SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Ketahuan Naya


__ADS_3

Acara Expo kampus ternyata berlangsung sampai sore menjelang malam. Masih banyak sekali yang ditampilkan di acara itu. Belum lagi kampus mengundang beberapa artis indonesia yang cukup populer.


Para mahasiswa pun belum banyak yang pulang, karena mereka diminta membuat laporan oleh dosen supaya mahasiswa tetap ikut meramekan acara itu.


Sore itu, Syahdu ditinggal sendiri. Dia menjaga barang-barang yang lain saat mereka tengah berbelanja membeli makanan di stan kuliner Expo. Syahdu memang menolak keluar, lantaran setelah menyanyi tadi, dia banyak disapa orang-orang yang tak ia kenal. Tentu itu membuatnya kurang merasa nyaman.


Syahdu kini hanya menonton video yang berhasil direkam Adina saat dia dan Wicak diatas panggung tadi. Dia berdiri sambil bersandar di tembok. Sesekali senyuman muncul di bibirnya saat ia merasa ada yang lucu dari videonya.


"Ngapain lo senyum-senyum."


Arga datang sendirian. Dia membawa beberapa makanan dan meletakkannya di depan Syahdu.


"Bawa apa?" Tanya gadis itu, tak menjawab pertanyaan Arga dan menyimpan ponsel ke sakunya.


"Makananlah."


"Buat aku, ya." Syahdu langsung mengecek makanan yang Arga bawa.


"Wuih. Mantap, nih. Tau aja yang enak-enak." Ocehnya sambil mulai mengeluarkan bakso bakar yang dibawa Arga.


"Beli dimana, Ga? Perasaan ga ada yang jual ginian di depan." Syahdu terus mengoceh sambil mengunyah. Sementara Arga menatapnya tanpa berkedip.


"Kenapa liat-liat? Mau?" Syahdu menyodorkan setusuk bakso bakar kedekat Arga.


"Mau, nggak? Ntar aku habisin, lho." Kata Syahdu lagi saat Arga hanya menatap dan tak menjawab.


Arga yang duduk diatas meja itu hanya bergeming dengan tatapan tak lepas dari Syahdu. Seolah ia sudah mengunci perempuan itu dalam pandangannya, dan bersiap menerkam bak makanan istimewa yang wajib disantap.


"Nggak mau? Ya, udah." Syahdu ingin menarik lagi tangannya, namun tertahan lantaran Arga memegang tangannya.


"Mau, kan?" Tanya Syahdu lagi. Namun bukan bakso yang Arga inginkan, melainkan Syahdu.


Dia menarik tangan gadis itu sampai benar-benar dekat dengannya, lalu tangan lainnya menyentuh tengkuk dan mellumat bibir Syahdu.


Mata gadis itu membelalak sempurna. Dia terkejut dengan aksi Arga yang tiba-tiba, apalagi ini dilingkungan kampus.


Syahdu langsung mendorong tubuh Arga, membuat lelaki itu melepaskan ciumannya lalu menyeringai.


"Rasa kecap!"

__ADS_1


Ucap Arga sambil mengecap bibirnya sendiri atas dan bawah.


"ARGAAA!" Pekik Syahdu kesal, lalu mengelap bibir dengan punggung tangannya, sementara laki-laki itu turun dari meja dengan tawa kecil.


"Udah ah, mau ke toilet dulu. Bye!" Lelaki itu berjalan santai kedepan, memberi lambaian tangan pada Syahdu tanpa menoleh kebelakang. Wajahnya terus tersenyum apalagi Syahdu mengomel dibelakang.


Tanpa ia sadari, Naya merapatkan tubuhnya ketembok saat Arga berjalan saja tanpa menoleh dengan senyum puas diwajahnya.


~


Hari sudah malam, namun acara semakin meriah. Karena ternyata acara Expo ini hanya diadakan satu hari, oleh sebab itu, mahasiswa sengaja dibebankan tugas meneliti dan laporan-laporan supaya mereka tetap hadir bahkan diakhir acara.


Wicak baru berhasil mendaratkan pantatnya di kursi setelah dari tadi sibuk mondar-mandir demi kemeriahan acara. Dia mengambil sebotol air mineral dan meneguknya sampai habis.


"Haus banget keliatannya." Roni tiba-tiba duduk disebelahnya. Ikut menatap kedepan.


Wicak tak menjawab. Dia hanya mengatur napas yang membuatnya sedikit sesak.


