
Suara bel pintu membuat Syahdu menoleh. Gadis itu dengan cepat berlari menuju pintu. Dia tahu itu Arga. Dia ingin mengomeli lelaki itu. Kenapa membeli barang yang aneh-aneh.
"Ga, kamu..."
Syahdu seketika bungkam saat melihat bunga mawar merah besar ada di hadapannya. Dia tersenyum, omelan yang tadi ingin ia lontarkan untuk Arga pun langsung menghilang.
"Roses for my beloved and lovely flower." Ucap Arga dibalik baket banga.
"Aku bukan bunga, ya." Syahdu mengambil mawar itu dari Arga. Senyuman lebar pun tersungging di bibirnya. Arga sangat manis.
"Iya, kamu lebih dari itu. Kamu suka?"
Syahdu mengangguk cepat. Dia sangat suka sekali.
Arga masuk, lalu menutup pintu. "Malam nanti aku ada talkshow. Jadi, kamu ngga apa-apa kan, sendiri?"
"Ngga apapa." Jawabnya yang duduk di sofa, sibuk dengan bunga mawar merahnya.
Arga duduk disebelah Syahdu, merangkul gadis itu untuk merebahkan kepala di bahunya.
"Kamu suka baju-baju yang aku beliin?"
Syahdu langsung duduk tegak. Dia sampai lupa ingin memarahi Arga soal itu.
"Kamu kok, beli baju yang kaya gitu?"
"Lho, kenapa?"
"Pendek-pendek banget!"
"Itu model terbaru. Aku tau kok, semua selera aku kamu juga suka." Arga mengambil satu lingerie yang ada diantara tumpukan baju.
"Pake ini coba."
"Nggak!" Jawab Syahdu cepat, dan Arga terkekeh.
"Aku beliin kamu make up juga. Masih bisa make up, kan?" Tanya Arga lagi. Mulai mencari sesuatu diantara tumpukan kotak yang belum terbuka.
"Ah, ini dia." Arga mengangkat satu kotak ponsel.
"Aku beliin kamu ini. Supaya mudah ngehubunginya." Katanya sembari membuka kotak ponsel yang tadi sudah ia setel dengan aplikasi pelacak.
"Kamu tinggal pakai. Semua nomer teman-teman udah aku save. Mereka juga udah save nomor baru kamu."
__ADS_1
Syahdu hanya menatap ponsel itu lalu bersandar kembali dipelukan Arga.
"Minggu ini aku sibuk, tapi nanti aku akan punya banyak waktu untukmu. Aku akan berhenti."
"Kenapa berhenti?" Tanya Syahdu, mendongak melihat Arga.
"Karena tujuanku udah kudapatkan."
"Aku ngga apapa lho, kalau kamu tetap manggung." Syahdu duduk tegak menghadap Arga. "Aku tau kamu suka musik, nyanyi di depan banyak orang. Aku bisa liat itu."
Arga tersenyum kecil. "Iya. Tapi semua itu udah ngga perlu lagi. Aku mau kamu ngga kesepian kalau aku terus manggung. Apalagi sampe keluar kota."
"Kamu kan, bisa atur jadwal supaya ngga terlalu padet. Masa kamu berhenti gara-gara aku? Apa nggak sayang?"
Arga mengelus rambut Syahdu. "Emang ngga apapa kalau aku terus digemari banyak perempuan?"
"Yaa, semua itu kan, tergantung kamu."
Arga tersenyum lebar. Benar juga. Beruntung dia memiliki Syahdu yang pengertian. "Hm.. aku coba pikirin lagi nanti, deh." Jawab Arga kemudian.
"Kamu bisa sibuk minggu ini, karena besok aku balik. Udah kangen sama Bunda."
"Besok?"
"Nanya apa?"
"Emm.. menurut kamu.. gimana kalau aku bawa Bunda dan adik-adik aku tinggal di kota? Kamu jadi kan, buatin aku panti asuhan?"
Arga mengangguk. "Terserah kamu, sayang. Apapun yang buat kamu senang, aku akan lakuin."
Syahdu kembali melebarkan senyum. "Kalau Bunda mau, aku seneng banget, Ga."
"Aku juga seneng. Jadi kamu ngga perlu jauh-jauh pergi kesana." Kata Arga sembari menarik lagi Syahdu dalam pelukannya.
...🍁...
Syahdu mengambil bantal sofa lalu duduk sembari mengunyah makanan. Dia sudah menyiapkan snack dan minuman untuknya selagi menonton live Arga yang ada di talkshow salah satu stasiun televisi dengan Popi yang tidur disebelah Syahdu.
