SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Tak Segampang Itu...


__ADS_3

Tak segampang itu kumencari penggantimu. Tak segampang itu kumenemukan sosok seperti dirimu.


Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu. Kenapa kau memilih untuk berpisah.


...*...


Syahdu melihat Arif datang dengan motornya. Lelaki itu sudah tersenyum dari bawah, melihat kearah Syahdu yang duduk menunggunya diatas bukit.


Arif, dengan pakaian dinas guru, naik ke bukit kecil yang menjadi tempat favorit Syahdu sejak pertama kali mendatangi desa ini. Karena di tempat itulah ia sering menumpahkan emosi dan sesak di dadanya jika ingatannya kembali ke masa lalu.


"Hai." Sapa lelaki itu saat baru sampai di puncak. Dia sedikit canggung karena ini kali pertama Syahdu yang mengajak duluan bertemu. Jika sudah begitu, pasti ada hal serius yang ingin Syahdu bicarakan padanya.


"Baru pulang kerja? Aku ganggu?" Tanya Syahdu seraya membenarkan rambutnya yang tertiup angin.


"Enggak, sama sekali." Lelaki itu duduk di bangku panjang sebelah Syahdu. Ekor matanya melirik kearah perempuan yang wajahnya selalu ada di mimpinya.


"Katanya.. sebentar lagi masa kerja kamu disini udah selesai, ya?"


"I-iya. Ngga terasa lima tahun cepat berlalu."


"Selamat, ya. Setelah ini diangkat jadi pegawai negeri." Ucap Syahdu. "Jadi.. kamu balik ke kota?"


Arif mengangguk lambat. Agak sedih jika membayangkan ia harus meninggalkan desa ini. Apalagi ada Syahdu disini. Berkali-kali Arif mendekati Nani supaya dia bisa melamar dan membawa Syahdu ikut ke kotanya. Tapi gadis disebelahnya ini seperti tak berniat dengan laki-laki manapun.


"Soal kemarin, katanya kamu datang ke rumah-"


"Ah, itu.. maaf.." potong Arif. "Maaf kalau kamu ngerasa terganggu. Aku cuma..." Arif menjeda kalimatnya. Haruskah dia mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Syahdu?


Arif memiringkan duduknya supaya bisa melihat Syahdu. Matanya menatap mata Syahdu dan wajahnya mulai serius.


"Aku suka sama kamu, Syahdu. Sejak dulu." Ungkap Arif pada Syahdu yang hanya diam menatap kedepan.


"Aku.."


"Aku akan tunggu." Arif seperti tak sanggup mendengar penolakan dari Syahdu. Sudah lama sekali ia merasakan deguban jantung yang indah saat melihat Syahdu ada di dekatnya.


"Aku tunggu sampai kamu siap."


Ucapan Arif membuat Syahdu memegang jantungnya. Seseorang pernah mengatakan ini padanya dulu.


"Kamu ngga tau aku, Rif." Syahdu mengulang ingatannya dimana ia dulu masih berhadapan dengan Wicak dan Arga. Masa kelamnya.


"Aku memang ga tau kamu, Syahdu. Tapi aku udah bertekad untuk menerima apapun yang membuatmu kesulitan di masa lalu. Apapun itu.."


Syahdu menghela napas. Tiba-tiba kerongkongannya terasa kering. Tapi dia ingat ucapannya pada Nani tadi malam. Lagi pula tidak ada salahnya membuka hati untuk orang baru. Apalagi ia yakin, Arif adalah laki-laki yang baik.

__ADS_1


"3 bulan lagi masa kerjaku disini selesai. Masih ada waktu untuk saling berkenalan. Setelah itu, aku akan terima apapun jawabanmu, Syahdu. Aku ingin kita saling mengenal satu sama lain."


Syahdu meremas jarinya. Dia ingin memantapkan hati sebelum menjawab.


...🍁...


"Hai, guys. Kali ini kita kedatangan tamu spesial banget, yang udah gue undang sejak lama tapi baru bisa mampir sekarang, nih. Udah pada tahu, donggg.. Siapa lagi kalo bukan Arga Xanderr!!"


Arga melambaikan tangan ke kamera dengan senyum khasnya.


"Hari ini, satu jam kedepan kita akan ngobrol dan nyanyi bareng. Gue tanya-tanya dikit boleh dong, Kak.." Kata perempuan cantik pemilik chanel yang kini ditonton ratusan ribu orang.


"Boleh banget..."


"Eh, by the way, gue sebenarnya ngefans bangettt sama Ka Argaaa..aaaakk." Jerit perempuan itu lalu menutup mulutnya dengan tangan. "Eh sumpah, dari tadi gue deg-degan banget. Maaf ya, kak. Ini beneran, waktu kakak setuju mau dateng aku tuh sampe ngga bisa berkata-kata. Padahal ngundangnya udah lama banget lho, iniii..." Gadis itu antusias, dan Arga hanya tersenyum ramah.


"Makasih banget ya, ka Arga udah dateng. Nanti kita boleh dong, Kak, Ngobrol dibelakang." Katanya sambil terkikik malu.


"Boleh.. boleehh.." Jawab Arga ramah.


