SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)
Netflix and Chill


__ADS_3

"Kamu basah, Ga." Ucap Syahdu saat mereka sudah di mobil.


Arga menyuruh supirnya untuk jalan. Dia dan Syahdu duduk dibelakang. Lelaki itu sebenarnya ingin memeluk Syahdu sepanjang jalan. Tapi bajunya sedikit basah karena tak sabar dan menerobos hujan demi mencari Syahdu.


Lelaki itu menggenggam erat tangan Syahdu. "Ngga apapa, yang penting aku bisa bawa kamu pulang." Arga mencium tangan Syahdu cukup lama. Gadis itu sampai bisa merasakan hangatnya napas Arga.


"Kita balik ke apartemen, ya. Kita mulai tata hidup kita, buat kesepakatan bersama. Apa yang kamu ngga suka, apa yang kamu suka. Semua harus kamu komunikasiin ke aku."


Syahdu tersenyum senang mendengar kalimat Arga. Walau masih ada yang mengganjal di hatinya. Yaitu Nani, Adit, dan Tari. Syahdu merindukan mereka. Tapi untuk sementara, dia ingin menghabiskan waktunya sebentar lagi bersama Arga.


Gadis itupun mendekat, memeluk lengan Arga yang terasa sedikit basah.


"Syahdu, ini basah."


"Ngga apapa." Jawabnya dengan menutup mata.


"Bentar." Arga menarik tangannya. Dia membuka jeket dan bajunya sampai membuat Syahdu membuang pandangan keluar jendela. Dia kaget saat Arga tiba-tiba membuka bajunya.


Arga menahan senyum. Bagaimana pun dia dan Syahdu sudah saling paham soal itu. Tetapi melihat Syahdu malu begitu membuat Arga gemas. Dia dengan segera mengambil bajunya di bangku belakang dan memakainya.


"Sini.." Arga menarik Syahdu untuk mendekat dan memeluknya. Dia pun melekatkan bibirnya di puncak kepala gadis itu sambil memejamkan mata. Hari yang berat, tapi akhirnya terlewati dan tinggallah masa-masa bersama Syahdu yang indah.


~


Syahdu memperhatikan Arga yang membuka koper dan menyusun kembali baju-bajunya. Sementara dia duduk di tepi ranjang. Entah kenapa rasanya sedikit canggung berada di dalam kamar berdua setelah Syahdu mengungkapkan perasaannya tadi. Dia mengusap tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa dingin.


Di tempat lain, Arga bisa melihat gelagat aneh dari Syahdu. Dia tersenyum, tiba-tiba saja hatinya berdebar saat akan membayangkan kehidupannya setelah ini. Walau Arga penasaran apa yang membuat Syahdu berubah pikiran, tapi dia tidak mau terlalu memikirkannya. Yang penting adalah Syahdu bisa kembali bersamanya.


"Aku mau mandi dulu." Kata Arga yang sudah berdiri di depan Syahdu.


Gadis itu mengangguk. Lalu Arga pun masuk ke dalam kamar mandi.


Syahdu sedikit lega. Entah kenapa dia tegang. Padahal Arga tidak meminta apa-apa padanya, tapi rasanya sama seperti saat pertama dia datang ke tempat ini.


Syahdu kemudian tergerak membuka lemari. Niatnya ingin mencari ponsel lamanya, tapi yang ia dapat adalah sebuah majalah dengan Arga sebagai sampulnya.


Syahdu mengambilnya, dia memperhatikan foto Arga dengan kemeja putih tipis yang basah hingga memperlihatkan otot perutnya.


Arghh.. Syahdu menggigit bibirnya. Ini foto jenis apa? Kenapa bisa seseksi ini? Sejak kapan Arga foto seperti ini? Seharusnya Arga tidak boleh terlalu memperlihatkan tubuhnya seperti ini. Batinnya mulai kesal.

__ADS_1


"Liat apa?"


Terkesiap, Syahdu menjatuhkan majalahnya yang terbuka dibagian tengah, menampilkan foto Arga dengan bertelanjang dada. Berbeda dengan sampul yang masih berbalut kain putih, dibagian tengah justru lebih panas lagi.


"Wah.." Arga melipat bibirnya sembari membuang wajah, menahan senyum.


"A-aku-" Syahdu tergagap. Dia mulai kebingungan cara menjelaskannya pada Arga. Dia tak bermaksud mesum dengan melihat foto-foto itu. Justru sebenarnya dia kesal, tapi bagaimana cara menjelaskannya?


"Sebenarnya, kamu bisa liat itu secara langsung, Syahdu."


Syahdu melongo. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepala. "Bukan gitu.."


Arga yang berbalut handuk itupun mendekat, membuat Syahdu mundur sampai tubuhnya merapat ke lemari.


"Ga, aku bukan.."


Syahdu menahan napasnya saat Arga merapatkan tubuhnya. Perlahan Arga mendekatkan wajahnya kepada Syahdu. Melihat itu, tentu jantung Syahdu serasa ingin melompat. Apa Arga ingin mencium bibirnya? Apa dia mau melakukan itu?


Syahdu yang melihat Arga semakin merapatkan wajahnya pun perlahan memejamkan mata. Walau bukan yang pertama, tapi detakan kencang pada jantungnya tidak bisa ia tahan.


