
Malam itu Damian dan Ayeuna benar benar menghabiskan waktu mereka bersama. Damian Begitu bahagia. Kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu juga dengan Ayeuna hidup bersama Damian menurut suatu anugerah terbesar yang ia terima dari Alloh.
keesokan paginya Ayeuna terbangun dari tidurnya.
Huyemmmm
Ayeuna bergeliat, ia merasa tubuhnya seolah remuk akibat pergulatan mereka malam itu.
Ayuena menelisik se isi ruang kamar utama yang mereka tempati. Netranya tertuju kepada Damian yang melingkar kan tangannya di perut Ayeuna. Ayeuna mengembangkan senyumnya.
"Tidak menyangka, kau dulunya sangat aku benci tetapi sekarang mengapa aku benar-benar jatuh cinta kepadamu? dulu kau benar-benar tidak menghargaiku sebagai seorang wanita tetapi sekarang kamu membuatku bagai seorang ratu di rumah ini gumam Ayeuna.
Ayeuna memperhatikan Demian. Ia merasa gemas melihat wajah polos Damian yang sedang tertidur pulas.
"Kamu benar-benar pria yang sangat luar biasa mampu mencairkan hati ini yang sudah membeku akibat rasa sakit hati yang aku alami dari pengkhianatan Andre dan Saidah sahabatku.
Ayeuna bermonolog sendiri Ia Kembali mengecup bibir manis Damian. Karena ia merasa kalau Damian masih benar-benar tertidur pulas. Padahal Damian sendiri mendengar Ayeuna bermonolog sendiri hingga dirinya pun tidak tahan menahan tawanya, ketika Ayeuna sudah memberikan kecupan hangat bibirnya.
"Kamu sudah puas memandangiku sayang? tanya Damian Perez membuat ayunan terhenyap mendengar suara Damian.
"Kamu mendengarku Mas?
"Jangan terlalu lama memandangi mas, nanti kamu semakin jatuh cinta kepada mas.
"Tidak apa-apa kan jatuh cinta pada suami sendiri? atau mas tidak ingin Ayeuna cintai?
"Tidak mungkin mas tidak ingin di cintai wanita secantik istri Mas ini." ucap Damian sambil kembali meraih Tubuh Ayeuna dalam pelukannya. Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar jelas ditelinga Damian dan Ayeuna, hingga Damian menghentikan aksinya.
"Siapa sih mengganggu saja!" gerutu Damian sambil bangkit dari tempat tidurnya dan menggunakan celana pendeknya. Karena sebelumnya Damian tidak menggunakan sehelai benangpun yang melekat ditubuhnya setelah permainan panas yang mereka lakukan malam itu.
Ketika Damian membuka pintu, Damian melihat nyonya Julia yang mengetuk pintu.
"Ada apa sih mom, pagi pagi sudah mengganggu Damian? seperti tidak pernah pengantin Baru saja." gerutu Damian
nyonya Julia langsung menjewer telinga putra sulungnya.
__ADS_1
"Aduh.....aduh...mom kenapa jewer Damian sih?
"Jangan cerewet, istri kamu juga butuh istirahat,jangan kamu hajar terus. Tadi malam saja kalian sampai melupakan makan malam. Apa kamu tidak kasihan sama menantuku Ayeuna?
"Mom...lepas mom sakit,aku Adukan sama istri cantikku baru mami tau rasa." celetuk Damian membuat nyonya Julia Perez langsung tertawa ngakak.
"Kok mami tertawa? emang ada yang lucu.
"Kamu yang lucu, bilangin mami mau di adukan sama menantuku, yang ada kamu itu semakin di jewer seperti ini." ucap nyonya Julia sambil kembali menjewer telinga Damian.
"Ada apa mom mengganggu aktivitas ku lagi ini?
"Mami dan papi hari ini juga ingin berangkat ke Medan. Kamu tidak apa apa kan mami dan papi tinggal? kamu sudah sehat kan?" ucap nyonya Julia.
"Kenapa buru-buru harus kembali ke Medan mom?"
"Mami dan papi ingin memperjelas hubungan Aurelin dengan Mario. Mami dan Papi tidak ingin kalau Mario terus bermain-main kepada setiap wanita yang dekat dengannya karena bagaimanapun Aurelin itu putra dari teman Papi kamu.
