SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Syahdu mengatur napas selagi Soraya berjalan santai mencari tempat mengobrol. Dia hanya perlu mengelak jika Soraya melayangkan tuduhan padanya, kan? Lalu, apa Arga tahu soal ini?


Soraya berhenti di salah satu sudut koridor. Dia bersedekap menatap Syahdu lagi dari atas sampai bawah, meyakinkan bahwa perempuan di depannya tidak satu level dengannya.


"Langsung aja, ya. Gue ngga perlu basa-basi lagi." Tukasnya langsung.


Ya, Syahdu tidak terkejut dengan perubahan sikap Soraya yang awalnya manis namun sekarang terlihat angkuh.


"Gue tau lo deket sama Arga. Gue juga inget lo cewek yang dibawa Arga waktu reuni SMP. Lo liat sendiri kan, kayak gimana level Arga disana. Dan lo, sama sekali bukan tipenya. Jadi gue minta lo jauh-jauh dari Arga, karena gue akan nikah sama dia."


"Oke." Jawab Syahdu cepat dan spontan membuat Soraya mengerutkan alis.


"Gue akan buat lo nyesel kalo sampe lo masih deketin Arga. Gue tau dia bantu biayain rumah sakit nenek lo. Gue bisa aja cabut itu kalo lo nggak nurut apa yang gue bilang!"


Mendengar itu, Syahdu agak ciut. Bagaimana kalau Soraya benar-benar bisa mencabut biaya rumah sakit neneknya?


"Denger nggak lo?"


"Iya, mbak." Yah, sebenarnya Syahdu dengan senang hati ingin menjauhi Arga, lepas darinya supaya dia bisa tentram bersama Wicak.


"Bagus. Gue harap ini pertama dan trakhir gue datengin lo, ya!"


"Eee.. mbak." Syahdu memberanikan diri bertanya. "Kapan mbak Soraya nikah dengan Arga?"


"Hah?" Mendengar itu, Soraya tertawa. "Kenapa? Lo cemburu?? Secepatnya gue akan menikah dengan dia!"


"Lebih cepat, lebih baik, mbak. Kali aja bisa minggu depan."


Mata Soraya terbelalak. Apa itu? Perempuan di depannya tak terlihat marah atau cemburu dan malah menyuruhnya cepat-cepat menikah dengan Arga? Soraya tidak habis pikir.


"Syahdu."


Wicak memanggil, Syahdu langsung tersenyum melihat kedatangan kekasihnya.


"Kalau gitu, saya pamit, mbak." Syahdu langsung berlari kecil kearah Wicak.


"Aku cariin kemana-mana nggak tahunya disini." Ucap Wicak pada Syahdu yang menggandeng tangannya dengan mesra.


Soraya mematung. Dia bingung dengan yang saat ini terjadi. Bukankah kemarin Arga bilang bahwa perempuan kesukaannya tengah sakit? Lalu Julia juga menyampaikan padanya, perempuan itu bernama Syahdu, satu kelas dengan Arga.


Lalu, apa itu? Syahdu memiliki kekasih? Jadi, Arga dan Syahdu tidak pacaran? Arga menyukainya sebelah pihak?


Soraya tertawa kecil. Ternyata seperti itu, ya. Artinya Arga tidak punya alasan untuk bertahan karena perempuan itupun ternyata tidak memiliki perasaan terhadapnya. Masalah ini, beres. Batin Soraya.


...🍁...


Syahdu dan Wicak menyempatkan makan siang bersama di warung pinggir jalan sebelum Syahdu kembali ke rumah sakit.


"Yang tadi siapa?" Tanya Wicak.


"Emm.. orang nyasar, nanya ruang dekan."


Wicak manggut-manggut saja.


"Sore ini masuk kerja?" Tanya Syahdu setelah menelan satu suapan.


"Jam 3 ini. Aku antar kamu ke rumah sakit sebelum kerja." Jawab Wicak kemudian menyesap tehnya.


"Aku akan sibuk karena aku ambil kerja tambahan. Satu semester lagi aku selesai kuliah dan setelah itu, kita pindah dari sini, ya?"


Syahdu mengangguk dengan senyuman. Satu semester lagi artinya kurang lebih 6 bulan. Semoga pada waktu itu, nenek sudah sembuh, batinnya.


"Aku bayar dulu." Wicak meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu dia pergi menuju kasir.

