SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Menunggu Syahdu Kembali


__ADS_3

Tak pernah kumencoba dan tak ingin ku mengisi hatiku dengan cinta yang lain


Kan kubiarkan ruang hampa di dalam hidupku~


...***...


...PoV Author...


Soraya menangis sesegukan di hadapan keluarga Arga. Gadis itu menutup wajahnya dengan bahu yang terguncang. Kejadian malam tadi membuatnya teramat sakit hati, ditambah sampai sekarang Arga tidak mau mengangkat telepon atau bahkan sekedar membalas pesannya.


Di kedua sisi gadis itu, sang mama dan Julia menenangkannya. Bagaimanan pun tadi malam sangat membuatnya Syok, bagaimana bisa seorang perempuan mengangkat ponsel Arga dan itu adalah Syahdu.


"Aku udah bilangkan, perempuan itu...hiks.. Perempuan itu pasti melakukan sesuatu padaku dan Arga.. Huhuuu.." Soraya tersedu-sedu.


Diseberang sofa, Alex sudah mengepalkan tangan. Dia merasa malu dengan apa yang Soraya baru ceritakan.


Tengah malam tadi, Soraya mencoba menelepon Arga berkali-kali sampai akhirnya diangkat oleh suara perempuan yang mengatakan bahwa Arga tengah tidur di apartemennya. Tentu itu membuat Soraya kaget. Sedang apa seorang Syahdu ada di apartemen Arga tengah malam begini dan mengatakan kalau calon suaminya tengah tidur? Bukankah itu artinya mereka tidur bersama?


"Ini sungguh menyakiti hati saya. Pertunangan ini saya batalkan!" Pekik Sutomo dihadapan keluarga Arga.


"Papa, jangan." Soraya memohon, walau begitu dia tetap menerima Arga. Sejak dulu sekali dia menyukai lelaki itu. Bertunangan dengannya adalah suatu mimpi terindah yang ia pernah miliki. Tentu ia tidak ingin semua berakhir begitu saja.


"Tidak bisa! Ini sudah mutlak keputusan papa!"


Soraya turun dari sofa, berlutut dihadapan Sutomo.


"Jangan, Pa, Jangan batalkan. Biarkan Arga yang jelaskan. Mungkin ini cuma salah paham, Pa. Soraya mohon. Soraya sayang banget sama Arga.." Air mata gadis itu tumpah ke pipi, membuat hati Sutomo semakin sakit.


"Bangun, Nak. Kamu ngga perlu begini." Sang Mama membujuk anaknya untuk bangkit, tetapi Soraya menolaknya sampai Sutomo mau menarik kembali ucapannya.


"Soraya! Jangan rendahkan dirimu seperti ini! Aku mendidikmu supaya jadi anak yang cerdas!" Berang Sutomo.


"Kasih kesempatan, Pa. Biar Soraya bujuk Arga. Supaya dia mau ketemu papa dan minta maaf."

__ADS_1


"Maafkan saya. Biar ini saya yang urus. Saya akan menyeret anak itu kehadapanmu, Sutomo. Dia harus meminta maaf dan bersujud dihadapanmu. Dia sudah mempermalukan keluarga ini." Ucap Alex, menahan gejolak amarah yang sudah membakar hatinya.


"Biar aku yang jemput Xander." Tukas Julia. Dia tak ingin suaminya yang keras menemui anaknya yang pasti akan mengalami masalah baru.


"Diamlah disini." Kata Alex pada istirnya.


Margereth menghela napas, lalu dia bangkit dari duduknya. "Itulah kenapa jangan libatkan anak dalam dunia bisnis, kalau tidak mau hal seperti ini terjadi." Tukasnya, lalu melangkah masuk ke kamar karena dia sendiri sudah bisa menebak akan terjadi hal seperti ini. Arga sendiri tidak menghendaki pertunangannya, apalagi Syahdu masih ada disisi Arga. Tentu itu menjadi alasan utama kenapa Arga lari dari acara tadi malam.


~


Arga tergeletak diatas tanah. Dia tidak berdiri dan malah menangis menutup wajahnya dengan lengan.


Alex terdiam menatap sesuatu yang belum pernah ia lihat dari anaknya. Bahu Arga terguncang, jelas dia tengah menangis. Lalu karena apa?


"Bangun! Kau membuatku malu!" Pekik Alex. Namun Arga masih menangis disana.


