
...Pov Author...
Arga baru saja menyelesaikan tugasnya. Dia baru ingin duduk, tetapi kehadiran Ibra membuatnya menahan diri dan langsung menoleh pada layar ponsel di tangan Ibra.
"Belakangan lo ada ngubungin ni cewek, nggak?"
Arga langsung merampas ponsel Ibra. Matanya membelalak menatap foto dan tulisan yang ada disana.
"Ini langsung rame dan semua ngira kalo cewek inisial S yang sering lo sebut adalah Shaqueen."
"Kan gue minta lo buat hapus semua fotonya!!" Sentak Arga geram. Dia langsung menegang. Pikirannya menuju pada Syahdu. Bagaimana kalau gadisnya itu melihat foto ini?
"Udah! Udah dihapus semua, gue yakin banget!"
"Trus itu apa??" Arga gelisah. Dia berjalan kesana kemari. Perasaannya tidak tenang. Satu-satunya yang ia takutkan adalah Syahdu. Bagaimana jika setelah melihat foto itu dia langsung pergi lagi? Tidak bisa! Dia tidak bisa menunggu sampai foto-foto itu tersebar luas. Arga memutuskan untuk pergi mencari perempuan itu.
"Eh, lo mau kemana??!" Ibra menahan Arga yang hendak melangkah keluar.
"Nemuin dia, lah. Gue mau ngehapus langsung foto-foto itu!" Tukas Arga berang.
"Gue udah ngubungin managernya. Dia juga lagi cari tau soalnya Queen tiba-tiba ngeposting itu."
"Nggak. Gue mau langsung nyamperin tu cewek!" Dengan langkah lebar Arga keluar dari ruangan itu menuju parkir mobilnya disusul Ibra.
"Pokoknya lo tenang. Jangan gegabah dan jangan sampe nyakitin dia!" Jelas Ibra dibelakang kemudi.
"Cepetan!"
"Iya-iya.. sabar ngapa, dah." Ibra pun menancap gas mobilnya. Diliriknya Arga gelisah disebelahnya.
"Tenang, Ga. Lo kenapa panik begini, sih."
"Gue nggak bisa tenang kalo berhubungan ke cewek lain gini. Syahdu bisa salah sangka ke gue."
"Iya gue ngerti. Nanti gue bantu jelasin. Lagian lo kaya gak kenal Syahdu aja. Dia pasti dengerin lo."
__ADS_1
Arga mulai tenang. Dia bersandar dan memijit keningnya.
"Gue takut dia ninggalin gue lagi."
Ibra diam. Sesekali dia melirik Arga. Dia mengerti perasaan sahabatnya itu yang bertahun-tahun mencari Syahdu. Saat sudah bertemu, dia sampai melakukan banyak cara supaya Syahdu terus ada di dekatnya. Jika begini, tentu ia takut Syahdu pergi lagi.
Arga mengeluarkan ponselnya. Dia mulai mengetik sesuatu disana.
"Ngapain lo?" Lirik Ibra beberapa kali kearah Arga.
"Ngepost foto Syahdu, lah." Jawabnya tetap fokus ke ponsel.
"Hei, Ga. Lo yakin mau up wajah Syahdu ke sosial media? Lo harus mikir dampaknya juga."
Jari Arga tertahan. Sejenak ia berpikir. Lalu kembali menatap layar ponselnya.
"Udah gue pikirin dari jauh hari. Mau gimana pun udah banyak yang denger gosip soal gue dan Syahdu di masa lalu. Lo ga usah khawatir, Syahdu bakalan aman sama gue." Tukasnya yang kemudian menyimpan ponsel ke dalam saku.
"Eh, ada Argaaa. Ya ampun, mimpi apa kita kemarin bisa lihat Arga datang kesin-"
"Mana dia??" Potong Arga cepat. Tak ingin berbasa basi lagi.
"Hah. Dia siapa?" Tanya laki-laki bertubuh gempal sedikit kemayu.
"Queen." Sahut Ibra yang baru tiba dan berdiri disebelah Arga.
"Oh." Pria tambun itu diam sebentar. Nampaknya pikirannya agak lamban. Tiba-tiba mulutnya menganga dengan mata membulat.
