Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.241 TANGIS TUAN GASTON


__ADS_3

Dengan keberadaan Nuraini di tengah-tengah keluarga mereka. Apalagi sebelumnya Tuan Gaston perez sudah mengetahui siapa sosok Nuraini yang merupakan adik kembar dari almarhumah istri Damian Perez yang selama ini menaruh dendam kepada Nurma dan Damian.


"Aku tidak akan membiarkanmu lolos Nuraini kamu sudah bermain-main dengan keluarga Perez. Kamu belum mengetahui kekejamanku sampai di mana. Semua orang menakutiku tidak ada yang berani bermain-main dengan keluarga perez, kalau mereka masih sayang kepada nyawanya.


"Akan aku buat kamu menyesal seumur hidup aku takkan membiarkan kamu lolos dariku. siapapun yang berniat jahat kepada keluarga Perez akan saya bumi hanguskan dari dunia ini." gumam Tuan Gaston Perez dan langsung mematikan sambungan telepon selulernya setelah memberikan perintah kepada anak buahnya mencari tahu keberadaan Nuraini.


Kemudian Tuan Gaston Perez kembali masuk ke dalam ruang rawat inap Prasetya saat ini. Ia meminta kepada dokter untuk menangani cucu dan putranya dengan baik. Melihat kehadiran Tuan Gaston Perez ada di ruang rawat inap putranya Damian dan cucunya Prasetya, tim medis yang bertugas di rumah sakit itu pun langsung memberi hormat kepada Tuan Gaston.


Di tempat lain Jonathan yang sudah mendapat sambungan telepon seluler dari Damian, Ia pun segera datang ke rumah sakit ia tidak ingin Damian menunggu lebih lama. "Mas mau ke mana sudah malam begini?" tanya Saida yang melihat suaminya terburu-buru mengganti pakaiannya malam itu juga. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam.


"Tuan Daman memanggilku ke rumah sakit sepertinya ada sesuatu yang penting yang harus mas kerjakan sekarang. Entah apa yang membuat Tuan Damian memanggilku malam ini. Tapi Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez sudah ada di rumah sakit sekarang.


"Memangnya dari mana Tuan Gaston mengetahui kalau Damian dan Prasetya dirawat di rumah sakit? bukankah sebelumnya kalian dilarang memberitahunya kepada Tuan Gaston dan nyonya Julia? tanya Saida yang begitu penasaran Jonathan mengatakan kalau Nyonya Julia dan Tuan Gaston sudah berada di rumah sakit. Sehingga Damian meminta Jonathan segera datang ke rumah sakit.


"Entahlah Mas juga tidak mengetahui Mengapa Nyonya Julia dan Tuan Gaston mengetahui masalah yang menimpa Tuan Damian." sahut Jonathan kepada istrinya kemudian Jonathan langsung berpamitan kepada Saida. Malam itu juga dia langsung berlalu ke rumah sakit.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Jonathan tiba di rumah sakit. Ia melihat Tuan Damian dan nyonya Julia sudah berada bersama Prasetya berusaha menenangkan jeritan Prasetya.

__ADS_1


Karena melihat kedatangan suster dan dokter yang ingin memeriksanya


"Jangan takut cucu Opa yang tampan, Ada Opa di sini ada oma dan juga Papi dan Mami." ucap Tuan Gaston Perez sembari memeluk cucunya.


Tetapi Prasetya tak kunjung berhenti menjerit membuat hati Tuan Gaston Perez bagai tertusuk duri tajam. Ia tidak dapat melakukan apa-apa setelah putranya mengalami trauma.


Ya Allah apa yang harus aku lakukan untuk cucuku saat ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Gumam Tuan Gaston Perez dalam hati sembari terus memeluk Prasetya Perez. Tak terasa air bening mengalir di wajah Tuan Gaston perez. Jarang sekali seorang keluarga Perez yang terlihat berwibawa dan terkenal kejam meneteskan air matanya melihat sosok bocah kecil yang mampu membuat seorang keluarga Perez menjadi rapuh.