"Hahaha, Ka Arga, ganteng banget aslinya. Wah, ngga salah sih, yang ngefans sama Ka Arga. Udah ganteng, suaranya bagus, baik banget lagi." Tutur youtuber itu.


"Oke, oke gue langsung aja kali ya, biar cepet. Nah, gue udah kumpulin pertanyaan yang datang dari para penggemar Ka Arga. Gue udah pilih 5 pertanyaan mendasar yang emang belum pernah tahu jawabanya. Gue bacain pertanyaan pertama, 'Kak Arga, kenapa lagu Why Don't You Stay jadi lagu wajib yang harus dinyanyikan saat manggung?'"


Arga tertawa getir. Dia diam sejenak sebelum menjawabnya. Karena ini menyangkut perasaannya terhadap Syahdu.


"Belum, kak."


"Jadi, sebenarnya itu lagu kesukaan gue dan... itu tuh, lagu pertama yang gue ciptain, dan yang... ngingetin gue sama masa lalu gue." Jawab Arga dengan hati-hati, karena tiba-tiba saja jantungnya berdenyut menjawab itu.


"Wow.. masa lalu, ya. Tapi, kok malah diinget-inget, gitu? Ini kan, lagu mellow ya, lagu galau. Berarti masa lalunya itu...." Sang Youtuber menggantung pertanyaannya, khawatir penyanyi itu tersinggung.


"Hahaha." Arga malah tertawa, demi menetralisir jantungnya. "Iya, jadi.. gue emang dulu ee... naksir berat sama seseorang."


"Wihhh..."


"Jadi gue ciptain lagu ini karena dia. Trus dia pergi dan gue up lagu ini supaya dia terus inget sama gue." Jawab Arga tetap dengan senyuman. Dalam hatinya berharap agar Syahdu mendengar podcast-nya kali ini.


"Waah... mohon maaf nih, Kak. Jadi lo belom move on nih, ceritanya?" Tanya Youtuber diselingi tawa.


"Yaa.. gitu deh, Hahahaha." Arga ikut tertawa.


"Wah.. speechless gue." Youtuber cantik itu sampai memberi jeda beberapa detik.


"Tapi.. ee.. pertanyaan gue dan mungkin semua penonton, kok bisa.. cowok sekeren dan seganteng Ka Arga, ditolak??"

__ADS_1


Arga menahan tawa. Terus terang sebenarnya dia merasa lucu. Karena dia sendiri tidak tahu jawabannya, kenapa Syahdu pergi meninggalkan dirinya padahal mereka sudah melewati malam yang indah.


"Mungkin gue bukan tipenya." Jawab Arga simpel.


"Masa, sih? Lo tau nggak, kak. Lo itu tipe semua cewek di dunia ini. Hahahhaa." Gadis itu tertawa dengan malu. "Eh, Tapi cewek itu masih ada disekitaran lo atau gimana, kak?"


"Ngga tau. Gue juga ngga tau dia dimana."


"Sampe sekarang?"


"Sampe sekarang." Jawab Arga dengan anggukan.


"Wah.. gila. Jadi kakak feeling in blue terus dong, kak. Gimana kalo cewek itu udah nikah, punya suami... punya anak?"


Arga speechless. Terus terang, jika Ibra atau pikirannya mulai kesana, dia akan menepis itu kuat-kuat lantaran ada beberapa hal yang membuatnya yakin bahwa Syahdu punya perasaan kuat padanya dan perempuan itu bukanlah perempuan yang dengan mudahnya berubah perasaan.


"Semoga aja enggak."


"Kalau nih, kak. Kalau misalnya ternyata dia udah menikah?"


Pandangan Arga menerawang jauh. Bagaimana jika itu benar? Apa yang akan dia lakukan?


...🍁...


"Iya.."


Arif menoleh tak percaya. Apa kata Syahdu barusan?


"I-iya??" Ulang Arif.


Syahdu mengangguk. "Iya. Aku.. akan mengenalmu lebih dekat lagi."


Arif tak menyangka dengan pendengarannya sekarang. Rasanya ingin meledak saking senangnya.


"Be-beneran? Kamu mau? Kita.. pacaran?"


Syahdu mengangguk lagi. Membuat Arif berdiri kegirangan.


"Makasih ya, Syahdu." Ucapnya sembari berharap dalam hati, semoga dia bisa menaklukkan hati Syahdu dalam beberapa bulan ini.


Sementara di tempat lain di depan sebuah komputer, Tari memegang deguban jantungnya saat menonton podcast penyanyi kesukaannya. Perasaannya ikut terhanyut. Ada rasa sedih saat tahu pada semua lagu-lagu seorang Arga Xander ternyata menyimpan luka. Walau tidak pernah bertemu, tapi rasanya cerita yang didengarnya barusan membuat hatinya ikut bersedih.


Sebegitu cintanyakah Arga pada perempuan itu sampai sudah berlalu bertahun-tahun lamanya pun dia masih menyimpan dengan baik perasaannya dan berharap perempuan yang ia cintai itu akan kembali ke pelukannya?


TBC

__ADS_1


**Like 100 kita Up guys**


__ADS_2