
Ada rasa bahagia di hati Damian ketika Ayeuna ingin bermanja manja dengannya walau saat itu mereka berada di kantor. Damian merasa beruntung membawa Ayeuna ke kantor. karena dirinya mendapat pelayanan khusus dari istrinya yang selama ini ia rindukan dari Ayeuna.
"Sayang ada apa dengan kamu kok kamu tidak seperti Biasanya? tanya Damian ketika mereka sudah selesai menuntaskan permainan panas mereka siang itu.
"Memangnya Ayeuna kenapa suamiku sayang?"tanya Ayeuna sembari terus memeluk suaminya yang masih berbaring diatas tempat tidur yang ada diruang Istirahat Damian.
Ayeuna mainkan jarinya dibagian dada bidang Damian yang terlihat indah Dimata Ayeuna. Entah mengapa Ayeuna akhir akhir ini ingin terus berada disamping Damian. Damian sendiri bingung dengan sikap Ayeuna yang begitu agresif beberapa Minggu terakhir ini kepadanya.
"Apa mas bosan dengan Ayeuna sehingga mas bertanya seperti itu?tanya Ayeuna sambil terus memainkan jarinya di dada bidang milik Damian.
"Tentu tidak dong Sayang, justru jamunyang seperti ini yang mas sukai dai kamu. Kalau boleh jujur, maunya kamu setiap saat bersifat manja seperti ini kepada mas." ucap Damian sambil mengecup bibir manis Ayeuna.
"Tapi Ayeuna sudah mengganggu jam kerja masa!" ucap Ayeuna merasa bersalah tetapi dirinya ingin terus berada di pelukan Damian.
"Tidak ada apa apa sayang, kan ada Jonathan yang mengerjakannya. Jika mas tidak sempat mengerjakannya." sahut Damian
Damian mengelus perut Ayeuna yang masih terlihat rata.
"Apa Dia membuatmu merasa tidak nyaman sayang?"
"Tidak mas, anak kita baik kok. Tapi sepertinya anak kita ingin terus bersama dengan papinya." ucap Ayeuna
"Ya iya dong sayang, namanya mas papinya." sahut Damian
Tiba tiba ponsel milik Damian terdengar jelas ditelinga pasangan suami istri itu yang lagi dimabuk asmara. Damian meraih ponselnya yang ada diatas nakas dengan sebelah tangan kirinya. Ia melihat nomor ponsel milik Tuan Gaston Perez yang menghubungi dirinya.
__ADS_1
"Siapa mas? tanya Ayeuna
"Papi sayang." sahut Damian sambil menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar Sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tuan Gaston Perez.
"Assalamualaikum Pi!" sapa Damian sambil bangkit dari pembaringanmya.
"Kamu lagi dimana? apa kamu masih di kantor? tanya Tuan Gaston kepada Damian
"Ya Pi, Damian masih dikantor dengan Ayeuna." sahut Damian. Tuan Gaston Perez memberitahu kepada Damian kalau Mario saat ini sudah berada dirumah. Dan kondisi Mario saat ini sudah membaik..
Tuan Gaston juga meminta kepada Damian agar lebih berhati hati dalam memilih karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan miliknya. Karena bisa saja seseorang menyelinap masuk menyamar sebagai karyawan, tetapi hanya untuk mata mata seseorang yang memiliki dendam kepada keluarga Perez.
Damian paham kekawatiran Tuan Gaston, karna kejadian itu sudah terjadi kepada Mario Perez yang merupakan adik kadung Damian.
Tuan Gaston Perez langsung memutuskan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara kepada Damian dan mengingatkan Damian agar lebih berhati-hati untuk merekrut karyawan yang bekerja di perusahaan yang Ia pimpinan.
"Mas ada apa?
"Tidak apa apa sayang, hanya papi ingin memberitahu kalau Mario sudah pulang dari rumah Sakit. Dan lali juga mengingatkan mas untuk lebih berhati-hati untuk merekrut karyawan." sahut Damian.
Ayeuna menganggukan kepalanya dan berlalu kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ayeuna langsung memakai pakaiannya agar terlihat rapi.
"Sayang, kamu tiduran aja dulu, ada sedikit pekerjaan." ucap Damian
"Ya mas tidak apa apa, Ayeuna juga ingin istirahat." ucap Ayeuna sambil kembali berbaring diatas tempat tidur
__ADS_1
Damian berlalu dari ruang istirahatnya dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang sudah tertunda, akibat ulah istrinya yang menginginkan belaian dari Damian. Ketika Damian berkutat di laptop, bayangan Ayeuna yang begitu Agresif terhadapnya mengusik pikiran Damian.
Terkadang ia tersenyum sendiri sambil mengerjakan pekerjaannya. Ketukan pintu ruang kerja Damian terdengar jelas ditelinga Damian.
Tok....
Took....
Toook....
Suara ketukan pintu ruang kerja Damian
"Masuk!" sahut Damian. Jonathan masuk keruang kerja Damian.
"Kamu ternyata!" Sok sok main ketuk pintu segala, biasanya juga kamu main nyelonong masuk aja." ucap Damian karna mengingat Jonathan masuk tanpa mengetuk pintu saat Ayeuna ingin bermanja-manja kepada Damian.
"Ya iyalah pak bos, saya harus mengetuk pintu ruang pak bos. Secara ada nyonya Ayeuna disini." sahut Jonathan membuat Damian langsung menatap Jonathan dengan tatapan tajam.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
Yuk mampir di karya emak yang lain
__ADS_1