SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu


__ADS_3

Arga tengah uring-uringan. Sejak tadi ia terus menatap ruang obrolannya dengan Syahdu. Gadisnya tengah sakit perut, tentu dia tahu bagaimana dulu Syahdu yang sering meringkuk di tempat tidur menahan kram di perutnya.


Dia khawatir. Siapa yang menemani gadis itu berobat? Tapi, apa disana ada dokter? dulu dia membelikan Syahdu pereda nyeri. Apa disana ada obat semacam itu? Banyak pertanyaan di benak Arga yang memunculkan kegelisahan di hatinya.


"Heh, Ga. Buru, ganti baju. Bentar lagi lo naik!"


Arga tak menoleh dari ponselnya. Ucapan Ibra pun seperti angin yang berlalu melalui telinganya.


Ibra menghempaskan tubuhnya disebelah Arga. Dia melirik ke layar ponsel lelaki itu, mengintip apa yang membuatnya tak juga bergerak dari tempatnya.


"Ck. Itu mulu! Syahdu kan bilang kalo lo ngga perlu khawatir. Bukannya cewek tuh tiap bulan kaya gitu, ya?"


"Gak tiap bulan. Tapi kalo terasa nyeri, dia sampe ngga bisa ngapa-ngapain. Khawatir gue. Mana dia ngga balas pesan dari kemarin."


"Yaelah. Santai aja lagi. Dulu pas ga ada lu dia juga bisa jalaninya." Jawab Ibra tanpa beban.


Lirikan maut membuat Ibra menutup mulutnya dengan segera. Sepertinya jiwa Arga yang sekarang memang tidak bisa dibuat bercanda.


"Lo mending ganti baju, deh. Ini lima belas menit lagi lo masuk, lho." Tukas Ibra lagi.


"Kayanya gue batalin manggung aja, deh. Gue mau jemput Syahdu."


"Hah? Gilaa. Mana bisa gitu, woi!" Ibra sampai menggaruk-garuk kepalanya. Memang semangat Arga mencuat dengan kehadiran Syahdu. Tapi tetap saja, lelaki ini masih seenaknya memutuskan hubungan kerja jika ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman.


"Ya udah, gue kasi tau lo, deh." Ibra mendekatkan kepalanya dengan Arga, lalu berbisik.


"Yang bener lo!"


"Iyeee. Yaelah nggak percaya amat!"


Arga seperti mendapat hadiah besar. Tiba-tiba saja dia semangat dan bergerak menuju ruang ganti. Mendapati itu, Ibra hanya terkekeh. Dia sudah menduga bahwa itu memang bisa membangkitkan semangat Arga lagi.


~


Dibelakang panggung setelah selesai bernyanyi, Arga langsung mencari Ibra. Dia ingin memberi lelaki itu pelajaran karena sudah berani menipunya.


Dia pun merasa dibodohi. Bisa-bisanya dia percaya pada lelaki hidung belang seperti Ibra.


Arga mengecek ponsel untuk menanyakan keberadaan managernya yang tiba-tiba saja menghilang itu. Namun wajahnya mendadak cerah mendapati pesan dari Syahdu.



Hanya beberapa detik senyumannya muncul, karena ia mendapati fotonya tengah merokok dikirim oleh Syahdu. Tentu Arga langsung menelan ludah. Dari mana Syahdu bisa mendapatkan fotonya itu? Ia hanya mematung memikirkannya. Emotikon yang digunakan Syahdu pun tak biasa dan terlalu mengerikan baginya.

__ADS_1


Arga langsung tersadar siapa yang menjadi dalang keributan. Ini sudah menjadi yang kedua. Pertama, Ibra menipunya. Kedua Syahdu marah padanya karena ia tahu, pasti Ibra yang diam-diam mengirim fotonya tengah merokok itu pada Syahdu.


"IBRAA!" Teriak Arga kencang.


Beberapa staff hanya menoleh. Arga yang terlihat marah membuat mereka lebih memilih untuk pura-pura tidak melihat.


"Lo liat Ibra?" Tanya Arga pada seorang staff.


"A-ada di ruang ganti tadi, kak." Jawabnya sedikit takut karena wajah Arga tampak tak bersahabat saat ini. Entah apa yang membuat Arga marah pada managernya, para staff yang ada disana hanya bisa menebak-nebak.


Arga menuju ruang ganti sesuai dengan apa yang staff tadi katakan.


Dengan segera Arga membuka pintu. Dilihatnya Ibra tengah mengobrol berdua dengan seorang gadis.


Ibra langsung berdiri. Dia terlihat gugup apalagi melihat wajah Arga yang sudah bertekuk-tekuk itu.