Acara belum dimulai, Syahdu mengecek ponselnya. Beberapa kali dia mengetik nama Arga dipencarian, dan nama itu muncul dipaling awal juga beberapa berita mengenai dirinya. Syahdu juga tidak menemukan adanya gosip-gosip tentang Arga dengan perempuan lain.
Dia membuka sosial media Arga. Semua penuh dengan sanjungan para gadis. Tapi Syahdu senang, karena Arga sudah memberitahu semua fans-nya, kalau dirinya yang sekarang sudah memiliki kekasih.
Ponsel Syahdu berdering lagi dan lagi. Gadis itu menghela napas saat nama itu muncul di layar ponselnya.
__ADS_1
Arga, dia yang membuat namanya sendiri di ponsel Syahdu. Dia pula yang mengganti display picture gadis itu dengan foto close up-nya. Terlewat alay, Syahdu hanya bisa pasrah. Apalagi Arga melarangnya untuk mengubah semua itu.
Syahdu langsung meletakkan ponselnya saat televisi sudah menampilkan wajah Arga yang baru saja masuk keatas stage.
Syahdu terus tersenyum melihat siapa yang ada di layar. Lelaki yang saat ini satu rumah bersamanya, ada di layar televisi dan menjadi terkenal. Disana, mereka bercanda ria bersama dua orang host. Lalu, Arga diberi beberapa pertanyaan dahulu sebelum mulai bernyanyi.
"Oke, jadi gua liat nih, tweet lo tadi pagi. Ceileee.." Goda Host pria, dan Arga hanya tertawa.
"Itu gimana ceritanya? Gua penasaran, nih."
"Panjang, deh. Intinya dia udah balik dan kita deeptalk soal masa lalu dan segala macem. Gue beruntung, sih." Jawabnya yang kemudian menatap kamera, memberi senyuman terbaiknya disana. Dia tahu, Syahdu menontonnya.
"Wah. Luar biasa, ya. Jadi, selama 7 tahun, dia baru datang lagi?" Tanya Host wanita.
"Dia ngga tau gue nyari dia. Soalnya dia tinggal di desa yang ngga ada listrik dan sinyal."
"Hah?" Kedua Host itu cengo.
"Dia nenangin diri, karena emang masa lalu kita cukup berat. Sampe dia balik kesini dan kita udah nyelesain semua." Jawab Arga lagi.
"Di spill dong, cewenya." Pinta Host wanita.
"Boleh, ntar gua spill." Jawabnya dengan tawa.
"Berita satu lagi nih, katanya lo mau berhenti jadi penyanyi. Beneran?" Tanya Host pria.
"Emm. Awalnya sih, gitu. Waktu itu gue pikir, cewe gue bakalan nolak kalo gue jadi terkenal dan pastinya disukai banyak cewe. Tapi ternyata dia ngedukung gue berkarya. Jadi, setelah gue pikir panjang, gue bakal tetap..." Arga mengangguk-angguk dengan senyuman saat suara teriakan para gadis terdengar. Mereka excited karena idola mereka akhirnya membatalkan rencananya untuk berhenti.
Percakapan mereka pun berlanjut mengenai single terbaru Arga yang melejit dan dengan Arga yang mulai perform di depan audiens.
Syahdu hanya menggelengkan kepala. Arga terlalu berterus terang, apa lelaki itu tidak takut kehilangan penggemar?
Sementara jauh di kota Bebatu, seorang laki-laki memandangi laptopnya. Sudah hampir seminggu, perempuan yang katanya berusaha membuka hati untuknya tidak hadir kembali.
Arif menghela napas. Dia baru saja menonton talkshow seorang penyanyi terkenal dengan hubungan barunya bersama seorang gadis yang hilang selama 7 tahun lamanya dan kini tengah menjadi perbincangan publik. Arif akhirnya tahu siapa gadis itu. Terlebih foto yang pernah Tari berikan padanya, juga gadis yang fotonya disebar oleh penyanyi itu memperjelas semuanya.
Walau dari belakang, Arif tahu betul kalau itu adalah Syahdu. Dia menutup laptopnya. Padahal tadi hari libur, tapi Arif sengaja jauh-jauh datang dari kota tempatnya mengekos, menuju desa, hanya untuk melihat apakah Syahdu sudah kembali atau belum. Tapi nampaknya Arif sudah tahu kalau gadis itu tidak akan kembali karena dia sudah menemukan cinta yang dulu sempat pernah hilang dari dirinya.
TBC
__ADS_1