Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 154 MEMBERIKAN PENGHARGAAN


__ADS_3

Tetapi kenapa kamu sekarang justru memberitahu kalau Clarissa lah dalang dibalik ini semua? Damian balik bertanya


"Dia ternyata wanita yang sangat licik. Mampu melakukan apapun asalkan Ia mendapat apa yang ia inginkan."ucap Carlos kepada Damian Perez.


Damian mengucapkan terimakasih kepada Carlos. Karna Carlos sudah berterus terang kepada Damian kalau dalang dibalik perencanaan pembunuhan dan menghancurkan Mario Perez ,merupakan rencana dari Clarissa. Itu pertanda Carlos hanya pion bagi Clarissa.


"Terima kasih atas kerjasama kamu yang baik ini. saya akan meminta kepada dinas kepolisian Untuk meringankan hukuman kamu. Tetapi bagaimanapun kamu tidak bisa langsung bebas dari sini. Karena kesalahanmu cukup fatal. Tetapi kamu yakinlah kalau hukuman kamu diberikan dari tuntutan sebenarnya."ucap Damian kepada Carlos.


Waktu pertemuan Carlos dengan Damian cukup singkat. Tetapi Damian sudah mengantongi Siapa dalang di balik perencanaan pembunuhan terhadap Mario Perez. Damian juga merekam segala pembicaraan antar Carlos dengan Damian untuk menyeret Clarissa terbalik jeruji besi.


Setelah selesai berbicara dengan Carlos Damian berpamitan kepada Carlos berlalu ruang tahanan Carlos sendiri. Pihak kepolisian yang bertugas di sana pun langsung mempersilakan Carlos kembali masuk ke sel tahanannya.


Damian berlalu dari kantor Polda Sumut. berniat untuk menghampiri Tuan Gaston perez yang berada di kantor Graha kencana, menggantikan posisi Mario Perez di sana. Selama Mario masih berbaring di rumah sakit. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit Damian Perez tiba di kantor Graha kencana.


Damian langsung menuju ruang kerja Mario Perez yang saat ini ditempati oleh Tuan Gaston Perez.


"Apa Damian mengganggu kerja Papi? tanya Damian kepada tuan Gaston Perez yang sedang asyik berkutat di hadapan laptopnya.


"Tidak!" Ada apa kamu datang kemari dan di mana Ayeuna dan cucuku Prasetya? tanya Tuan Gaston Perez penuh dengan selidik.


Damian hanya ingin bertemu dengan Security dan petugas kebersihan yang menolong adikku. Karena sudah sepantasnya mereka mendapat penghargaan dari kita. Kalau tidak ada mereka yang menyaksikan kejadian itu, dan membawa Mario langsung ke rumah sakit. Entah apa yang sudah terjadi kepada adikku Mario.

__ADS_1


Jadi menurut Damian kita harus memberikan hadiah yang sepantasnya untuk mereka. pastikan mereka mendapat fasilitas dari perusahaan kita. Jika mereka masih tinggal di rumah kost atau di rumah kontrakan lebih baik perusahaan memberikan tempat tinggal kepada mereka."ujar Damian kepada tuan Gaston Perez.


Tuan Gaston Perez mengembangkan senyumnya. Itu pertanda pendapat Damian ia setujui. Karena sebelumnya Tuan Gaston Perez juga sudah memikirkan sampai ke sana. Tetapi Tuan Gaston Perez masih belum memiliki waktu untuk membahas sampai ke sana. Karena pekerjaan yang ditinggalkan Mario sangat menumpuk Saat ini. Apalagi proyek yang dimenangkan Mario sedang berjalan saat ini.


"Papi juga sudah memikirkan sampai ke sana. tetapi Papi belum memiliki waktu untuk mengurus itu semua. Jika kamu berkenan Papi menugaskan kamu untuk menangani mereka terlebih dahulu. Karena saat ini Papi sangat sibuk menangani proyek yang sedang berjalan saat ini."ucap Tuan Gaston Perez kepada Damian


Damian menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya setuju dengan usulan Tuan Gaston. Ia pun langsung berlalu menghampiri security yang membantu Mario Perez saat kejadian yang menimpa Mario Perez saat itu.


