SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Nyanyi dipanggung


__ADS_3

Syahdu ditenangkan oleh teman-temannya. Dina, Alika, dan Naya. Tak lepas Ibra dan Arga juga turut ada disampingnya.


Syahdu pula baru berhenti menangis. Sejak tadi dia berpikir, apa yang menjadi penyebab Awan mengetahui bahwa ia tahu apa yang terjadi pada masalah keluarganya. Sempat terpikir oleh Syahdu bahwa Riskalah yang memberitahunya. Tapi setelah dipikir-pikir, bukan waktunya lagi untuk mencari tahu. Dia hanya perlu meluruskan bahwa diapun dalam kebingungan untuk masalah itu.


Alika dan Naya saling pandang. Mereka sebenarnya diundang Awan untuk datang kesebuah tempat tadi malam, namun mereka menolak panggilannya. Mungkin saja ada hubungannya dengan tingkah aneh Awan hari ini.


"Syahdu." Wicak datang dan langsung memeluk gadis itu. Sementara teman-temannya yang lain pergi, memberi ruang pada dua orang itu.


"Kamu nggak apa-apa, kan?" Tanya Wicak dengan mengecek kondisi Syahdu.


"Aku cuma kaget, kak. Kenapa Awan bisa tau kalau aku sembunyiin rahasia ayahnya dan Riska?" Isak Syahdu di dada Wicak. Lelaki itu diam sambil terus mengelus rambut Syahdu.


"Dia marah besar tadi. Katanya aku sengaja bantuin Riska dan ngancurin kehidupan dia." Syahdu tersedu-sedu. Dadanya naik turun saat mengatakan itu.


"Ssst.. itu ngga benar. Syahdu, kamu udah lakuin yang terbaik untuk nggak ikut campur urusan mereka. Awan cuma lagi sangat sedih, tapi suatu hari pasti dia bisa berpikir jernih kalo kamu cuma bingung menentukan sikap." Awan melepaskan pelukan, membantu Syahdu menghapus air matanya.


"Nanti kalau suasana udah reda, kamu bisa jelasin baik-baik ke dia, kenapa kamu memilih diam. Oke?"


Syahdu mengangguk-angguk saja apa yang dikatakan oleh Wicak. Pasalnya saat ini dia juga tidak bisa berpikir positif.


"Syahdu, hari ini ga ada mata kuliah, kan? Semua mahasiswa disuruh berkumpul karena Expo akan dimulai. Jadi, kamu tenangin diri sebelum kesana."


Syahdu baru mengingat itu. Dia melihat Wicak juga memakai pakaian panitia dan ada ID card menggantung di lehernya.


"Maaf, aku ngga bisa terus-terusan ada disamping kamu. Karena aku harus mengkoordinasikan acara."


Syahdu mengangguk lagi. "Nggak apapa, kak. Aku udah baikan kok. Nanti kalo ini udah kering, aku kesana." ucap Syahdu menunjuk matanya sendiri.


"Iya udah. Nanti kabarin aja aku, ya. Aku kesana dulu. Pembukaan acara udah mau dimulai." Wicak mengecup singkat puncak kepala Syahdu kemudian keluar dari ruang kelas.


Di depan, Wicak melihat teman-teman Syahdu masih disana.


"Titip Syahdu, ya." Ucapnya pada Dina.


"Iya, kak. Pasti dijagain."


Wicak tersenyum kemudian pamit pergi, berlari kecil menuju ruang panitia. Sementara yang lain masuk lagi ke ruang kelas.


"Syahdu, gimana keadaan lo?" Tanya Adina duduk mendekat.

__ADS_1


"udah ngga apa-apa, Din. Thanks, ya. Ayo, kita harus ikut acara pembukaan, kan?" Ajak Syahdu pada Adina dan mereka pun beranjak menuju dimana Expo diadakan.


~


Acara Expo semakin meriah. Stan-stand didirikan oleh setiap kelas mahasiswa, juga penampilan yang diadakan perwakilan kelas. Salah satunya adalah kelas Syahdu, dimana Argalah yang akan membawakan hiburan berupa nyanyian darinya. Tentu itu juga menjadi salah satu penyebab kemeriahan ini terjadi.


Ya, Arga tengah bernyanyi diatas panggung dengan gitarnya. Sebenarnya pada awalnya Arga menolak, apalagi penampilan itu tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi karena bujukan Dina, Naya, Alika, dan juga Syahdu tentunya, Arga mau tak mau naik juga ke atas panggung.