Pria paruh baya itu menyugar rambutnya dengan kesal. Bisa-bisanya anaknya menangis seperti anak kecil begitu.


Setelah sampai di rumah, Arga turun dari mobil dan langsung berjalan menuju kamarnya. Julia dan Margareth pula sudah menunggunya, namun melihat keadaan Arga justru membuat Julia panik.


"Sayang, apa yang terjadi??" Julia memegangi kedua bahu anaknya yang wajahnya terlihat baru saja menangis dan satu lebab disudut bibirnya. Sudah pasti itu perbuatan suaminya.


Arga menatap sang ibu. "Syahdu pergi, mi." Ucapnya pelan.


Julia merasa prihatin dengan putranya. Hanya karena Syahdu pergi, dia sampai seperti ini? Secinta apa putranya ini pada Syahdu?


"Sayang, Syahdu pergi karena kamu kan, udah tunangan. Jadi.." Julia tak sanggup melanjutkan ucapannya, saat dilihatnya wajah Arga tampak begitu murung.


"Naiklah. Istirahat.." Sahut Margareth dari belakang Julia.


Arga pun naik keatas dengan langkah berat. Julia menutup mulutnya. Belum pernah ia melihat Arga seperti itu. Dia merasa bersalah karena sudah terlalu memaksa anak satu-satunya itu untuk menuruti kemauannya. Tentu ia tak menyangka, kalau Arga yang keras dan tegas ternyata selemah itu saat berhadapan dengan Syahdu. Lalu, apa perlu ia mencari Syahdu untuk kembali?


"Kita batalkan pertunangan ini." Kata Julia dengan tegas.

__ADS_1


"Apa? Tidak bisa!" Sentak Alex.


"Aku ngga mau nyiksa anakku!"


"Justru dia butuh seseorang untuk menyembuhkan hatinya. Suatu hari dia akan membuka hati!"


"Stop it, Alex! Don't you understand? Liat anakmu!" Pekik Julia, lalu menghela napas kasar pergi begitu saja meninggalkan Alex dan Margareth.


"Duduklah. Aku ingin bicara padamu." Margareth melangkah ke sofa untuk mengobrol beberapa kata pada menantunya.


...🍁...


Sudah satu minggu berlalu, Arga tidak mendengar kabar apapun soal Syahdu. Padahal dia sudah menyuruh banyak orang untuk mencari gadis itu. Tetapi Syahdu benar-benar menghilang tanpa jejak sedikitpun.


Arga pula sengaja tidak meninggalkan apartemennya. Siapa tahu gadis itu datang untuk mengambil barang-barang yang dengan sengaja ia tinggalkan disana. Syahdu tak membawa apapun, hanya jeket kekasihnya yang sudah meninggal itu.


Arga duduk merenung di depan pintu kaca balkon, menatap air hujan yang turun begitu deras. Titik-titik dikaca berkumpul hingga membuat satu tetes air yang jatuh seperti air mata.


Arga menghela napas. Tak sedetikpun pikirannya berhenti memikirkan Syahdu. Setiap helaan napas yang ia keluarkan adalah karena Syahdu. Sorot mata tajam yang Arga pancarkan adalah untuk mencari keberadaan Syahdu.


Arga sudah membuat keputusan. Apapun yang terjadi, dia akan menunggu Syahdu. Perasaannya pada gadis itu bukan sesuatu yang bisa dihapuskan begitu saja. Kali pertama Arga jatuh cinta, kali pertama pula ia kecewa dan jatuh terlalu dalam hingga membuatnya kesulitan bernapas.


Tapi Syahdu juga yang menjadikan alasannya bertahan sampai sekarang. Syahdu membuat hidupnya lebih bertujuan. Belum pernah ia merasakan yang seperti ini dan dia pula tak ingin menghapus keindahan cinta yang masih tersembunyi.


Dalam hatinya Arga yakin, suatu hari nanti Syahdu akan kembali. Dia tahu gadis itu hanya bingung dengan perasaannya. Dia hanya perlu waktu untuk menenangkan diri sampai akhirnya ia kembali dan memantapkan hati. Arga hanya perlu menunggu, dia hanya perlu menunggu kapan pun Syahdu datang, dia akan merentangkan tangan untuk menyambut kehadirannya.


~ Bila aku harus mencintai dan berbagi hati. Itu hanya denganmu. Namun bila kuharus tanpamu akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta.


7 tahun kemudian....


β™‘β™‘β™‘


Kalian sudah Vote?πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2