"Aku ngga bisa lakuin kalau bukan kamu yang minta." Bisik Arga di telinga Syahdu, membuat gadis itu langsung membuka mata saat sadar ternyata Arga bukan bermaksud menciumnya.


Syahdu pun melepaskan napas yang sejak tadi ia tahan. Ada rasa malu, senang, dan tentu saja kecewa karena ternyata Arga tidak mau bertindak sesuka hatinya seperti yang dulu.


...🍁...


Tadi Arga menawarkan Syahdu untuk makan malam berdua diluar. Tapi gadis itu menolak karena tak ingin dikenal oleh banyak orang. Arga sekarang sudah berbeda. Lelaki itu sangat dikenali dan diminati banyak perempuan sekarang. Jadi, dia tak ingin nantinya di teror oleh fans yang Syahdu tahu betapa kerasnya mereka.


Jadi, Arga mengusulkan untuk menonton saja. Lelaki itu tadi sempat memasak makanan dan membuat minuman. Dia mematikan seluruh lampu, dan hanya menyisakan cahaya dari televisi.


"Ini lagi tren. Namanya Netflix. Jadi kita ngga perlu ke bioskop segala." Ucap lelaki itu sambil memasukkan kakinya kedalam selimut.


"Itu, kamu posting apa?" Tanya Syahdu yang melihat Arga senyum-senyum sendiri dengan unggahannya.


"Netflix and chill?" Tanya Syahdu lagi.


"Masa kamu ngga tau." Kata Arga lalu merapatkan tubuhnya ke Syahdu. "Udah mau mulai." Ucapnya lagi. Mereka berselonjor di sofa panjang yang menghadap ke televisi.


Syahdupun memandang kedepan, walau dia tahu sebenarnya pasti ada makna lain dari apa yang Arga tulis di sosial medianya barusan.

__ADS_1


Suara dari film membuat fokus Syahdu teralih. Entah film apa yang diputar Arga, tadi dia menyerahkan semuanya pada lelaki itu sebab dia sudah ketinggalan zaman sejak tinggal di desa Bebatu.


Sejauh ini semua berjalan santai. Hanya film percintaan anak kuliahan. Syahdu tersenyum-senyum menontonnya. Dia ikut terbawa perasaan saat dimana diam-diam si perempuan menyukai laki-laki sekelasnya. Sampai suatu saat, ada game di kelas yang membuat mereka harus saling berkirim surat. Dan laki-laki itu mengirim pesan pada si perempuan, mengungkapkan perasaannya yang selama ini dia pendam. Tentu saja si perempuan sangat senang apalagi laki-laki itu memintanya bertemu di taman belakang kampus jika dia juga mempunyai perasaan yang sama.


Beberapa saat kemudian, si perempuan pun akhirnya datang ke taman kampus dan benar, ia mendapati lelaki itu sudah menunggu di bangku taman.


Disana, mereka saling mengungkapkan perasaan sampai ciuman pun terjadi. Tentu Syahdu menarik selimut menutupi wajahnya. Dia tak bisa melihat ini saat bersama Arga. Ada gejolak aneh yang tak bisa ia gambarkan dalam dirinya.


Saat Syahdu merasa adegan kissing itu sudah berakhir, dia membuka selimut dan matanya membulat mendapati Arga ada di depannya.


"Kenapa tutup mata?" Bisiknya.


Syahdu tak bisa menjawab. Wajah Arga terlalu dekat hingga membuat Syahdu hanya fokus pada kedua bola mata itu.


"Aakhh." Terdengar keluhan dari bibir lelaki itu. Ia kembali membaringkan kepalanya disebelah Syahdu. Entah kenapa, Arga terlihat kecewa.


"Aku ngga bisa lakuinnya." Gumam Arga yang masih bisa didengar oleh Syahdu.


Syahdu bukannya tak paham. Dia mengerti apa yang Arga inginkan. Tapi dia tidak tahu bagaimana cara memulainya. Apalagi Arga sendiri yang bilang kalau dia tak mau memulai duluan kalau bukan Syahdu yang memintanya. Dan itu mustahil bagi Syahdu. Tak mungkin dia meminta hal yang seperti itu.


Syahdu melirik Arga. Lelaki itu kembali fokus pada film di depannya. Syahdu pun mencoba menonton lagi film itu, mengabaikan Arga dan perasaannya.


Namun sial, film itu akhirnya sampai dimana si pemeran utama dan lawan mainnya beradegan di dalam kamar. Tentu Syahdu menjadi tegang. Dia bisa merasakan detakan jantungnya yang terpacu. Dia tak tahu dengan Arga, dia tak berani meliriknya.


"Syahdu.."


Akhirnya suara berat Arga pun terdengar.


"Hm?" Syahdu menoleh. Dilihatnya Arga tengah menatapnya dengan mata yang memohon.


"Bolehkah?"


Syahdu menaikkan alis. Apa maksudnya? Pertanyaan itu tidak jelas arahnya. Tapi belum dijawab, Arga sudah naik keatas tubuhnya.



TBC


Heyyy guys. Udah pada Vote belom??

__ADS_1


**Ignore the time stamp**


__ADS_2