Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 24. PROTES


__ADS_3

Ayeuna menekuk wajahnya di sepanjang perjalanan. Ia begitu kesal saat Damian memaksa untuk mengantarnya menuju sekolah tempatnya mengajar. Bukan tanpa sebab, Ia hanya tak ingin menjadi pusat gunjingan rekan-rekannya lagi.


"Bisakah kau tersenyum sedikit saja? wajahmu yang jelek semakin bertambah jelek Jika kau merengut seperti itu!"


Demian protes saat melihat wajah ayeuna yang tak bersahabat. Wanita itu sungguh tak tahu terima kasih. sudah diantar malah cemberut sepanjang jalan.


"Hei.... Apa kau tuli?"Damian membentak Ayeuna.


wanita itu menoleh lalu menarik kedua sudut bibirnya dengan paksa.


"Dasar wanita tidak tahu terima kasih. Sudah diantar malah bersikap jutek!"tempat darmian Setelah Ayeuna bersusah-payah tersenyum untuknya.


"Siapa juga yang mau kau antar? Aku kan sudah bilang, aku bisa berangkat sendiri!"ucap Ayeuna dengan sorot mata tajam.


"Aku tak mau bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan!"Damian berkilah.


"Siapa juga yang suruh kau bertanggung jawab. Aku tak menginginkan itu. Kau saja yang terus memaksa. Dasar pria aneh!"


Damian diam dengan wajah datarnya. Tak akan ada habisnya jika berdebat dengan wanita itu. apalagi yang dikatakan oleh Ayuna benar adanya. Dirinyalah yang memaksa mengantar wanita itu demi menghindar dari Sania.


"lagi pula aku tak ingin sampai rekan-rekanku berpikir negatif kembali. Tak tahukah kau jika saat ini aku selalu menjadi gunjingan mereka karena sering berangkat dan pulang dengan Prasetya.


Ayeuna mengutarakan unek-uneknya. Damian harus tahu bahwa ia telah digosipkan dengan ayunan selama ini. Ayeuna berharap, jika Damian sudah tahu dia akan menghindar untuk membersihkan nama baiknya.


"Aku tak peduli!"ucapnya singkat yang tak terduga itu sontak membuat Ayeuna terhenyak. pria itu memang aneh. Ia bahkan nampak tak peduli meskipun menjadi bahan gosip oleh para pengajar di sekolah anaknya itu.


Pada pukul 8 pagi, mobil mewah itu akhirnya sampai Di pelataran sekolah. Gilanya Damian mengantar Ayeuna tak hanya sampai luar gerbang. Pria itu sengaja memerintahkan security untuk membuka gerbang agar mobil mewahnya bisa masuk.


"Apakah waras, Tuan Damian? hentikan mobilnya!"ucap Ayeuna panik.


Demian tak mengindahkan ucapan Ayeuna. ia malah menancap gas dan semakin ke dalam halaman sekolah elit tersebut.

__ADS_1


"Sudah sampai. Silahkan turun!"ucap Damian akhirnya.


Pria itu benar-benar sudah gila. Ia bahkan memarkirkan mobilnya tepat pada ruang kantor para guru.


Ayeuna menjadi sangat gugup. pasalnya beberapa pasang mata dengan memperhatikan mobil mewah yang ia naiki saat ini.


"Kau tak mau turun? tanya Damian membuyarkan pikiran gamang Ayeuna


"Apa kau sudah gila? jika aku turun disini, sama saja aku turun tepat di kandang macan yang terbuka!"


Damian tertawa renyah mendengar penuturan gadis itu. Ternyata dibalik sikap ketusnya, Ayeuna sangat lucu dan menggemaskan.


Melihat Damian yang mentertawakannya, membuat Ayeuna semakin kesal. Wanita itu melipat kedua tangannya di dada. Ia kembali menatap wajahnya mesti dalam hatinya begitu senang mendengar tawa nya yang baru pertama kali ia dengar dari pria kanebo itu. ternyata damian yang sangat manis dan hangat ketika dia tersenyum dan tertawa lepas.


"Baiklah.... mari kita hadapi singa itu!"Demian membuka pintu mobilnya lalu keluar dan menatap sekeliling bangunan luas tersebut. Ia menyematkan kacamata hitam yang membuat tampilannya semakin cool.


Menyadari Damian yang keluar dari mobil mewah itu adalah ayahnya Prasetya, para pengajar yang usianya sangat muda dan masih energi itu menjadi salah tingkah. Mereka tersenyum hangat dengan tatapan manis yang menggoda. Mereka berharap Damian akan melirik untuk sekedar menyapa. Siapa tahu dia itu bisa mengajak ngobrol atau kencan dengan salah satu dari mereka.


