Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 235 TERIAKAN PRASETYA


__ADS_3

"Bagaimana tidak, aku tidak memberikan kecupan hangat di wajah tampan Putraku. jujur Mas sangat rindu kepadanya. Baru 2 hari tidak bertemu, sudah serasa setahun." ucap Jonathan kepada istrinya sambil menatap Saida dengan tatapan penuh arti.


Saida menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang seolah suaminya Sudah lama tidak bertemu dengan baby Neptunus.


"Mas pakai baju gih nggak malu cuma pakai handuk begitu. lagian jam sudah larut malam nanti mas masuk angin loh." ujar Saida kepada suaminya.


"Ngapain juga harus malu yang ada di kamar ini hanya kamu doang. lagian sudah kamu lihat juga kan semuanya sayang?" goda Jonathan membuat wajah Saida memerah bagai kepiting rebus.


"Sudah tidak pernah malu Lagian Mas suami kamu bukan? ucap Jonathan sambil langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya membuat aroma tubuh Jonathan menelisik rongga hidung Saida.


Jonathan memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya.


"Mas pakai baju dulu, Nanti masuk angin. Apa lagi Mas pasti capek kan?" ucap Saida mengingatkan suaminya kembali tetapi Jonathan seolah tidak peduli.


Ia memilih terus melahap bibir manis istrinya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. membuat Saida tidak dapat berkutik. Justru ia semakin menikmati kecupan yang diberikan suaminya. Saida mulai membuka rongga mulutnya, agar Jonathan dapat memainkan lidahnya di rongga mulutnya. Hingga lidah kedua insan itu saling bertautan di sana.


Suara ******* dari Saida mulai terdengar jelas di telinga Jonathan. Membuat Jonathan semakin melancarkan aksinya. Ada desiran yang begitu dahsyat dirasakan oleh Saida, ketika tangan Jonathan sudah mulai menjalar kebalik lingerie yang digunakan oleh Saida untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Membuat Saida tidak dapat menahan de$@hannya. Mendengar suara de$@han dari Saida, membuat Jonathan semakin melancarkan aksinya. Ia tidak ingin menyianyiakan kesempatan. Ketika istrinya sudah merasakan gerakannya yang begitu dahsyat.


Saida tidak ingin ketinggalan dari Jonathan. tangannya pun sudah mulai menjalar membuka handuk yang di lilitkan di pinggang Jonathan. Tubuh Jonathan menjadi terekspos di mata Saida. Roti sobek milik jonathan terlihat jelas di mata Saida. Membuat Saida semakin menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya.


Saida tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mulai memainkan adik kecil milik suaminya. Seperti yang dilakukan suaminya kepadanya. Jonathan melupakan sejenak lelahnya, setelah beberapa hari beraktivitas mencari keberadaan Prasetya Perez.


Jonathan yang merasa sudah tak tidak tahan lagi, Ia pun langsung menggendong tubuh mungil Sisa naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Untuk menuntaskan permainan mereka di sana.

__ADS_1


lingerie yang digunakan oleh Saida pun sudah tidak melekat lagi di tubuhnya. Hingga seluruh tubuh Saida sudah terlihat jelas di mata Jonathan.


Perlahan demi perlahan, Jonathan memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang paling terdalam milik Saida. Hal itu membuat Saida merasakan sensasi yang sangat luar biasa.


Ia pun mulai menggerakkan tubuhnya agar permainan mereka seimbang. Dan Jonathan pun merasakan sensasi yang begitu luar biasa dengan gerakan-gerakan yang dilakukan istrinya.


Sungguh kebahagiaan tersendiri bagi Jonathan. Saida mampu mengimbangi permainannya. Hingga satu jam dalam permainan panas itupun telah usai, mereka melakukan setelah Jonathan benar-benar mencapai puncaknya.


Jonathan memberikan kecupan hangat dikenang Saida dan mengucapkan terima kasih kepada saya ."Terima kasih sayang, aku mencintaimu." ucap Jonathan sambil mengecup kening Saida.


Ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tepatnya di sebelah Saida tanpa menggunakan sehelai benang pun. Hanya dibaluti dengan selimut tebal yang ada di atas tempat tidur.


Begitu juga dengan Saida. Ia pun membaringkan tubuhnya begitu saja tanpa harus menggunakan pakaiannya. Tidak Berapa lama, entah karena faktor kelelahan Jonathan Langsung tertidur pulas mengarungi alat mimpinya.Diikuti oleh Saida yang terlihat sudah tertidur pulas


Damian sendiri bingung Mengapa Nuraini begitu nekat melakukan tembakan terhadapnya. Bahkan terhadap security yang bertugas di kediaman Damian sendiri.


Prasetya Perez Sudah mulai menggerakkan jari tangannya. Itu berarti Prasetya perez Sudah mulai sadarkan diri. Perlahan Prasetya Perez membuka kelopak matanya. Yang ia cari langsung sosok Ayeuna.


" Mami......, teriak Prasetya Perez sambil langsung terbangun. Ia terlihat ketakutan dan Ayeuna langsung memeluk Prasetya Perez agar tidak merasa ketakutan. Jangan takut Sayang, ini Mami.


Jangan khawatir kamu baik-baik saja di sini. Ada mami dan Papi menjaga kamu." ucap ayuna sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan Prasetya yang tampak ketakutan.


Prasetya terus menjerit ketakutan membuat Ayeuna khawatir kalau Prasetya saat ini trauma akan apa yang dialaminya. Apalagi Nuraini memperlakukannya begitu tragis.


"Mami jangan tinggalkan Prasetya!" teriak Prasetya sambil terus terlihat ketakutan. melihat Prasetya begitu ketakutan Ayeuna menatap Damian dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


"Mas sepertinya Putraku trauma akan apa yang dilakukan Nuraini terhadapnya. lakukan sesuatu Mas aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi kepada Putraku ujar ayuna kepada suaminya Damian.


"Ia sayang, mas akan mencari keberadaan Nuraini sampai ke ujung dunia pun. Aku tidak akan memberikan dia ampun. Karena sudah membuat Putraku trauma. Untung saja Brigadir Erik berhasil menemukan Prasetya. kalau tidak, entah apa yang sudah terjadi kepada Putra kita." ucap Damian kepada Ayeuna.


Prasetya terus menahan tangan Ayeuna agar Ayeuna tidak meninggalkannya sama sekali. Ia hanya percaya kepada Ayeuna saat ini. Bahkan sama dokter sekalipun dan asisten Damian lainnya, ia tampak ketakutan melihatnya. Seolah semua orang berniat jahat kepadanya. Padahal dokter hanya ingin memeriksa kondisi kesehatannya.


yang Prasetya inginkan di sampingnya hanyalah Ayeuna. Tidak ada siapapun yang bisa berada di ruangannya selain Ayeuna termasuk Damian. Hal itu membuat Damian merasa kecewa akan apa yang terjadi terhadap putranya Prasetya.


Sementara baby Catherine yang tampak sudah mulai rewel, Damian langsung meminta suster yang bertugas di sana untuk menyediakan box khusus untuk bayi. Agar baby Catherine dapat tidur dengan leluasa.


Suster yang bertugas di rumah sakit itu pun langsung datang membawa box bayi.


"Silakan Nyonya. Sepertinya Putri Nyonya tampak gelisah karena ia tidur tidak leluasa. lebih baik nyonya, tidurkan saja putrinya di sini." ujar Suster itu kepada Ayeuna.


Sehingga Tati pun langsung membaringkan tubuh baby Catherine di dalam box sambil memberikan susu formula untuk baby Catherine


Setelah Baby Catherine menghabiskan satu botol susu formula, yang sudah dibuat Tati sebelumnya, baby Catherine pun terlihat mulai tenang dan tertidur pulas. Di dalam box bayi yang disediakan oleh suster sebelumnya.


Ayeuna merasa lega setelah baby Catherine sudah tertidur pulas.Ia tinggal ingin menenangkan Prasetya agar Prasetya tidak merasa ketakutan lagi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2