Arga bernyanyi, direkam banyak orang, juga teriakan beberapa orang dibawah panggung. Bukan main, Arga memang bukan artis tetapi diam-diam kehadirannya di kampus membuat banyak mahasiswi mengidolakannya, bahkan tanpa Arga sadari.


Setelah ia bernyanyi, seorang panitia yang juga sebagai MC naik ke atas panggung.


"Terima kasih kepada Arga Alexander. Nah, ini kelas Bisnis 2 emang keren banget, deh. Ada satu lagi yang bikin kita tercengang mendengar suaranya."


Adina dan yang lain saling toleh.


"Hah, siapa?" Tanya Naya.


"Aku panggilin namanya, ya. Ini dapet info dari orang dalem. Katanya suara cewek ini bagus banget. Kalau dipanggil harus dateng, ya." Sambung MC itu lagi.


"Namanya Syahdu Larasatiiiii!"


"Ras, naik, Ras!" Alika mendorong Syahdu untuk naik. Sementara gadis itu masih mematung saat namanya dipanggil.


Bersamaan dengan itu, Wicak naik keatas panggung dengan membawa gitarnya. Ia duduk lalu menyetel gitar.


"Hahah. Orang dalemnya kak Wicak, ya?" Tawa Adina dan Syahdu memang bisa melihat senyum Wicak dari atas panggung.


"Udah, sana naik." Naya medorong pelan tubuh Syahdu yang mau tak mau naik ke atas panggung, diiringi tepuk tangan dari banyak mahasiswa yang ada disana.


"Kak, apaan, sih." Bisik Syahdu saat sudah diatas panggung.


Wicak hanya tertawa pelan. "Udah, duduk sini." Lelaki itu menggeser satu kursi.


"Wah, ini pasangan serasi, nih. Ada yang tahu nggak, kalau mereka sudah perpacaran selama 7 tahun?" MC itu mendapat delikan dari Wicak, namun dia hanya tertawa.


"Wuaaah. Lama banget!"


"Masih ada ngga laki-laki kaya kak Wicak!"

__ADS_1


"Pacaran dari kapan, tuh?"


Kini, mereka benar-benar menjadi pusat perhatian setelah MC mengatakan itu.


Arga dan yang lain ikut menonton. Berbeda dengan teman-teman yang terlihat senang, Arga justru menatap dingin ke atas panggung.


"Lagu apa, kak?" Tanya Syahdu.


"Aku mau kamu nyanyiin lagu yang biasa jadi lagu yang sangat mewakili perasaanku."


Syahdu tersenyum, dia tahu lagu apa yang sering Wicak minta untuk Syahdu nyanyikan.


Wicak mulai memetik gitar, orang-orang pula bertepuk tangan, ada juga yang mulai ikut bernyanyi saat tahu lagu apa yang ingin mereka nyanyikan.


🎶"Looks like we made it


Look how far we've come, my baby


We mighta took the long way


We knew we'd get there someday


They said, "I bet they'll never make it"


But just look at us holding on


We're still together, still going strong, hmm.."🎶


Ramai yang ikut bernyanyi, apa lagi suara yang begitu syahdu terdengar di telinga, membuat mereka menikmati setiap lirik yang dibawakan gadis itu, sampai diakhir lagu, Syahdu mendapat banyak sekali tepuk tangan dari mahasiswa yang ada disana. Mereka takjub dengan suara merdu itu.


"Keren bangett!" Sambut Adina saat Syahdu sudah bergabung dengan teman-temannya.


Syahdu hanya tersenyum cerah saat ternyata dia disambut baik diatas panggung. Orang-orang pun kini mulai mengenalnya dengan julukan 'suara syahdu', sesuai dengan namanya.


Sementara disudut lain, Soraya yang memperhatikan itu menatap tak suka. Dia tahu Syahdu sudah memiliki pacar, namun dia marah lantaran Syahdu tak mengindahkan ucapannya dan terkesan menghina dirinya dengan menyuruhnya segera bertunangan, sementara gadis itu tahu betul bahwa Arga tak menyukainya.


TBC


Maaf singkat banget dan up lama. Doakan aku sehat2 ya, pen. Pening kepala setiap hari krn benturan keras dikepala. Lagi berobat juga. makasih udah setia membaca🥰

__ADS_1


__ADS_2