SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Perubahan Sikap Syahdu


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Tanpa terasa persiapan pernikahan hampir selesai. Syahdu dan Julia lebih sering bertemu untuk menentukan semua design dan dekorasi pernikahan. Sementara Arga sibuk mengisi acara dan hanya menyetujui semua yang Syahdu pilihkan untuknya.


Rencana pernikahan keduanya masih rapat tersimpan. Acara itu kemungkinan akan digelar tertutup sesuai keinginan Syahdu. Walau ada berdebatan kecil lantaran Arga dan keluarganya yang ingin pesta besar dan meriah. Tanda mereka sangat menyambut kehadiran Syahdu di tengah-tengah mereka. Namun Syahdu belum mau memberikan jawabannya terkait hal itu.


Ponsel Syahdu bergetar. Ia mengambilnya diatas meja.


"Halo, Ga."


'Baby, kamu mau titip apa? Aku dijalan pulang.'


"Hmm.. aku pengen nasi goreng."


'Oke, aku akan cari nasi goreng yang paling enak buat kamu, ya?'


"Tapi aku pengennya kamu yang masak."


'Beli aja deh, sayang. Ya? Nanti aku beliin sate sama avocado float juga.' Bujuk Arga diseberang. Dia baru pulang bekerja, tentu ia ingin langsung istirahat sesampainya di apartemen.


"Aaaah, aku maunya kamu yang masak. Dari tadi aku nungguin kamu pulang supaya bisa masakin aku nasi goreng kaya biasa." Rengek Syahdu. Dia sampai merosot dari sofa lantaran kesal dengan jawaban Arga.


'Iya.. iya. Yauda aku masakin. Berarti ga titip apa-apa, ya? Kalo gitu aku tutup dulu. Bye, baby.'


Sambungan terputus, Syahdu tersenyum lebar. Dia berdiri di depan lemari kaca sembari merapikan rambut dan bajunya. Ia ingin terlihat cantik di depan Arga nanti.


Tak butuh waktu lama, suara pintu terdengar membuat Syahdu seketika berlari menuju pintu. Dipeluknya Arga yang awalnya terlihat lesu, langsung berdiri tegak menyambut pelukan Syahdu.


Tak biasanya Syahdu seperti ini. Namun Arga menyukai sikap Syahdu yang sekarang.


"Kamu wangi banget." Ucap Syahdu yang asyik mengendus leher Arga.


"Wangi apa, sayang. Aku baru manggung, pasti bau keringat." Arga melepas topi dan maskernya. Dirinya kesulitan berjalan karena Syahdu yang terus menempel.


"Tapi aku sukaak. Enak gitu baunya. Kamu jangan mandi, ya."


"Hah? Ya nggak gitu juga dong, sayang. Bisa gatel-gatel badan aku."


Syahdu langsung merengut dan melepaskan lengannya dari Arga.


"Kamu ih. Katanya mau turutin semua permintaan aku. Tapi aku minta yang ngga pake modal aja kamu ga mau."


Arga mengerutkan dahi. Ada apa dengan Syahdu belakangan ini? Entahlah. Dia segera mencari cara untuk mengalihkan Syahdu.


"Kamu mau aku kasih tau sesuatu, nggak?" Arga mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Lalu menyerahkannya pada Syahdu.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Itu berkas kamu. Aku udah daftarin kamu ke universitas kita dulu. Jadi bulan depan kamu udah mulai kuliah."


"Hah? Serius???" Syahdu menganga. Padahal ini sudah lama sekali dibahas, dan Arga ternyata benar-benar mengabulkannya.


"Seriuslah, sayang. Masa aku bercanda. Aku kan, udah janji." ucapnya sembari mengusap kepala Syahdu. "Satu-satu aku akan kabulin permintaan kamu. Tunggu yang lain, ya.."


Syahdu langsung memeluk Arga. Membuat lelaki itu tersenyum apalagi Syahdu melupakan keinginan anehnya sejenak.


"Kalo gitu kamu tunggu sini, ya. Aku mau siapin bahan untuk masak nasi goreng." Arga melepas jeketnya. Syahdu pula duduk diatas sofa sembari membuka berkas yang diberikan Arga padanya.


Buru-buru Arga masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum Syahdu menyadarinya.


Arga keluar dari kamar mandi setelah beberapa saat. Dia sibuk menggosokkan handuk ke rambutnya yang masih basah. Tak ada suara apapun disana, dilihatnya Syahdu sudah tertidur diatas sofa.


Arga mendekat. Ia duduk di tepi sofa memandangi wajah kekasih yang teramat ia cintai.


Syahdu larasati, ia elus lembut pipi gadis itu. Belakangan Syahdu sedikit aneh. Kemarin dia juga meminta Arga untuk tidak mandi, padahal biasanya dia akan marah kalau Arga menunda mandinya. Lalu sekarang, dengan alasan bau yang enak, Syahdu melarangnya mandi dan lebih suka tidur dengan kondisi Arga yang bau keringat.


Gadis ini juga tidak mau makan jika bukan Arga yang masak. Setiap malam Arga mengajaknya makan diluar, atau menanyakan apa yang ia inginkan. Namun Syahdu menolak lantaran ia hanya ingin makan apa yang dimasak Arga untuknya.


