
Syahdu dan Arga baru pulang dari desa Bebatu membawa Tari dan Adit beserta barang-barang keperluan anak-anak itu. Sejak tadi tak banyak kata yang keluar dari mulut mereka. Apalagi Tari yang masih sesegukan terasa di dadanya.
"Kamu masuk kamar ya, nak. Mandi terus istirahat." Kata Syahdu dengan suara paraunya. Adit menangguk dan masuk kedalam kamar yang telah ditunjuk.
Kini Syahdu beralih pada Tari. Dia duduk menunduk di kursi tamu. Sesekali ia menyeka air mata yang tumpah.
"Tari.." baru duduk, Syahdu langsung dihambur pelukan oleh Tari.
"Kaak.." Tari menangis terisak di pelukan Syahdu, hingga membuat wanita itupun kembali meneteskan air mata.
Dari empat hari waktu yang ditentukan Arga, berakhir dua minggu mereka berada di desa Bebatu.
Saat sampai, Syahdu langsung melarikan Nani ke rumah sakit saat ia terjatuh di kamar mandi. Sepuluh hari Nani koma, hingga akhirnya berpulang kepangkuan ilahi.
Adit dan Tari terpaksa ikut Syahdu. Tentu wanita itu telah mendapat persetujuan dari suaminya terlebih dahulu.
Setelah tenang, Syahdu mengantar Tari ke kamar, lalu dia pun kembali ke kamarnya.
"Kamu udah lakuin yang terbaik, sayang." Arga menarik Syahdu dalam dekapan, saat dilihatnya wanita itu duduk di tepi ranjang dengan lamunan panjang.
"Aku merasa.. masih belum bahagiain Bunda."
"Bahagia. Dia pasti bahagia karena kamu juga bahagia dan bisa bawa dua adik kamu kesini. Kamu jangan khawatir soal mereka. Aku nggak keberatan kamu bawa mereka kesini."
Syahdu mendongak, dilihatnya Arga tersenyum hangat berupaya menenangkannya.
"Makasih, ya, Ga. Aku ga ngerti kalo ga ada kamu."
"That's what your husband's for, baby." Ujar Arga yang kemudian mengecup kening Syahdu lama.
...🍁...
"Lho, kamu mau kemana, Ga?" Syahdu yang masih menyusun barang dari koper, berdiri saat melihat Arga mengambil kemeja dan jas dari lemari.
"Kerja, sayang. Ada masalah dikit di kantor dan aku harus cepat-cepat turun tangan." Katanya sembari memakai kemeja.
"Kita kan, baru sampe."
"Yah, gimana lagi."
Syahdu membantunya mengancingkan kemeja. Wanita itu tahu, Arga pasti sangat lelah. Apalagi selama disana, dia membantu Syahdu menjaga Nani.
"Ga.. kalau pantinya udah jadi, anak-anak langsung dipindahin kesana?" Tanya Syahdu. Nadanya mulai sendu. Nampaknya ia sedikit keberatan.
"Terserah kamu, sayang."
"Soalnya kan, mereka baru berdua.."
Arga paham betul apa yang dimaksud istrinya. "Mereka disini dulu selagi panti belum diisi. Aku juga udah siapin rumah yang persis disebelah panti buat kita."
"Eh?"
"Aku sengaja beli dua, karena aku tau kamu pasti sering kesana. Jadi, yaah, siapa tahu kamu berubah pikiran dan mau pindah, aku udah siapin rumahnya buat kamu. Persis disebelah panti, supaya kamu gak repot kesana kemari buat ngecek mereka nanti."
__ADS_1
Syahdu terenyuh. Arga memberikan semua yang bahkan tak ia pinta. Bagaimana cara ia membalasnya?
"Kamu.. kok.." Syahdu berhambur kepelukan suaminya. Dengan erat ia melingkarkan kedua tangannya di tubuh Arga.
"Gimana caranya aku balas kebaikan kamu, Ga.."
Arga tersenyum mendengarnya. Memangnya siapa yang butuh balasan?
"Aku pengen kamu terus ada disisi aku, Syahdu. Waktu aku sedih, terpuruk, senang, disegala situasi. Aku mau kamu selalu ada dan please, jangan pernah berpikir untuk pergi sedetikpun." Tutur pria itu. Didekapnya Syahdu, satu-satunya wanita yang telah memenangkan hatinya sejak sembilan tahun yang lalu.
Syahdu terisak. Lalu ia mendongak menatap suaminya.
"Aku sendiri ga tau gimana cara jalani semua kalo kamu ga ada, Ga. Aku berutang banyak ke kamu."
"Heeiii." Arga melepas pelukan. Digenggamnya kedua bahu Syahdu yang sudah terisak. Saat ini, wanita itu masih dalam suasana hati yang lemah sebab meninggalnya Nani.
"Ga ada kata utang untuk suami dan istri. Aku sayang sama kamu dan semua yang aku lakuin cuma supaya kamu bahagia selama hidup sama aku. Ga ada alasan lain aku kerja keras, semua untuk kamu dan anak kita. Kamu dengar aku, kan?"
Syahdu mengangguk lemah. Dia benar-benar terharu dengan ucapan suaminya.
"Jadi, jangan pernah ngomong kaya gitu lagi ke aku, oke?"
"Iya." Katanya sembari mengusap air matanya. Dibantu Arga yang tersenyum melihat Syahdu yang cengeng dan tidak pernah berubah.