Damian tak membalas senyuman dan sapaan hangat dari para gadis muda tersebut. Entah mengapa Damian kurang menyukai sikap guru-guru di sekolah ini. Apa selalu begitu tatapan mereka jika bertemu dengan seorang pria? sungguh memalukan karena mereka berlaku di ruang lingkup sekolah.


Namun harapan itu sirna tatkala Damian membuka pintu mobilnya sambil berkata,


"Cepat keluar. aku akan mengantarkan Anda bisa ayeuna!"ucapnya dengan keramahan yang dipaksakan.


Ayeuna menggeleng. Dia tetap bergeming di tempatnya. Tak ingin bangun dan keluar dari mobil itu.


"Ayo cepat!"waktu ku tak banyak karena aku juga harus pergi ke kantor!"sahut Damian.


Pe.... perutku sakit. Sebaiknya kita putar balik saja. Aku akan istirahat di rumah!"


Damian menjadi kesal lalu menarik paksa tangan wanita itu dengan kuat. Ayeuna pun keluar meski dengan sedikit terhuyung akibat tarikan paksa dari pria itu.

__ADS_1


Daat guru cantik itu akan terjatuh karena sepatu kerja berhak 5 centi itu terpelintir, Damian dengan sigap menangkap tubuh wanita itu. Untuk sesaat mereka saling terdiam dengan tatapan yang beradu.


Ayeuna bisa merasakan debaran jantungnya yang berpacu lebih cepat. selain rasa kaget karena hampir terjatuh, wanita itu juga menjadi sangat gugup saat merasakan. gelenyar hangat yang akan mengalir dalam darahnya.


Bukan hanya Ayeuna yang terkejut, dengan teman-temannya. Mereka menatap iri pada pandangan di depan mereka. umpatan umpatan terdengar samar menjelekkan wanita itu.


",'Hummm..... terima kasih!"ucap Ayuna yang membuat Tamiang tersadar dari lamunannya. ternyata ayeuna sangat cantik dan menarik.


"Mari masuk. Antar Aku menuju kantor kepala sekolah!"aku akan meminta izin secara langsung atas tidak masuknya Prasetya akhir-akhir ini.


Ayeuna menarik napas dalam-dalam. Untuk saat ini ia mulai setuju meski hinaan dan gunjingan sudah di depan mata. Ia setuju karena Damian memang harus berbicara sendiri sebagai wali murid untuk memberikan pencernaan atas atas anak yang sakit.


Mereka pun akhirnya berjalan beriringan. semua mata yang menatap tak suka itu berubah menjadi sangat manis dan genit tatkala Damian berjalan mendekati mereka.


"Selamat pagi, Pak Damian!'Ada yang bisa saya bantu? tanya Jefania. pengajar wanita yang memiliki penampilan yang begitu mencolok dan seksi.


" Saya ingin bertemu dengan kepala sekolah!"ucap Damian dengan datar.


"Oh... Miss collera sepertinya belum datang. sebaiknya Pak Damian mengobrol sebentar Dengan saya agar tak merasa bosan menunggu."zefania menawarkan diri. Bibir merah merekah nya melengkung indah. Rambut pirangnya yang panjang terurai juga dikibaskan. Ayeuna yang berada di belakang Damian menjadi malu sendiri atas sikap wanita itu.


"Terima kasih, Miss!"saya masih ada urusan dengan Miss Ayeuna!"ujar Damian membuat senyum indah di bibir Jefania seketika memudar.


Buat apa sih Pak Damian berbicara dengannya? wanita itu kampungan. lihatlah penampilannya itu, kinerja akan terhormat Jika ia tak leluasa bergerak karena rok span panjang yang ia gunakan. lagipula saya adalah wali kelas Prasetya. Jadi jika ada yang ingin anda tanyakan mengenai perkembangan anak anda? bisa tanyakan langsung kepada saya!"ucap Jefania dengan percaya diri.


Dengan pongahnya, Iya menatap wajah Ayeuna yang entah mengapa selalu membuatnya itu kesal wanita itu bisa saja menang dalam hal kecantikan. Ayunan memiliki wajah cantik alami sedangkan wajah Wanita itu sangat full make up agar jerawat dan flek di bawahnya tak terlihat


Terimakasih Jefania atas tawarannya dan saya tidak terlalu suka Jika ada yang menghina orang lain. Apalagi rekan kerjanya sendiri.


Wanita itu terdiam dengan rasa malu yang ia rasakan itu.


Dirinya semakin malu saat pria itu mengatakan sesuatu yang Bahkan membuat semua teman mendengarnya menutup mulut menahan tawa.

__ADS_1


"Apa jika penampilan Ayeuna seperti itu. urusan kinerja, biarkan pihak sekolah yang menilai. malah saya yang bingung dengan penampilan anda. Saya kira Anda seorang Bartender?"ucap Damian yang mampu membuat wanita itu menjadi malu


Bersambung....


__ADS_2