
Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez langsung bertolak dari kota Medan menuju kota Jakarta. Setelah mendapat kabar dari Damian Perez kalau Ayeuna sudah menghadirkan sosok gadis mungil, cantik nan rupawan, ditengah tengah keluarga besar perez.
Sementara Mario Perez masih sibuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. sebagai CEO Graha kencana. Ia sama sekali tidak dapat meninggalkan perusahaan, karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Mario Perez.
Aurelin selalu setia menemani Mario Perez membantu Mario Perez di kantor Graha kencana. Agar pekerjaan Mario Perez dapat terbantu. Aurelin tidak merasa keberatan jika acara bulan madu mereka harus ditunda mengingat pekerjaan Mario Perez masih menumpuk.
Sejujurnya Aurelin ingin bertolak ke Jakarta untuk melihat Ayeuna dan keponakan yang mereka nantikan selama ini. Tetapi ia tidak tega meninggalkan Mario begitu saja mengerjakan pekerjaannya di kantor sendirian. Ia tahu persis suaminya pasti membutuhkan bantuan Aurelin disana.
Walaupun di kantor Graha kencana ada asisten Mario Perez yang membantunya di Kantor Graha kencana. Tetapi Mario tetap membutuhkan tenaga ahli Aurelin.
"Maafkan mas, Ya sayang!"karena kesibukan Mas di kantor acara bulan madu Kita terpaksa tertunda. Seharusnya kita sudah bulan madu." ucap Mario Perez sembari meraih tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa sayang!" lagian sayang menunda bulan madu kita karena keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan. Tidak mungkin kita pergi berlibur bulan madu, sementara pekerjaan menumpuk seperti ini." ucap Aurelin sambil mengembangkan senyumnya. Ia memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya. Berharap suaminya semakin semangat mengerjakan pekerjaannya.
"Terima kasih sayang," kamu memang istri yang paling pengertian, dengan situasi dan kondisi saat ini. Sejujurnya Mas ingin sekali pergi melihat keponakan kita, putri dari Kak Damian Perez dan juga Ayeuna. Tetapi Mas tidak bisa pergi sekarang. Karena masih banyak pekerjaan." ucap Mario Perez.
Sudahlah mas," tidak apa-apa lagian ka ayeuna dan Kak Damian pasti mengerti dengan keadaan kita sekarang. Papi dan Mami juga pasti memberitahu kalau kita saat ini sedang sibuk." ucap Aurelin kepada suaminya.
Mario Perez begitu bahagia mendapatkan istri seperti Aurelin yang begitu pengertian terhadapnya. Perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang bagi mereka hidup saling memahami. Perbedaan menjadi indah jika satu sama lain saling mengerti. Itulah yang dilakukan Aurelin dengan Mario Perez saat ini.
__ADS_1
Kehidupan rumah tangga mereka bahagia walaupun seluruh keluarga besar Siregar dan juga keluarga besar Perez, sedikit khawatir akan kebahagiaan rumah tangga mereka. mengingat perbedaan keyakinan yang mereka jalani dalam hubungan berumah tangga.
Sore harinya Mario Perez dan Aurelin pun kembali ke rumah. Terlihat Mario sudah membersihkan diri terlebih dahulu. Sementara Aurelin sudah mempersiapkan pakaian untuk suaminya. lalu ia pun menyiapkan menu makan malam untuk mereka santap malam itu.
Aurelin memang selalu menyempatkan diri untuk memasak makanan untuk suaminya. Ia tidak ingin hanya melimpahkan pekerjaan rumah tangga kepada asisten rumah tangga. Aurelin ingin sekali Mario Perez selalu mencicipi menu makanan yang ia masak sendiri.
Ketika Mario Perez Sudah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia mencari keberadaan istrinya Tetapi setelah ia panggil-panggil tak kunjung ada jawaban." kemana istriku? tanya Mario Perez di dalam hati. Sambil menelisik seisi ruangan.
