SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Gosip Baru


__ADS_3

...PoV Syahdu Larasati...


Perjalanan panjang memang sudah terlalui. Tapi tak jarang ingatanku kembali ke tempat dimana aku kehilangan nenek dan juga Wicak. Hancur hatiku saat itu tidak bisa digambarkan. Kehilangan orang luar biasa dalam hidupku, membuatku sempat patah semangat. Aku hampir ingin mengakhiri hidup. Aku tidak ingin lagi ada di dunia jika saja bukan karena Arga yang terus membujukku untuk menggenggam tangannya.


Kuperhatikan jari-jari yang kini juga menggenggamku. Arga, dia tertidur di bahuku. Laki-laki yang dulu menolongku kini menjadi kekasihku. Lucu sekali, aku tidak pernah memikirkan ini akan terjadi.


Arga bergerak, membenarkan posisi tidurnya. Dia pasti kelelahan karena perjalanan panjang ini. Hanya menginap dua hari di desa dan akhirnya kembali lagi ke kota besar karena pekerjaannya yang menunggu.


Aku sangat tertegun dengan kesungguhannya padaku. Arga berbicara berdua dengan Bunda, tanpaku. Aku penasaran sebenarnya, apa yang membuat Bunda meneteskan air mata saat keluar dari ruang dapur setelah berbicara dengan Arga. Bunda langsung memelukku dengan erat dan mengatakan kalau dia sangat bahagia jika aku menikah dengan Arga.


Aku terenyuh dan Arga hanya tersenyum menatapku. Apa yang dikatakan lelaki itu pada Bunda? Sampai saat ini, Arga merahasiakannya.


Arga juga membujuk Bunda, Adit, dan Tari untuk ikut dengan kami. Dia juga bercerita bahwa ia akan membangun panti untuk Bunda, mencari cara supaya Bunda berkenan ikut. Tari dan Adit tentu saja senang. Apalagi Arga akan menyekolahkan mereka tinggi-tinggi. Namun sayang, Bunda menolaknya. Dia tidak bisa meninggalkan desa yang sudah ia tinggali puluhan tahun. Bunda juga tidak melarang Adit dan Tari ikut. Tentu aku menyambut mereka. Apalagi Tari, dia sangat senang mendengar itu.


Hanya saja, tadi malam Adit membatalkannya. Dia bilang, dia tidak tega meninggalkan Bunda Nani sendirian. Mendengar itu, Tari juga berpendapat sama. Hanya mereka berdua anak panti yang tersisa. Jika mereka ikut denganku, maka Bunda sendirian.


Aku menghela napas. Kualihkan pandanganku ke jendela, menatap awan yang menggumpal dibawah pesawat. Padahal aku akan sangat senang jika mereka semua ikut denganku. Aku akan merindukan mereka. Aku akan sering pulang kesana. Untung saja aku sempat membelikan Tari ponsel untuk kami berkomunikasi dan saling memberi kabar.


Aku menoleh saat Arga mengangkat kepalanya. Dia menguap. Membuatku merasa lucu dengan rambut acak dan muka ngantuknya.


"Jam berapa ini, sayang?"


Aku menunjukkan jam tanganku supaya dia melihatnya sendiri.


"Ah, karena Ibra sialan, leherku jadi sakit."


"Berisik. Bentar lagi juga nyampe." Sewot Ibra disebelah Arga.


Yah, tadinya Arga mau pesen tiket first class. Lalu entah bagaimana Ibra malah memesan kelas ekonomi, membuat Arga kesal setengah mati.


"Kamu tidur lagi aja. Masih ada waktu setengah jam." Ucapku padanya.


"Kamu ngga tidur?"


Aku menggeleng dan Arga kembali merebahkan kepalanya di bahuku.


"Eh, Du. Gue inget adek lo ngambil banyak banget foto Arga selama disana. Lo bisa bilangin ke dia nggak, supaya nggak nyebarin foto-fotonya?"

__ADS_1


"Biarin aja, sih." Sahut Arga masih tetap pada posisinya.


"Iya, nanti aku bilangin ke dia."


Arga mengangkat kepalanya lagi, menghadap kearahku.


"Bukannya kamu bilang, kalo kamu tau aku dari dia, ya?"


Aku mengangguk, membenarkan ucapannya.


"Seharusnya aku bisa kasih dia banyak hadiah. Sayang banget disana ngga ada barang-barang mewah."


"Ketemu kamu aja dia udah seneng banget, Ga."


"Kalo dia mau, setelah tamat SMA, dia bebas mau pilih kuliah dimana aja. Bilang ke dia, ya. Aku harus berterima kasih ke dia, karena udah suka sama aku. Kalo ngga gitu, mungkin kamu ngga akan balik ke aku."


Aku tersenyum lalu mengangguk. "Makasi ya, Ga. Nanti aku bilang ke dia."


"Dia seneng waktu aku bilang kalo dia udah aku anggep adik aku dan boleh dengan bebas pamerin foto yang sempat kita ambil berdua. Biar dia bisa pamerin ke teman-teman yang pernah ngehina dia."


