirahatlah, kalau nanti panasnya belum turun juga kita ke rumah sakit," Dirga terlihat begitu menegaskan dan kali ini Kanaya mengangguk.


********


Alhamdulillah setelah istirahat Kanaya terasa lebih baikan panasnya sudah turun dan pusingnya juga sudah hilang. Dan jelas itu membuat Dirga sangat lega dia begitu khawatir tadi.


Setelah Kanaya bersih-bersih dari kamar mandi dia langsung disuruh duduk oleh Dirga dan Kanaya melihat di depan Dirga sudah ada mangkok berisi sup hangat.


"Nay, sini duduk." Pinta Dirga.


"Kamu harus makan. Pasti kamu tidak makan dengan benar kan sampai kamu sakit seperti ini. Sekarang akk!" Benar saja Dirga langsung menyuapi Kanaya.


"Tapi Nay malas makan, Mas," Katanya. Kanaya terlihat begitu malas bahkan melihat sup itu saja sudah membuat dia kehilangan gairah makannya.


"Tapi kamu harus tetap makan, Nay." Dirga bersih kekeuh untuk membuat Kanaya mau makan sup tersebut dengan itu pastilah Kanaya akan lebih baik dari sebelumnya.


"Tapi, Mas," Kanaya tetap tak mau.


"Kamu harus tetap makan, Nay. Cepat akk!"


Meski dengan ragu Kanaya menerima suapan dari Dirga meski sedikit demi sedikit namun sup itu bisa masuk ke dalam perutnya.


Rasanya perut karena ya seolah-olah terus berputar-putar dan ingin memuntahkan lagi apa yang sudah masuk ke dalam, Sepertinya dia benar-benar tidak bisa memakannya lagi.

__ADS_1


"Tidak bisa, Mas. Perutku nggak enak banget," Ucap Kanaya yang tak mampu menahan perut yang rasanya sangat tak enak.


Sup nya sangat enak tapi perutnya yang tidak bisa di ajak kompromi.


"Ini baru beberapa suap saja loh, kamu harus makan lagi. Kalau tidak kamu tak akan sembuh dengan cepat. Ayolah, Nay," Dirga tetap berusaha Kanaya mau makan lagi.


Dengan berat hati Kanaya menerima semua suapan yang diberikan oleh Dirga bahkan sampai sup itu habis tidak tersisa. Dirga merasa sangat senang karena meski Kanaya mengatakan tidak mau tapi ternyata sup itu habis juga.


"Alhamdulillah," Ucap Dirga.


Dirga tersenyum begitu juga dengan Kanaya dia juga sama meski perutnya merasa lebih parah dari sebelumnya.


"Kamu di sini dulu mas ambilkan minum dan sekaligus mengembalikan mangkuknya," Dirga beranjak.


Dengan cepat Kanaya mengangguk dia benar-benar tidak tahan dan semua yang ada di dalam perutnya memaksa ingin keluar. Kanaya langsung berlari ke kamar mandi setelah Dirga keluar dari kamar.


Semua benar-benar terkuras habis keluar tiada sisa. Hal itu membuat Kanaya menjadi semakin lemas dengan keringat dingin yang keluar.


Setelah semua keluar Kanaya juga keluar dari kamar mandi dan bergegas duduk di ranjang dengan menyandarkan punggung di kepala ranjang.


Kanaya tersenyum ketika Dirga masuk dengan membawa segelas air putih dan berjalan menuju ke arahnya, Kanaya bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apapun kepadanya.


"Sekarang minum obatnya," Dirga membantu Kanaya meminum obat dia sama sekali tidak curiga kalau semua yang tadi dia suapkan telah kembali keluar di kamar mandi tentu Kanaya juga sudah menghilangkan jejak.


"Terima kasih, Mas." Kata Kanaya.


Dirga mengelus wajah Kanaya Dia sangat senang melakukan itu dan selama dia bisa pastilah akan selalu dilakukan.


"Istirahatlah. Untuk sekarang kamu jangan mengerjakan apapun dulu. Setelah sembuh baru jamu boleh beraktivitas lagi."


"Iya, Mas." Jawab Kanaya menurut.


**********

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2