"Dari awal sudah Mami katakan Ayo ke Jakarta, firasat mami mengatakan ada sesuatu yang terjadi kepada Putra dan cucuku. Ternyata benar bukan?untung saja aku bersikeras untuk datang ke sini. Kalau tidak, aku tidak akan mengetahui kondisi Putra dan cucuku seperti sekarang ini." tangis Nyonya Julia Perez yang tidak sanggup melihat jeritan dan ketakutan cucunya Prasetya Perez.


Tiba-tiba suara ketukan pintu ruang rawat inap itu terdengar jelas di telinga orang-orang yang ada di ruang rawat inap Prasetya dan Damian.


Kamu Ternyata sudah datang. "Apa yang kamu lakukan selama bertugas bersama Damian? Mengapa kamu tidak memberitahu kepadaku apa yang terjadi kepada cucu dan Putraku? apa ini tugas yang aku berikan kepadamu selama ini untuk menutupi kondisi keadaan Putra dan cucuku?" pertanyaan dilontarkan Tuan Gaston Perez kepada Jonathan ketika Jonathan sudah masuk ke dalam ruang rawat inap Prasetya Perez


"Maafkan aku Pa, aku tidak akan ada niat untuk menyembunyikan ini semua. Tetapi aku mendapat perintah dari Kak Damian kalau masalah ini tidak dapat diberitahu kepada papa dan juga Mami.


Dengan alasan Kak Damian tidak ingin membebani pikiran kalian Pa....mom....," ucap Jonathan yang sudah menganggap Tuan Gaston Perez dan juga Nyonya Julia Perez seperti ibu dan ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Ya Allah Apa yang kamu lakukan nak, bukankah kami mengatakan kepada kamu kalau kamu harus selalu mengatakan apa yang terjadi di keluarga Damian dan Ayeuna? Apakah kami pernah mengajarimu untuk menutupi masalah dari kami.


"Kalau sudah begini Apa yang harus kita lakukan sekarang?apa kamu tega membiarkan cucuku menjerit ketakutan seperti ini?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Nyonya Julia Perez kepada Jonathan.


"Maafkan aku mom....Pi...., ucap Jonathan sambil menangkup kedua kaki Tuan Gaston perez dan nyonya Julia Perez karena dirinya juga merasa bersalah tidak menjalankan tugasnya dengan baik.


"Sudahlah!" sekarang saya perintahkan kepada kamu kerahkan semua anak buah kalian untuk mencari keberadaan Nuraini saat ini. Karena aku tidak ingin wanita iblis itu lolos begitu saja dari kita. Aku akan memberikan perhitungan kepadanya. Tidak ada yang lolos dari keluarga Perez jika sudah bermain-main dengan keluarga Perez. Itu berarti dia tidak menyayangi nyawanya lagi.


Prasetya perez yang tidak mengenali ibu kandungnya sendiri. Ia hanya mengenal dari foto ibu kandungnya sendiri. Melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan orang yang ada di foto, yang diakui oleh Damian merupakan ibu kandungnya. Membuat Prasetya Perez tidak percaya kalau wanita yang difoto itu merupakan ibu kandungnya sendiri.


Ia mengira ibu kandungnya sendiri yang ingin menyakitinya dan menganiayanya saat itu. karena kemiripan antara Nurma dengan Nuraini bagai pinang dibelah dua. Membuat Prasetya sulit untuk membedakan keduanya.


"Mom jahat, mom Prasetya hanya Mami Ayeuna." jerit Prasetya membuat Ayeuna langsung memeluk putranya. Ayeuna menatap damaian dengan tatapan tanya. Ia sudah mengetahui maksud dari Prasetya perez mengatakan demikian.


"Sepertinya Putraku mengira ibu kandungnya yang menyakitinya, karena kemiripan almarhum Kak Nurma mirip sekali dengan saudara kembarnya Nuraini." ucap Ayeuna kepada tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez, didengar langsung oleh Damian dan juga Jonathan.


Bersambung

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA


__ADS_2