"Hm. Dia bilang, temen-temennya semua punya Hp dan sering ke kota untuk belanja dan download semua lagu dan fotoku. Cuma dia yang ngga bisa lakuin itu. Makanya, aku izinin dia fotoin aku, juga rekaman video kami bernyanyi berdua, supaya temen-temennya iri." Arga kemudian terkekeh.


Ah, aku ngga tau Tari seperti itu. Dia tidak pernah menceritakan itu padaku. Kenapa? Apa karena tidak ingin kami terbebani? Lalu, bukannya dia juga sering ke kota, ya? Waktu itu dia ke kota sama siapa, ya? Apa karena itu dia mengajakku pergi ke kota berdua? Apa karena itu pulang-pulang dari kota wajahnya cemberut?


Kuharap sekarang tidak lagi. Aku sudah membelikannya ponsel dan di dalamnya juga banyak sekali foto-foto dirinya dan Arga. Dia pasti sangat senang sekarang, kan?


"Sayang." Arga mengelus rambutku.


"Rambut kita panjangnya hampir sama, ya. Apa aku potong pendek aja? Ntar orang-orang kalo liat kita ngga bisa bedain mana yang cewe, mana yang cowo."


Aku terkekeh mendengarnya. "Masih panjangan aku dikit."


Arga masih mengelus rambutku, kini berpindah ke pipi dan menatapku begitu lekat.


"Cantik banget sih, calon istri aku."


Blushhh! Mendengar itu dari Arga kenapa serasa ingin melayang, ya. Aku menutup pipiku yang pasti memerah saat ini.

__ADS_1


"Cium, boleh ngga."


"Heh, lo tau tempat, dong!" Sewot Ibra dari sebelah dengan suara yang hampir berbisik.


"Dih, apaan sih lo. Nguping pembicaraan sepasang kekasih. Nggak tau diri banget. Atau lo pengen ya, gue cium?"


"Najis, Jamet!"


Aku tergelak mendengarnya. Ibra pun mengomel panjang lebar pada Arga dan menyuruhnya tidur saja supaya tidak membuat keributan sepanjang perjalanan di dalam kabin.


Tak lama, kami pun tiba di bandara. Arga menggandeng tanganku memakai masker dan topi. Jika ada yang mengenalinya pun dia tak peduli, katanya. Sebab kami akan menikah. Semua orang akan tahu walau Ibra masih menahannya untuk tidak go publik dulu sebelum jadwal minggu depan selesai. Dia khawatir mempengaruhi rating penayangan nantinya.


Tapi syukurlah, sampai di mobil pun sepertinya tidak ada yang mengenali dirinya. Tapi Arga, dia kembali pulas setelah masuk kedalam mobil. Kasihan sekali, dia pasti sangat lelah.


...🍁...


Aku tengah duduk di sofa menyalakan televisi. Tadi malam Arga mengajakku ke rumah Oma untuk membicarakan soal pernikahan kami. Jadi, aku tengah menunggunya sekarang karena saat ini Arga masih mengisi acara. Katanya sih, sepuluh menit lagi dia akan selesai dan menjemputku. Tapi ini...


Aku melirik jam dinding. Sudah lewat empat puluh menit, Arga tidak juga datang bahkan tak menghubungiku.


Kenapa, ya? Apa terjebak macet? Biarlah kutunggu sebentar lagi. Mungkin dia ada wawancara dadakan atau apalah. Aku juga tidak begitu paham soal dunia artis.


Akupun menekan-nekan remot sampai aku menemukan acara yang tepat untuk ditonton. Yah, gosip soal artis rupanya. Entah siapa yang tampil disana, aku tidak kenal. Karena bersembunyi di desa membuatku kurang update.


Lantas berita itu beralih, ke salah satu penyanyi yang namanya kukenal. Arga. Aku kaget saat melihat foto Arga bersama perempuan diatas tempat tidur yang memakai pakaian super mini. Dan foto itu diunggah sendiri oleh gadis yang tengah digosipkan memiliki hubungan dengan Arga.


Sebentar. Aku paham kalau dunia artis memang begitu, selalu ada gosip. Tapi ini Arga. Fotonya begitu dekat diatas ranjang? Apa ini bagian dari pekerjaannya? Kalau memang pekerjaan, kenapa aku tidak pernah melihatnya di internet?


'Cek saja sendiri, aku ngga pernah punya gosip sama cewek manapun sampe dituduh ngga normal.'


Perkataan Arga mengiang di telingaku. Iya. Aku percaya pada Arga. Tapi aku perlu penjelasan darinya. Karena gadis itu memposting foto dengan kalimat yang membuatku mencurigai Arga.


Arga kemana? Dari tadi aku menghubunginya, tetapi tidak aktif. Sialan. Aku mau menangis, tidak kuat melihat foto-foto yang akhirnya tersebar di internet dengan bebas. Aku menggenggam kuat ponselku dan berusaha tenang sebelum mendengarkannya langsung dari Arga.



Hai, kalian ada yang mau namanya aku letak di twitte* nggak sebagai orang yang berkomentar kayak gambar diatas? Kalo mau, kalian ketik aja nickname-nya ya, next update akan aku buat😉

__ADS_1


__ADS_2