__ADS_1


Ponsel itu bergetar. Beberapa kali sampai Syahdu meraihnya dan membuka pesan dari seseorang yang bernama Imel.


Kerut di dahi Syahdu muncul. Imel? Yang mana ya, orangnya. Kayak pernah tahu namanya. Pikirnya.


Syahdu membuka ponsel Wicak. Dia membuka ruang obrolan yang sejak tadi terus berisik.


Syahdu membaca pesan dari Imel. Gadis itu minta diteminin?


Syahdu membuka foto profilnya, dan seketika dia ingat. Ya, teman Wicak pertama yang berkenalan dengannya saat datang ke kampus ini.



Syahdu membaca pesan-pesan yang ada disana. Banyak sekali, sampai Syahdu diam menatap layar itu.


"Syahdu, kenapa?" Wicak yang baru datang, langsung duduk dan menoleh ke arah layar ponselnya yang dipegang Syahdu.


"Oh, Imel. Biarin aja." Jawabnya cuek.


"Kak Imel yang cantik banget itu, ya?" Syahdu bertanya dengan hati bergetar. Tapi memang, Imel sangat cantik.


"Nggak cantik-cantik banget, lah. Cantikan kamu kemana-mana. Lebih enak dipandang." Wicak mengedipkan mata pada kekasihnya. Tapi Syahdu tidak bisa tersenyum walau digombal seperti itu.


"Dia.. suka sama kakak, ya?" Syahdu tahu, setelah melihat semua isi percakapan mereka nampaknya Imel suka pada kekasihnya.


"Yaaa.. nggak tahu juga. Ck. Ngga usah dipikirin lah. Ayo, aku antar ke rumah sakit." Wicak berdiri, tangannya mengulur supaya Syahdu menggenggamnya.


Gadis itu menyambut, lalu berjalan disebelah Wicak. "Kenapa kakak ngga mau?" Tanyanya lagi.


"Nggak mau apa? Ga usah aneh-aneh. Aku ngga ada apa-apa sama dia." Gerutu Wicak kesal dan semakin mengeratkan genggamannya.


Syahdu bukan tanpa alasan mengatakan itu. Dia pernah bertemu Imel dan memang mengagumi kecantikan gadis itu. Syahdu pula bukan tak cemburu. Dia sangat cemburu bahkan lututnya terasa lemas saat tahu ada perempuan lain yang menyukai kekasihnya. Tapi dia cukup sadar diri. Apa yang dia lakukan dibelakang Wicak jaug lebih menyakitkan ketimbang fakta baru yang ia dapat hari ini.


Padahal dia memang telah memantapkan hati, jika suatu hari Wicak tahu dan memilih pergi, dia akan mengikhlaskannya. Dia sudah sering memikirkan jika hari itu datang, menguatkan diri dan berusaha menerimanya karena semua memang kesalahan dirinya. Tapi saat tahu ada yang menyukai Wicak dan lebih cantik pula, Syahdu malah merasa kesal sendiri.


Ponselnya getar, Syahdu merogoh saku celananya. Arga, dia ingin mengatakan sesuatu yang penting.


Wicak memberikan helm padanya. "Ya?"


"Aku.. dapet pesan, harus ngerjain tugas bareng temen."


"Biar aku antar. Dimana?"


"Ngga usah, kak. Dekat sini, kok. Kakak pergi kerja aja biar ngga telat." Tolak Syahdu secara halus. Dia akan ke apartemen Arga untuk menemui lekaki itu sekaligus mengambil beberapa barangnya.


"Ya udah, kamu beneran ngga apapa sendiri?"


Syahdu mengangguk. "Hati-hati di jalan, kak."


"Kamu juga. Aku pergi, ya."


Syahdu melambaikan tangannya pada Wicak. Lalu memesan taksi online menuju apartemen Arga.


~


Arga melirik jam berkali-kali. Tadi katanya Syahdu akan datang ke apartemennya, tapi sudah satu jam lebih Syahdu belum juga sampai. Padahal dia sudah menyiapkan beberapa hidangan di atas meja makan, untuk makan siang bareng dengan gadis itu.


Suara pintu terbuka membuat Arga gelagapan. Dia seperti tak tahu harus bersikap seperti apa saat perempuan itu masuk.


"Popiii.." Syahdu menghampiri anjing kecil yang ada diatas sofa, lalu memeluknya dengan gemas. Membuat Arga tak bisa melepaskan pandangan dari wajah cantik itu.


