Romantika Cinta Kanaya

Romantika Cinta Kanaya
Apa Yang Kamu Sembunyikan?


__ADS_3

...****************...


Safira tidak tinggal diam ketika dia melihat Dirga pamit untuk ke belakang. Dengan sangat yakin Safira ingin mengejar Dirga untuk menanyakan semua yang terjadi yang telah di sembunyikan pada dirinya dan juga pada semua termasuk istrinya.


Safira melihat dengan jelas bahwa Dirga terlihat sangat menahan rasa sakit di bagian kepalanya diperjelas dengan tangannya yang terus memegang kepala. Langkah Dirga juga terlihat sedikit sempoyongan dan begitu lemas bahkan dia sesekali bersandar pada dinding.


"Ga!" Panggil Safira dengan suara yang sangat keras dan berhasil mengejutkan Dirga.


Seketika Dirga menoleh dan langsung melepaskan tangan dari kepalanya ketika melihat Safira yang sudah mulai mendekat.


"Fir, Kamu kenapa ke sini?" tanya Dirga basa-basi dengan suara yang dibuat sebiasa mungkin supaya bisa menyembunyikan rasa sakit yang tengah di alami sekarang ini.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu. Sedang apa kamu ke sini bukankah seharusnya kamu berada di sana dan menemani Kanaya?"


"A_aku hanya ingin ke toilet sebentar." jawaban dari Dirga terlihat sangat gugup. Safira benar-benar yakin kalau Dirga menyembunyikan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


"Sebenarnya, apa yang telah kamu sembunyikan pada kami semua. Kamu terlihat tidak baik-baik saja dan aku yakin kamu menyembunyikan sesuatu. Katakan padaku Dirga atau setidaknya kamu katakan kepada Kanaya dia adalah istrimu dia wajib tahu tentang semua yang kamu alami."


"Aku baik-baik saja, dan aku tidak menyembunyikan sesuatu dari kalian. Lihatlah, bukankah aku terlihat baik-baik saja? Aku tahu kamu sangat mengkhawatirkan ku tapi jangan terlalu berlebihan seperti ini aku baik-baik saja dan akan selalu seperti itu."


tetap saja Dirga tidak mau mengakui kepada Safira tentang keadaan yang sebenarnya.


"Kamu bohong, Ga. Sebenarnya penyakit apa yang kamu derita? katakan, Ga. Katakan dengan jujur."


Safira tidak akan mudah percaya begitu saja setelah melihat keadaan Dirga saat ini. Mungkin kemarin Dirga bisa mengelak dan terus menyembunyikan darinya tetapi tidak untuk sekarang, Safira sangat yakin ada sesuatu yang besar yang Dirga sembunyikan.


"Apa sih, Fir. Ku tidak menyembunyikan apapun darimu dan dari kalian semua."


"Ku sudah katakan, Fir. Aku tidak menyembunyikan apapun," sementara Dirga tetap kekeuh untuk menyembunyikan semuanya.


"Sumpah demi anakmu?" ucap Safira lagi.

__ADS_1


"ngacok kamu, Fir."


Dirga melenggang pergi, tidak akan mungkin dia mau bersumpah kepada Safira mengatasnamakan anaknya. Dia tidak ketika itu dan mengatakan sumpah demi anaknya.


Dirga masuk ke toilet dan langsung menutup pintu tanpa menghiraukan Safira lagi yang masih ada di sana.


Sementara Safira masih terpaku diam melihat Dirga yang sudah hilang di balik pintu toilet tersebut. Safira semakin yakin bahwa Dirga menyembunyikan sesuatu darinya.


"Apalagi yang kamu sembunyikan dari kami semua, Dirga. Setidaknya katakan pada Kanaya dia berhak tahu atas dirimu atas semua yang terjadi padamu." gumam Safira.


Sementara Dirga dia berdiri di depan wastafel mengaca pada kaca besar melihat pantulan wajahnya yang sudah basah karena air yang baru saja dia siram pada wajahnya.


"Maafkan aku, Fir. Maafkan Mas, Nay. Sebenarnya Mas tidak mau menyembunyikan semua ini dari kamu tetapi mas tidak sanggup melihat kamu yang akan sedih karena mendengar apa yang telah terjadi kepada mas."


"Mas tidak akan sanggup melihat air mata yang akan keluar dari matamu, Nay. Maaf," ucap Dirga begitu pilu.

__ADS_1


...****************...


Bersambung....


__ADS_2