"Ee.. nanti kita lanjut lagi, ya." Ucap Ibra pada gadis yang tengah ia genggam tangannya.


Gadis itu mengangguk. Dia mengambil tasnya dan menuju keluar sembari melempar senyuman pada Arga.


Arga hanya melirik sekilas, tak berniat membalas senyum siapapun saat ini. Ia lalu menutup pintu dengan keras saat gadis itu berlalu.


Arga tak mengatakan apa-apa. Dia melipat tangan di dada, melihat Ibra dengan dagu terangkat.


"Maksud lo apa nipu gue?"


"Nipu apa, ya?"


Arga tak menyahut. Dia terus menatap Ibra dengan wajah datarnya yang memang sudah terlihat mengerikan.


Ibra cengengesan. "Hehe, Sorry. Gue cuma gak mau citra lo buruk gara-gara lo suka cancel jadwal. Udah berapa event yang lo batalin? Gue cuma ga mau orang-orang mikir lo ga profesional."


"Nggak usah alasan. Udah gue bilang, kan. Gue ga peduli."


"Iya. Trus lo ga mikirin gue. Gue jadi sasaran amuk massa. Lo sih, enak! Lha guaa!"


Arga duduk di sofa. Dia menunjukkan layar ponselnya ke Ibra.


"Trus maksud lo apa ngirim ini ke cewe gue?"


Mata Ibra melebar memperhatikan foto yang ia kirim satu jam yang lalu pada Syahdu.


"Oh, itu. Dia nanya lo ngapain, gue jawab aja pake foto. Emang ada yang salah?"

__ADS_1


Arga berdecak kesal mendengar jawaban Ibra. "Gue ngga ngerokok di depan dia. Lo nyari ribut emang!"


"Lah. Mana gue tau. Lo kan emang ngerokok dari zaman kuliah. Syahdu juga tau itu."


Arga hanya mengacak-acak rambutnya. Syahdu sudah tidak aktif saat dia mengirim pesan dan meminta maaf.


"Lain kali lo kalo mau foto gue bilang-bilang. Biar gue pose candid. Trus jangan foto kalo gue lagi ngerokok. Gara-gara lo gue jadi dimarahi Syahdu."


"Hah. Masa Syahdu bisa marah."


Arga mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya. "Jadi dia chat lo? Dia bilang apa?" Tanya Arga setelah menghembuskan asap rokoknya.


"Nanya makan lo, tidur lo. Lo gimana manggungnya, segala macemlah."


"Trus lo jawab apa?"


"Ya sesuai mood lo, lah. Gue bilang tadi lo sampe hampir batal manggung yang tinggal 15 menit lagi. Nah, dia marah-marah katanya lo ga profesional dan ga keren sama sekali! Trus gue bilang aja, 'ya emang cowo lo itu kaya gitu biar lo tau aja, Du'. Gitu gue bilang." Karang Ibra, mulai berbohong lagi.


Arga meliriknya tajam. Dia tahu itu bukan jawaban Syahdu.


"Lo batalin aja deh, semua jadwal gue empat hari kedepan." Tukas Arga langsung.


"HAH!!" Baru saja dia mengarang cerita, tetapi nampaknya tak berpengaruh buat Arga.


"Gue mau nyusul Syahdu. Ga bisa gue lanjut manggung kalo kaya gini. Bilang gue lagi sakit kek atau apalah. Berapa dendanya lo tinggal bayar aja."


Ibra menganga. Dia tidak tahu berapa denda yang harus ia bayarkan mengingat jadwal Arga sampai hari minggu sangat padat.


"Pesenin gue tiket pesawat besok pagi. Lo ikut."


"Heh, gue nggak bisa. Gue sibuk." Elak Ibra cepat.


"Ga usah ngarang. Gue tau lo gak pernah sibuk. Pokoknya lo ikut gue. Pesenin tiket paling pagi. Trus lo balik duluan, gih. Packing dan beli makanan yang banyak soalnya perjalanan besok akan saaangat panjang." Kata Arga sembari tersenyum pada Ibra. Dia menaik turunkan alisnya, dengan sengaja mengajak Ibra karena Arga pernah mendengar keluh lelaki itu soal kampung Bebatu yang dianggapnya terlalu terbelakang. Kini, Arga mengerjai Ibra atas perbuatan lelaki itu yang telah membuatnya kesal 2 kali hari ini.





TBC


**Jangan males like pen biar aku semangat tiap hari up🥺👉👈**

__ADS_1


KALIAN UDAH VOTE KAN😍


__ADS_2