"Hohh. Shaqueena?? Ah. Iya, dia baru memposting fotomu, kan? Gue baru aja mau tanya ke dia, apa benar kalian jadian? Kok, gue ga tau kalian dekat?"
"Gak! Gue ga pernah dekat sama cewek manapun disini. Apalagi dia. Sekarang gue mau ketemu sama tu anak. Suruh dia turun, cepetan!" Titah Arga pada beberapa staff yang ada disana. Sontak mereka mengangguk dan berhambur masuk memanggil model mereka. Melihat Arga seperti itu untuk pertama kali rasanya cukup mengerikan.
"Sabar dong, Arga. Duduk sebentar, yuk."
__ADS_1
Tangan pria itu ditepis Arga. Dia memang sudah sangat kesal lantaran apa yang dilakukan gadis bernama Queen itu sudah keterlaluan baginya.
"Arga, jangan marah-marah, dong. Nanti kulit kamu cepat keriput, lho. Mau?" Ucap lelaki tambun itu. Arga mengerutkan dahinya melihat keanehan lelaki separuh jadi itu.
Tak lama Arga menunggu, seorang staff yang tadi memanggil Queen pun kembali.
"Mana dia?!" Tanya Arga geram.
"Ee.. anu.. katanya dia udah hapus fotonya dan akan buat klarifikasi soal itu. Dia.. akan meminta maaf ke ka Arga secara langsung. Tapi.. dia minta waktu soalnya.. dia tadi nangis, Kak. Karena dia lagi diserang sama fans kakak." Jelas staff itu sedikit takut. Melihat Arga berang membuatnya bergidik.
"Gak usah. Dia ga perlu dateng, gue ngga mau liat mukanya." Tukas Arga. Dia keluar dari gedung itu menuju mobil. Sementara Ibra masih disana untuk meminta maaf dan menjelaskan beberapa hal terkait apa yang saat ini Arga lakukan.
Setelah dari studio itu, Arga langsung meluncur ke apartemennya. Dia yakin Syahdu sudah menunggunya sejak tadi. Ia ingin menjelaskan secara langsung kalau semua itu tidak seperti kelihatannya.
Dia membuka pintu. Didapatinya Syahdu juga berdiri tepat di depan pintu dengan membawa tas kecil yang ia selempangkan. Sontak itu membuat Arga langsung memeluk Syahdu erat-erat.
"Syahdu, itu ngga bener. Semua itu ngga bener. Aku bisa jelasin ke kamu semuanya. Sumpah, aku gak punya hubungan dengan perempuan lain."
Syahdu yang semula bingung dengan sikap Arga pun akhirnya paham. Dia mengusap punggung Arga perlahan.
"Aku percaya sama kamu, Ga." Ucapnya untuk menenangkan Arga. Kemarin, Arga bilang bahwa dia tidak akan mempercayai berita tidak baik mengenai Syahdu jika itu bukan dari gadis itu. Dan hari ini, dia melakukan hal yang sama. Karena ia tahu, salah satu hal penting dari suatu hubungan adalah kepercayaan.
"Makasih, sayang." Arga melepaskan pelukannya. "Aku dulu pernah terlibat projek bareng dia. Awalnya aku kira shoot sendiri, ternyata bareng dia. Aku berhenti ditengah jalan karena aku ga nyaman. Itu foto yang sempat keambil, aku udah minta hapus dan bayar denda yang mereka minta. Maafin aku.."
Syahdu bisa melihat kejujuran itu. Dia tahu dan sangat bisa merasakan kasih sayang Arga padanya. 1
Syahdu mengecup bibir Arga sekilas. "Iya, aku ngerti kok. Aku percaya banget sama kamu."
"Aku takut kamu ninggalin aku lagi. Ini kamu cakep banget mau kemana?"
Syahdu sampai menaikkan alisnya. Kenapa lelaki itu bisa lupa?
"Aahh.." Arga menepuk dahinya. "Aku lupa, sayang. Ayo, kita berangkat sekarang." Arga menggenggam tangan Syahdu dan berjalan keluar apartemennya.
...TBC...
__ADS_1
** Makasi yang udah partisipasi namanya di komen ya🤗🤭😍 OH YA UDAH PADA BACA NOVEL AKU YANG BARU BELUM??**