"Eh, btw Cak, cewek lo mana?" Tanya Roni.


Wicak meliriknya. "Ngapain nanya-nanya cewek gue?"


"Buset. Gue ngga ada niat apa-apa. Nanya, doang." Ralat Roni cepat-cepat.


"Cak, cariin gue cewek kayak cewek lo, dong. Putih, tinggi, mulus, seksi, wajahnya itu lho, bueeeh-"


"Lidah lo mau gue bakar??!"


"Hehee. Maap. Maksud gue, lo beruntung banget. Pasti tiap hari minta jatah mulu kan, lo?"


Wicak langsung mencengkram kerah baju Roni. "Lo pikir cewek gue apaan? Hah?"


"Eh, Cak, nyantai dong. Kita kan, sama-sama tahu." Roni berusaha melepaskan cengkraman Wicak.


Namun, wajah lelaki itu semakin berang. "Lo pikir otak gue sama kayak otak lo, hah?"


Roni malah tertawa. Dia merasa lucu dengan ucapan Wicak.


"Halah, lo nggak usah muna! Gue juga laki-laki, man. Gue tau isi otak lo! Lagian, mana ada zaman sekarang pacaran sampe 7 taun tapi nggak ngapa-ngapain. Haha, tai. Lo kalo emang ngga mau cariin gue cewek kayak spek cewek lo, ya, bilang aja! Lagian gue tau kok, lo juga bukan cowok baik-baik kek yang cewek-cewek bilang!"

__ADS_1


BUG!


Keras, satu hantaman berhasil mendarat di wajah Roni. Dia terjerembab membuat meja dan kursi berserak.


Kejadian itu sontak membuat beberapa panitia yang berada tak jauh dari sana melerai. Mereka pula tak menyangka, Wicak bisa memasang wajah marah yang tak pernah mereka lihat sebelumnya, karena Wicak terkenal sebagai lelaki baik-baik yang ramah dan suka menolong.


"Jaga lidah lo kalau mau hidup lo aman!" Ancam Wicak dengan geram dan langsung keluar dari ruang panitia. Sementara yang lain membantu Roni berdiri dan mulai penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat Wicak murka seperti tadi.


~


Syahdu buru-buru menghapus bibirnya dengan ujung baju, lalu merapikan rambut dan bajunya. Takut jika ada yang memperhatikan kenapa tiba-tiba Syahdu terlihat berantakan.


Terdengar suara berisik dari luar, dengan canda tawa yang perlahan mendekat, lalu muncul sambil terus dengan candaan mereka. Dan Arga, juga tiba-tiba ada disana, bergabung dengan yang lain.


"Kita keluar aja gak, sih. Acara masih meriah banget lho, itu." Seru Adina. Dia sempat melihat ada dance keren diluar dan tak mau melewatkannya.


"Makan dulu deh, Din. Laper." Tolak Ibra, lalu membuka nasi bungkus yang ia beli dan mulai menyantapnya.


Naya hanya diam. Dia menatap kearah Syahdu yang bercanda dengan Alika dan Dina, sesekali mengunyah makanan yang ada didepannya.


"Nay, lo nggak makan? Tadi katanya laper mau cepat-cepat ke kelas." Tukas Alika.


"Mendadak kenyang." Jawabnya menatap Syahdu dan Arga bergantian. Namun yang dipandang, tak merasa sedikitpun.


Ponsel Naya berdering, dia membuka pesan di ponselnya. Tak lama, ponsel Alika juga ikut bergetar dan ia membaca pesan di ponselnya.


"Gue duluan, ya. Ada hal penting." Tanpa meminta jawaban, Naya meraih tas dan langsung keluar. Sedangkan Alika, masih terdiam menatapi kepergian Naya.


"Eee.. Maaf, guys. Gue juga pulang, ya. Soalnya gue nebeng Naya tadi. Maaf bangett!!" Alika buru-buru pergi mengejar Naya.


"Yee, gimana, sih. Setiap tugas kelompok, tuh berdua jarang banget aktif." Celetuk Adina.


"Biarin aja. Cepetan makannya biar nyelesain tugas." Sahut Ibra yang sudah mengkandaskan nasi bungkusnya.


...



TBC...

__ADS_1


**Demi dirimu pen, aku up malam ini juga. Makasih banyak masih setia membaca**


**EH, UDAH PADA VOTE BELOM ?? Yang belom, buruan VOTE, Pen. buat aku cemungudd.**


__ADS_2