"Kamu ini jadi manja banget." Gumam Arga. Lama ia memandangi wajah Syahdu yang sangat ia cintai begitu dalam.


Kalau diingat lagi, ia dulu sering bertanya bagaimana akhir kisah dirinya bersama Syahdu. Ia penasaran sekali nasib Syahdu saat setelah berakhir kontrak dengannya. Sejak awal kontrak itu ditanda tangani Syahdu, ia mengira Syahdu akan menyukainya. Sebab banyak sekali gadis yang jatuh hati. Namun ia salah, justru cinta antara Syahdu dan kekasihnya amat kuat hingga Syahdu ingin sekali lari darinya demi bisa bersama Wicak.


Lalu dialah yang terjebak dengan kontraknya sendiri, dimana ia selalu ingin bersama Syahdu dan ingin memilikinya.


Arga tersenyum mengingat semua yang telah mereka lewati. Beruntungnya ia sekarang bisa memiliki Syahdu seutuhnya.


Arga kemudian mengangkat tubuh Syahdu yang masih tertidur untuk ia pindahkan keatas ranjang, lalu menyelimuti tubuh gadis itu. Tak lupa ia kecup kening Syahdu sebagai ucapan selamat tidur, sembari ia pun membaringkan tubuhnya disebelah Syahdu. Hari ini terasa cukup berat. Untunglah besok ia punya sedikit waktu senggang untuk sekedar jalan bersama Syahdu.


...🍁...


Pagi sekali Arga sudah sibuk di dapur. Tadi malam ia tak sempat memasakkan nasi goreng kesukaan Syahdu sebab gadis itu sudah duluan tertidur. Entahlah, gadis itu nyenyak sekali. Biasanya ia gampang terbangun jika mendengar suara atau pergerakan apapun. Tapi kini tidak. Tidur gadis itu amat nyenyak, sampai diangkat dari sofa pun ia tak terbangun juga.


Sebuah lengan melingkar di pinggang Arga. Dekapan hangat terasa disekitar punggungnya. Arga tahu itu Syahdu. Gadis itu memeluknya dari belakang.


"Morning, sayang." Sapa Arga sembari terus mengaduk nasi.


Tak ada jawaban. Syahdu memejamkan matanya dengan terus mengeratkan pelukan.


"Aku masakin nasi goreng buat kamu. Tadi malam kamu ketiduran lagi."


Arga membalikkan badan, mengecup kening Syahdu.


"Duduk, gih. Biar aku siapin sarapan kamu."

__ADS_1


Syahdu menarik kursi dan duduk dengan wajah bantalnya.


Arga meletakkan sepiring nasi dan jus jeruk hangat. Lalu ia pun duduk disebelah Syahdu.


"Suapin.." ucap gadis itu manja. Membuat Arga tak kuasa menahan senyuman. Dia mengambil sendok dan mulai menyuapkan ke Syahdu.


Perlahan gadis itu mengunyah. Lalu menenggak jeruk hangatnya.


"Kenapa? Ga enak?"


Syahdu menutup mulut. Terasa sesuatu berputar dalam perutnya.


"Syahdu?"


"Hmmpp.." Syahdu buru-buru ke westafel dan memuntahkan makanan yang baru ia telan.


"Baby, kamu kenapa, sayang?"


Syahdu tak menjawab. Ia berusaha mengeluarkan apa yang mengganjal di perutnya.


"Kita ke dokter, ya? Aku siap-siap dulu."


"Gaa.."


Suara lemah Syahdu membuat Arga kembali dan memeluk gadis yang merentangkan tangannya.


"Aku ngga apa-apa. Aku cuma masuk angin. Maunya dekap kamu terus." Syahdu memejamkan matanya lagi, mencari kehangatan di dada bidang Arga. Namun beberapa detik setelahnya, ia kembali merasa mual hingga Syahdu terjongkok memegangi perutnya.


Arga dengan cepat mengangkat Syahdu menuju ranjang dan membaringkannya disana.


"Kita ke rumah sakit sekarang." Tukas Arga.


"Engga perlu, Ga. Perut aku kram kaya biasa. Ini emang udah masuk waktunya, sih." Ucap perempuan itu meringkuk diatas tempat tidur.


"Ya udah, kalo gitu kamu istirahat, ya." Arga menyelimuti Syahdu, lalu mengecup kening gadis itu.


Ia menjauh sebentar dari Syahdu untuk menelepon seseorang.


"Gimana?" Tanya Arga pada orang diseberang. Hening beberapa detik sampai Arga mematung.


"Serius lo?"


Hening lagi, Arga mendengarkan orang diseberang berbicara sembari ia menatap Syahdu sesekali dari tempatnya.


"Oke, gue ketempat lo bentar lagi, deh. Nggak bisa kalo denger tebakan lo doang. Setengah jam lagi gue kesana." Tukas Arga kemudian memutuskan sambungan teleponnya. Dia menatap Syahdu dari tempatnya berdiri sambil berdoa penuh harap dalam hatinya.

__ADS_1


TBC


** Hayoohh udah Vote belommm??**


__ADS_2