
Bagai petir disiang bolong, ketika Aurelin mendengar kalau Tuan Gaston dan nyonya Julia akan datang menemui kedua orangtua Aurelin untuk melamar aurelin menjadi menantu mereka.
Aurelin masuk ke dalam kamar ia berniat menghubungi Mario melalui sambungan telepon seluler.
Kring
Kring
Kring
Suara ponsel Mario terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang berada saku celananya padahal dirinya baru tiba di rumah.
Siapa lagi sih Yang menghubungiku sore Sora begini." gumam Mario sambil mengeluarkan ponselnya. Kemudian Ia pun melihat nomor ponsel milik Aurelin yang menghubungi dirinya. Mario mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa tiba-tiba Aurelin menghubungi Mario. Padahal baru saja mereka bertemu.
"Tumben amat dia langsung hubungin Ku Padahal baru aja ketemu." gumam Mario sambil menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Aurelin.
"Ada apa my honey bunny sweety?" ucap Mario membuat Aurelin sedikit kesal kepada Mario karena di saat genting Mario tetap saja bercanda kepadanya.
"Apa kau merindukanku?
"Bukankah kita baru ketemu? ucap Mario Perez dengan percaya dirinya.
"Jangan terlalu percaya diri Tuan Mario Perez yang terhormat, saya menghubungi anda karena ada sesuatu penting yang ingin aku bicarakan kepada anda.
"Sesuatu penting apa yang kamu maksudkan Nona aurelin Siregar?" sahut Mario Perez tidak mau kalah dengan Aurelin.
"Om dan tante Julia menghubungi kedua orang tuaku. Mereka mengatakan kalau om dan tante akan datang ke rumah untuk melamarku menjadi menantu mereka. Ini sangat serius jangan bermain-main tuan Mario yang terhormat
Karena kebohongan yang anda ciptakan membuat saya terjebak di dalam kebohongan itu. Jadi saya mohon kepada tuan Mario Perez, agar segera memberitahu kepada om dan tante tentang hubungan palsu ini." mohon Aurelin kepada Mario. Tetapi Mario langsung tertawa ngakak membuat orang yang sangat kesal.
__ADS_1
Aurelin menghela nafas panjang ketika mendapat respon dari Mario hanya tertawa belaka.
" Berbicara dengan anda Tuan Mario, Lebih baik saya berbicara dengan bocah kecil. Anda tidak pernah bisa diajak berbicara serius." gerutu Aurelin sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
Kemudian Mario menghubungi Aurelin karena Aurelin mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. Membuat Mario tidak terima akan perlakuan tidak sopan dari Aurelin terhadapnya.
Kring
Kring
Kring
Suara ponsel Aurelin terdengar jelas di telinganya ia melihat di layar ponselnya kalau Mario yang menghubunginya. Aurel langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Maria Perez.
"Ada apa Tuan Mario yang terhormat?
"Mengapa kamu langsung mematikan teleponnya m?" padahal saya masih ingin berbicara kepada kamu." ucap Mario dengan nada sedikit meninggi.
Ya sudah kalau begitu sekarang juga kamu keluar ke depan, saya akan datang menemuimu kita bertemu di cafe dekat rumah kamu." ujar Mario Perez kepada Aurelin agar Aurelin menemui dirinya di cafe yang lokasinya tidak jauh dari kediaman keluarga Aurelin.
Beberapa menit kemudian Aurelin pun langsung bergegas menuju Cafe ia tidak ingin kalau Mario akan mengomel jika dirinya terlambat tiba di sana. Ketika Aurelin tiba di cafe itu, Aurelin sudah melihat Mario Perez Sudah duduk santai di pojok Cafe.
"Aurelin Sapa Mario sambil melambaikan tangannya agar Aurelin datang menghampiri Mario.
"Ada apa kok muka kamu seperti ditekuk begitu?" tanya Mario pura-pura tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Aurelin.
"Jangan pura-pura tidak mengetahui apa yang saya pikirkan sekarang. Semua ini karena tuan Mario Perez hidup saya menjadi tak karuan seperti ini. Anda yang memulai kebohongan ini. Jadi anda yang harus menyelesaikan masalah ini. Kepada kedua orang tuaku. dan kepada om dan tante." ujar Aurelin sembari menatap Mario dengan tatapan tajam.
"Jadi bagaimana jika saya benar-benar ingin menikahimu?" ucap Mario membuat Aurelin melototkan matanya melihat ke arah Mario.
__ADS_1
"Maksud Tuan Mario ?
"Iya saya benar-benar menikahimu!"
"Jangan ngaco dan jangan bercanda di saat situasi genting seperti ini. saya tidak suka."ujar Aurelin sembari tetap menatap Mario Perez dengan tatapan tajam seolah dirinya ingin menelan Mario Perez hidup hidup.
"Saya tidak ngaco, Saya benar-benar ingin menikahimu.
" Will you marry me? ucap Mario membuat Aurelin langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Tuan Mario Perez yang terhormat berulang kali saya mengatakan kalau pernikahan itu bukan permainan, tetapi pernikahan itu sangat sakral camkan itu.
"Saya juga mengetahui pernikahan itu sangat sakral Nyonya Aurelin Siregar. Tidak perlu mengguruiku mengenai pernikahan. Saya lebih paham apa itu pernikahan dibandingkan anda nona Aurelin yang terhormat." ucap Mario Perez tidak mau kalah dari Aurelin membuat Aurelin semakin kesal kepada Mario Perez.
Sementara di tempat lain Leonardo yang mengetahui kalau kondisi Demian Perez saat ini sudah semakin membaik, Ia pun berniat untuk menjunjung Demian Perez di kediamannya. Pria yang menjadi rival Damian selama ini, berniat untuk berbaikan dengan Damian. Karena bagaimanapun Damian sudah menjadi adik ipar dari Leonardo walaupun Ayeuna bukan adik kandung Leonardo.
"setelah Leonardo tiba di kediaman Damian Perez tampak Ayeuna membuka pintu utama karena mendengar suara berbunyi.
"Ayeuna terhentak melihat kehadiran Leonardo di sana.
"Kak Leonardo? sapa Ayeuna heran melihatnya di sana.
"Apa Kakak bisa masuk?
"tentu Kak. Silakan masuk." ujar Ayeuna sambil mempersilahkan Leonardo masuk ke dalam rumah utama keluarga Demian.
"Siapa sayang? tanya Damian Perez dari ruang tamu yang sedang duduk santai menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
"Ada Kak Leonardo datang ingin bertemu dengan Mas." sahut Ayeuna sembari datang menghampiri Damian Perez di ruang tamu diikuti dengan Leonardo.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment dan vote dan hadiah nya ya." Trimakasih