"Ya udah, kamu jangan nangis lagi, ya. Ada aku, Arsya, Adit, Tari, semua yang ada disini, sayang sama kamu. Sekarang, kamu istirahat mumpung Arsya lagi dijaga sama Mami."
Syahdu mengangguk lagi, dan Arga pun mengecup puncak kepala Syahdu untuk mengakhiri percakapan mereka siang itu.
~
"Lagi makan, Nak?" Syahdu datang, disambut Arsya yang mengoceh ria melihat ibunya.
"Iya. Lahap banget." Kata Julia sembari membersihkan sisa makanan di mulut Arsya.
"Mami turut berduka ya, Syahdu. Padahal Mami pengen banget Bunda kamu datang kesini, nempatin panti yang baru."
Syahdu tersenyum kecil. Dilihatnya Adit tengah bermain dengan Arsya yang menggenggam jarinya.
"Iya, Mi. Itu kenapa Syahdu bawa Adit sama Tari kesini. Kasian mereka nggak ada yang jagain. Mami sama Oma.. nggak apa-apa kan, sementara mereka disini? Karena panti belum selesai direnovasi."
"Kamu ngomong apa? Oma malah seneng, rumah yang tadinya cuma diisi dua orang, jadi rame kaya gini." Sahut Margareth dengan tangan terbuka.
Syahdu menunduk haru. Bersyukur sekali dia bisa bergabung dengan keluarga ini.
Apa ini bagian dari doa nenek untuknya? Dulu Suriani pernah berdoa supaya Syahdu menemukan orang yang tepat, juga keluarga suami yang sayang padanya.
Sebab ia sudah sangat menderita dalam hidupnya. Dicaci, dihina, direndahkan hanya karena status sang ibu yang bahkan tidak pernah ia lihat wajahnya. Pintar dan cantik yang ada pada dirinya pun tak berguna karena label anak pelacur lebih nikmat untuk diberikan.
Setelah perbincangan itu, Syahdu masuk ke kamar Tari membawa Arsya. Dia ingin menghibur gadis itu.
"Tari.." Syahdu membuka pintu perlahan. Tari yang tadinya berbaring langsung duduk di tempat tidur.
"Kamu capek, ya?"
__ADS_1
Tari tersenyum dengan mata sembabnya, mengambil Arsya dari gendongan Syahdu.
"Nanti juga terbiasa kok, kak." Jawabnya dengan suara parau.
"Babwahh.. babwaahh.." Oceh Arsya menarik-narik rambut Tari, membuat gadis itu geli dan tertawa.
"Lucu banget. Akhirnya ketemu juga.." kata Tari yang akhirnya teralihkan.
"Tari. Kakak daftarin kamu ke sekolah besok, ya. Adit juga. Sekolah kalian bersebelahan. Supaya kakak enak jemputnya."
"Maaf ya kak, Tari sama Adit jadi ngerepotin kakak." Ujarnya, mulai tergenang lagi air matanya.
"Nggak. Kakak malah seneng banget kalian ada di dekat kakak. Kalian nggak ngerepotin, toh Bunda ngasih semua sisa hartanya buat pendidikan kalian. Pokoknya, kamu dan Adit harus belajar dan sebentar lagi kita akan buka pantinya. Oke?"
Tari mengangguk setuju dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.
~
Sore itu, Syahdu menepuk-nepuk Arsya yang tertidur. Bayi mungil itu sejak tadi merengek minta digendong Syahdu. Dia pasti rindu. Begitu pula dengan Syahdu yang dua minggu tak bertemu anak satu-satunya.
Walau sedih dengan kepergian Nani, Syahdu juga merasa lega karena kedua adiknya akhirnya ikut bersamanya.
TRING
Ponselnya berdering. Syahdu sampai kaku di tempatnya sembari menatap Arsya yang sedikit bergerak.
Huff. Wanita itu menghela napas. Syukurlah Arsya tidak terbangun mendengar dering telepon yang lupa dipadamkan Syahdu.
Diraihnya ponsel dan membuka chat terbaru dari Arga. Wanita itu kembali tergelak tanpa suara saat berchat mesra dengan Arga.
** Halooo. Kita ada di penghujung Bab Syahdu. Kedepannya gw akan upload Bab tentang Syahdu dan Arga waktu di kampus atau momen lainnya dikala sempat ya:( **
HEYYOO. Kalian udah baca novel terbaru akuuu HIGH SCHOOL RELATIONSHIT BELOM??
NAH disana ada sedikit banyaknya tentang kelanjutan cerita Syahdu yaa..
JANGAN LUPA SUBSCRIBE DAN VOTE
Aku tunggu kehadiran kalian di Novel terbaru akuuu tentang percintaan ARSYAAA😆😆😆
HEY, AKU SERIUS😤
~
Surat untuk Pembaca🥹
HAI PEN, Makasih banyak buat kalian yang udah rela-relain baca.. Makasi yang udah rela-relain kasih gift dan Vote. Makasih yang udah rela-relain ngabisin waktunya buat KASIH KOMEN WALAU KADANG NGESPAM😂 TAPI KALIAN LUAR BIASA SIH. MAKASIH YAAA..
AYO KETEMU LAGI DI NOVEL ON GOING AKU YANG LAIN. BIGHUGG FROM AUTHOR TERKEREN🤗🤗
__ADS_1
(Udah SUBSCRIBE NOVEL INI, Pen? Jangan lupa tap love untuk notifikasi update cerita WHAT IF-NYA Syahdu dan Arga yaa)