Tetapi ia tidak menemukan sosok istri mungilnya di sana. Ia memilih menunggu Aurelin duduk hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Padahal jelas-jelas Aurelin sudah menyiapkan pakaian untuk digunakan oleh Mario setelah selesai mandi.
Tetapi entah apa yang ada di dalam otak Mario. Sehingga ia tidak langsung menggunakan pakaian yang sudah disediakan Auralin.
Ia pun berlalu dari ruang makan menuju kamar mandi. Aurelin sama sekali tidak memperhatikan sosok suaminya duduk hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sementara Mario Perez mengotak atik ponselnya.
Mario tersenyum miring melihat istrinya, tiba-tiba berlari masuk ke kamar mandi. Tanpa memperhatikan dirinya duduk di sofa yang ada di dalam kamar. Beberapa menit kemudian Aurelin telah selesai melakukan ritual mandinya . Aurelin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
Ia belum menyadari suaminya duduk di sana. Aurelin langsung mengambil pakaiannya yang ada di lemari. tetapi sebelum Aurelin mengambil pakaiannya, Mario sudah memeluknya dari belakang membuat Aurelin langsung tersentak ia kaget ketika Mario tiba-tiba memeluknya.
"Mas buat kaget aja!" gerutu Aurelin sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya. Tetapi karena pelukan Mario Perez cukup erat sehingga aurelin kewalahan untuk melepaskannya. Aurelin memilih memutari tubuhnya agar Aurelin lebih leluasa melihat suaminya.
__ADS_1
"Aurelin baru selesai mandi jangan cari gara-gara dong." ucap Aurelin kepada suaminya.
"Memangnya siapa yang mau cari gara-gara Sayang? Mas ingin bermain bersamamu Satu Kali saja sore ini. Sebelum kita makan malam." bisik Mario Perez tepat di telinga Aurelin membuat Aurelin membulatkan netranya.
"Mas tidak lelah setelah satu harian bekerja di kantor? kan bisa setelah istirahat nanti." ucap Aurelin mencoba bernegoisasi kepada suaminya. Tetapi Mario Perez tidak peduli dengan ocehan istrinya. ia langsung mengecup bibir mungil Aurelin agar Aurelin tidak dapat mengoceh lagi.
Perlahan kecupan itu semakin mendalam membuat Auralin merasa tidak kuasa menahan de$@hannya. Ia pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Sehingga perlahan Aurelin membuka rongga mulutnya agar Mario dapat memainkan lidahnya di sana. lidah kedua insan itu akhirnya saling bertautan di sana.
Mendengar suara de$@han Aurelin, Mario melancarkan aksinya. ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sore itu. Padahal menurut Aurelin suaminya Pasti sangat kelelahan, setelah satu harian beraktivitas di kantor. Ia tidak menyangka suaminya mampu memuaskan dirinya sore itu. Aurelin juga berusaha mengimbangi permainan suaminya. ia tidak ingin membuat suaminya kecewa kepadanya.
Mario Perez mengembangkan senyumnya ketika aurelin sudah merespon gerakan demi gerakan yang ia lakukan suaminya terhadap Aurelin. Sore itu merupakan sore yang indah buat kedua insan itu. Mereka saling memadu kasih di sana, tanpa peduli perut keduanya sudah mulai keroncongan.
Ketika Mario Perez sudah melakukan aksinya diimbangi oleh Aurelin, hingga keduanya merasakan sensasi yang sangat luar biasa. gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh kedua insan itu. Ketika Mario sudah mencapai puncaknya Ia pun mengecup kening Aurelin dan mengucapkan terima kasih kepada istri mungilnya itu. Karena telah bersedia melayaninya sore itu juga.
"Terima kasih sayang kamu sudah melayani Mas sore ini. Mas sangat mencintaimu." ucap Mario Perez kepada Aurelin sambil memberikan kecupan hangat di kening Aurelin.
"Sama-sama Suamiku sayang, ini sudah menjadi kewajiban Aurelin sebagai istri kamu tidak perlu berterima kasih." ucap Aurelin sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