
Tuan Gaston Perez sudah menghubungi asistennya untuk mengurus kepulangan Tuan Gaston perez dan Nyonya Julia Perez kembali ketanah air. "Benaran mas kita besok kembali ketanah air?"
"Ya istriku sayang." sahut Tuan Gaston Perez membuat Nyonya Julia Perez menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.
Di usia yang sudah senja, Cinta tuan Gaston perez dan Nyonya Julia Perez memang patut di contoh anak anaknya. Tidak pernah terdengar kehidupan rumah tangga Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez gonjang ganjing prahara rumah tangga mereka.
Padahal di usia pernikahan mereka ya sudah 42 tahun tetapi kehidupan rumah tangga mereka selalu harmonis. Kesetiaan terhadap pasangannya dipegang teguh oleh Tuan Gaston perez. Begitu juga dengan Nyonya Julia Perez membuat kehidupan rumah tangga mereka selalu harmonis.
Keesokan harinya Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez meninggalkan kota California. Sesuai dengan permintaan Nyonya Julia Perez yang ingin segera kembali ke tanah air. Pesawat jet pribadi sudah dipersiapkan untuk segera terbang ke tanah air sesuai dengan perintah dari Tuan Gaston Perez kepada anak buahnya.
"Apa kamu sudah puas dan percaya kalau kita hari ini kembali ke tanah air? tanya Tuan Gaston Perez kepada istrinya.
"Iya Suamiku sayang, kamu memang suami yang paling the best dan pengertian terhadap istrinya. Membuatku semakin jatuh cinta kepadamu." sahut Nyonya Julia Perez sambil memberikan kecupan hangat di bibir ranum suaminya.
__ADS_1
Melihat keromantisan pasangan suami istri yang sudah usia senja itu, tampak pramugari yang menemani mereka melakukan perjalanan dari California menuju tanah Air, mengembangkan senyumnya. "Apakah aku bisa seperti mereka kelak?" gumam salah satu pramugari yang melihat keromantisan Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez.
Ada rona bahagia di wajah Nyonya Julia Perez. Ketika mereka sudah berada di dalam pesawat. Suami yang selalu memenuhi janji terhadapnya, membuat Nyonya Julia dengan benar benar bahagia. "Suami ku yang tampan, apa kamu memberitahu kepulangan kita kepada anak-anak Kita?
"Tidak istriku sayang yang cantik. Biarkan saja kejutan bagi mereka." sahut Tuan Gaston Perez dibalas anggukan dari Nyonya Julia Perez. Pertanda Nyonya Julia Perez paham maksud dan tujuan Tuan Gaston Perez tidak memberitahu kedatangan mereka kepada anak-anak nya.
****
Sementara di tempat lain, tepatnya di kota Medan. Terlihat Aurelin sedikit kewalahan memakan menu makanan yang dihidangkan di atas meja makan oleh asisten rumah tangga. "Sayang kenapa makanannya tidak dimakan? Apa kamu tidak suka? pertanyaan itu dilontarkan oleh Mario Perez, karena melihat istrinya tak kunjung menyentuh menu makanan yang ada di hadapannya.
Melihat tubuh Aurelin yang tampak semakin kurus, membuat Mario Perez makawatirkan kondisi fisik istri dan bayi yang ada di rahim Aurelin. "Ayo dong sayang dimakan kalau kamu tidak makan, Bagaimana anak kita yang ada didalam sini." ucap Mario Perez sambil mengelus perut Aurelin yang masih rata.
"Tapi sayang, kamu tahu sendiri kan setiap Aurelin makan, Aurelin selalu muntah dan mengeluarkan semua yang Aurelin makan. Membuat Aurelin kecapean sampai keringat dingin." sahut Aurelin sambil menatap menu makanan yang ada di depannya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu setidaknya kamu makan sedikit saja. Kalau kamu tidak makan. Kamu bisa sakit sayang, Kasihan anak kita." ujar Mario Perez sambil menyendok menu makanan yang ada di hadapan Aurelin dan menyuapi Aurelin.
Aurelin mengembangkan senyumnya melihat perhatian Mario terhadapnya. Mario memberikan suapan demi suapan kepada istrinya. Hingga menu makanan yang ada di dalam piring Aurelin ludes seketika. Hal itu membuat Mario Perez merasa bahagia, akhirnya istrinya menghabiskan menu makanan itu.
Anehnya ketika Mario Perez menyuapi Aurelin. Tak sedikitpun rasa mual dirasakan Aurelin.membuat Aurelin sedikit heran. padahal biasanya setiap selesai makan Aurelin selalu memuntahkan isi dalam perutnya.
"Mas.....,kok Aurelin tidak mual ya? dan makannya rasanya enak bangat. Biasanya setiap makan Aurelin selalu mual dan muntah. Tetapi karena mas yang menyuapi Aurelin, sepertinya Aurelin tidak mual.
"Itu berarti anak kita yang ada di dalam sini, ingin disuapi Papinya." sahut Mario Perez sambil mengembangkan senyumnya.
Aurelin menatap suaminya dengan tatapan penuh arti. "Entahlah Mas, Aurelin pun bingung setiap kali Aurelin jauh dari Mas, rasa rindu terhadap mas begitu mendalam. Itu artinya, benar tebakan Mas. Kalau anak kita, ingin sekali selalu berada bersama Mas." sahur Aurelin sambil mengembangkan senyumnya. Ada rasa bahagia di hati Mario Perez mendengar apa yang diucapkan Aurelin kepadanya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN PERNAH LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