"Ga." Perhatiannya teralih saat melihat Arga berdiri di depan ruang dapur. "Sebentar ya, aku siapin barang dulu." Ucapnya sembari meletakkan popi.


Syahdu mulai mengambil beberapa barangnya diikuti Popi yang mengekor dengan lucunya. Setelah selesai menyusun barang, Syahdu menghampiri Arga yang sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


"Makan dulu."


"Aku udah makan sama kak Wicak. Kamu masak ini semua?" Syahdu duduk di depan kursi Arga melihat semua makanan yang Arga masak. Sebenarnya harum banget, tapi perutnya sudah ketat.


Lelaki itu mengangguk lambat. Dia memasak supaya bisa mengobrol santai dengan Syahdu. Tapi dia lupa kalau Syahdu tadi pergi bersama lelaki itu.


"Makasih, loh. Kamu tuh, sampe masak segala."


"Gue nggak masak buat lo. Ini buat gue." Tukasnya kemudian mengambil nasi dan lauk, mulai menyantap makanannya.


"Gitu, ya. Tapi, lain kali kamu ngga perlu sampe baik gitu ke aku, Ga. Karena tanpa kamu baikin pun, aku akan layanin kamu sesuai kesepakatan di kontrak, kok." Ujar Syahdu lagi.


"Maksud lo?"


Syahdu ingin sekali bilang, kalau dia sudah dengar apa yang dia ucapkan pada temannya. Tapi buat apa. Semoga saja dia sadar, batin Syahdu.


Arga meletakkan sendok dan garpunya. "Lo ngira gue baik karena ada maunya?"


"Bukannya emang gitu, ya. Aku denger sendiri, kok."


Alis Arga bertaut. Dengar? Syahdu dengar apa?


"Lupain aja. Tadi katanya ada yang mau diomongin. Soalnya aku harus ke rumah sakit."


Arga diam sejenak. Sepertinya dia mulai ingat, percakapan dirinya dengan Arvian waktu itu, ternyata Syahdu mendengarnya. Sial! Makinya dalam hati.


"Kalo ngga ada lagi, aku mau pamit."


"Gue minta bantuan lo."


"Bantuan?"


"Oma minta lo dateng. Gue udah janji mau bawa lo kesana. Soalnya, dia juga udah tau kalo gue bantuin lo di rumah sakit."


Syahdu melipat bibir. Oma tahu? Apa artinya oma mau memarahinya atau apa?


"Lo tenang aja. Oma cuma ngundang makan malam. Kalau lo ada waktu, malam ini gue jemput."


"Ee.. kalau.."


"Lo tinggal bilang kalo lo punya cowok supaya lo nggak diganggu oma lagi."


Syahdu diam. Rasanya kekhawatirannya terlalu terbaca oleh Arga. Atau laki-laki itu yang teramat peka?


"Soal Soraya, gimana?"


Arga membuang wajah. Dia sangat tidak suka dengan perempuan itu.


"Dia ada ngomong apa sama lo?" Tanya Arga kemudian.


"Kamu tahu??"


"Enggak. Gue nebak. Soalnya gue liat dia masih di lorong kampus tadi." Jawab Arga. "Kalo dia ngancem-ngancem lo, bilang sama gue."


"Enggak, kok. Dia dateng cuma mau kenalan dan dia ingat aku orang yang kamu ajak reuni waktu itu. Katanya, kalian akan tunangan dalam waktu dekat." Kemudian Syahdu memelankan suaranya. "Kamu... beneran mau tunangan, Ga?"


Arga langsung berdecak. "Bukan urusan lo." Tukasnya sembari bangkit dan keluar dari dapur. Entah kenapa suasana hatinya jadi buruk sejak Syahdu menganggapnya baik karena ada yang ia mau, juga pembahasan pertunangan yang ngga ada habisnya. Berulang kali dia katakan pada keluarganya, tapi tak ada yang mau mendengar.


Syahdu menghela napas. Dikasari oleh Arga sudah biasa. Tapi, kenapa Arga sampai seperti itu padahal Syahdu cuma bertanya soal pertunangannya supaya jelas, sampai dimana dia harus melayani Arga. Supaya Syahdu bisa bernapas lega. Dia ingin bebas, hanya itu.


**


Jangan lupa likenya seperti biasa ya.

__ADS_1


Eh, Udah Vote blom?


Cuss langsung Votee!!


__ADS_2