Setelah bertemu dengan security itu dan yang juga meminta kepada petugas kebersihan itu agar segera menemuinya di ruang kerja Aurelin. Untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang membantu Mario saat itu.


Ketika petugas kebersihan dan security sudah berkumpul di ruang kerja Aurelin, Damian langsung memberikan hadiah yang sepantasnya untuk mereka yang memberikan bantuan kepada Mario.


Security dan petugas merasa heran akan apa yang dikatakan oleh Damian kepada mereka. sejujurnya mereka menolong Mario itu ikhlas tanpa menginginkan imbalan apa-apa dari keluarga Perez. Security dan petugas kebersihan itu pun menolak pemberian Damian.


"Terima kasih Tuan!" sejujurnya kami tidak mengharapkan imbalan apa-apa. Karena kami tulus membantu Tuan Mario Perez ." ucap Security dan petugas kebersihan itu kepada Damian.


"Tidak apa-apa Pak, ini sudah se pantasnya kalian dapatkan. Mungkin kalau tidak ada kalian saat itu entah apa yang sudah terjadi kepada adikku Mario Perez."sahut Damian sambil mengembangkan senyumnya.


Setelah selesai memberikan imbalan yang sepantasnya didapatkan oleh petugas kebersihan dan security itu. Damian mempersilahkan mereka mengerjakan tugasnya masing-masing seperti sediakala.


Demian bernafas lega karena benar-benar Sudah mengetahui dalang dibalik perencanaan pembunuhan itu. Kemudian Ia pun kembali menghampiri Tuan Gaston peres yang ada di ruang kerja Mario.

__ADS_1


"Maaf Papi Damian mengganggu Papi lagi." ucap Damian sembari langsung duduk di hadapan meja Tuan Gaston Perez.


"Ada apa nak Kok kamu kembali lagi ke ruangan Papi? tanya Tuan Gaston penasaran akan kedatangan Damian lagi ke ruangannya.


"Ternyata dalang dibalik perencanaan pembunuhan terhadap Mario itu adalah Clarissa. Mantan kekasih Mario saat berada di Jakarta. Menurut pengakuan Carlos, ia sangat mencintai Clarissa sehingga ia pun melakukan apa yang diperintahkan Clarissa terhadapnya. Dengan diiming-imingi Clarissa mau menikah dengannya jika Mario sudah enyah dari muka bumi ini.


Hal itulah yang membuat Carlos mampu melakukan kejahatan itu terhadap keluarga kita." ucap Damian berterus terang kepada kepada tuan Gaston Perez.


"Bagaimanapun Carlos tetap bersalah dia tetap harus dihukum. Papi tidak akan mengampuni siapapun yang mengusik keluarga Perez.


Kalian tahu persis siapa Papi." ucap Tuan Gaston perez penuh dengan emosi. Ketika mendengar Clarissa sendirilah yang berniat menghancurkan dan membunuh Mario. Padahal selama ini Tuan Gaston Perez kenal dekat dengan Clarissa. Seorang pengusaha muda dan juga keturunan ningrat dari teman Tuan Gaston Perez.


Membuat Tuan Gaston Perez tidak menyangka kalau Clarissa memiliki niat jahat terhadap keluarganya. Emosi Tuan Gaston Perez sangat memuncak saat itu. Hingga Ia pun langsung menghubungi Pak Haposan agar segera mengusut tuntas kasus perencanaan pembunuhan terhadap Mario.


Sementara di tempat lain tepatnya di rumah sakit tempat Mario Perez dirawat. Terlihat Aurelin dengan telaten memberikan suapan demi suapan nasi yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit kepada Mario. Berharap Mario dapat cepat pulih kembali seperti semula. Agar Mario dapat beraktivitas seperti biasanya.


semenjak Mario dirawat di rumah sakit, Aurelin tetap setia menemaninya di sana. Ia tidak ingin meninggalkan Mario sedetikpun. Nyonya Boru Silalahi memaklumi perasaan putrinya. Ia mengetahui kalau Aurelin sangat mengkhawatirkan kondisi Mario saat ini.


Sementara Ayeuna dan Prasetya berpamitan untuk kembali ke rumah keluarga Perez yang ada di kota Medan. Berniat untuk istirahat mengingat semenjak mereka berada di Medan, istirahat Prasetya cukup terganggu.


bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓 🙏🙏🙏


__ADS_2