"Apa teman Papi?
"Jadi Aurelin itu keturunan orang Batak?"
"Iya, Aurelin itu Boru regar, cantik bukan?
"Cantik sih, tapi masih lebih cantik istriku." puji Damian.
"Ya itu pasti, bagi kamu lebih cantik istri kamu." ucap nyonya Julia sambil menelisik seisi ruang kamar Damian.
Nyonya Julia melihat Ayeuna berada di balik selimut. Ia tau persis bagaimana rasa capek yang Ayeuna rasakan saat ini akibat ulah putranya. Hingga nyonya Julia memilih untuk meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
"Ingat jangan buat menantu ku sampai kelelahan. Kalau kamu tidak mau mami hajar." celetuk Nyonya Julia
Damian hanya mengembangkan senyumnya menatap wanita yang selama ini selalu setia memberikan dukungan terhadapnya. Ia bersyukur memiliki orangtua yang perhatian terhadap dirinya dan juga Mario. Walau sifat keras kepala Damian , nyonya Julia selalu sabar menghadapi kedua anaknya.
Diruang tamu Nyonya Julia Perez menemui suaminya yang sedang menikmati kopi buatan Nyonya Julia.
__ADS_1
"Kok mami datang sendirian di mana Putra dan menantu kita? bukannya Mami tadi membangunkan mereka?
"Biarin aja Pi kasihan Mereka terlihat kelelahan. mungkin sebentar lagi kita akan memiliki cucu lagi adik Prasetya.
Tiba-tiba tanpa nyonya Julia Perez sadari Prasetya mendengar percakapan antara Nyonya Julia dan Tuan Gaston Prasetya langsung bertepuk tangan ketika mendengar dirinya akan segera memiliki adik.
"Hore.....hore....hore..... Prasetya sebentar lagi akan memiliki adik, yang bisa Prasetya ajak bermain." ucap Prasetya dengan suara khas bocah kecil sambil melompat lompat kegirangan. Membuat Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez langsung tertawa ngakak melihat tingkah cucu mereka satu-satunya yang merasa bahagia ketika mendengar kalau dirinya akan segera memiliki adik yang dapat ia ajaknya bermain.
Tidak bisa dipungkiri, selama ini Prasetya merasa kesepian di rumah sebelum adanya Ayeuna di kehidupan Prasetya dan juga Damian. Membutuhkan figur seorang ibu itu terlihat jelas kalau selama ini Prasetya membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Hingga kedekatan Prasetya dengan Ayeuna di sekolah tempat Ayeunan mengajar membuat Prasetya merasakan figur seorang ibu di kehidupannya. Apalagi Ayeuna benar benar menyangka Prasetya walaupun Ayeuna saat itu belum mengenal Damian.
"Mom lihat cucu kita, dia begitu bahagia mendengar kalau cucu kita akan segera memiliki adik." ucap Tuan Gaston Perez kepada istrinya.
"Ya Mas mudah-mudahan doa kita terkabul ya." sahut Nyonya Julia Perez sembari meraih tubuh cucu mereka yang sedari tadi berjingkrak kegirangan.
"Sayang sudah jangan meloncat-loncat nanti kamu kecapean." ujar Nyonya Julia Perez.
"Benarkan Oma kalau sebentar lagi Prasetya akan memiliki seorang adik? tanya Prasetya kepada Nyonya.
"Kamu berdoa saja sayang, supaya Allah mengabulkan keinginan Prasetya dan keinginan Oma dan Opa juga.
"Prasetya selalu berdoa agar Allah mengirimkan adik kepada Prasetya. Karena rumah sepi tidak ada teman Prasetya bermain.
"Bukankah sudah ada mbak Sus menemanimu?
"Itu berbeda Oma!" tidak asik bermain sama Mbak Sus."sahut Prasetya Perez.
Nyonya Julia melirik ke arah Tuan Gaston ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Prasetya Perez kalau selama ini dirinya benar-benar kesepian di rumah besar milik damaian sendiri.
Padahal selama ini Damian sudah memanjakan Prasetya dengan membeli mainan mewah yang begitu banyak dan beberapa baby sister dan asisten rumah tangga agar Prasetya tidak merasa kesepian saat berada di rumah.
Bersambung.....
hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
__ADS_1
jangan lupa like coment vote dan hadiah nya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