Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
DEMAM TINGGI


__ADS_3

Di tempat lain Damien Perez yang sudah bersiap untuk pergi ke kantor, Ia pun turun ke bawah berniat untuk sarapan pagi. Sedangkan Prasetya terus hanya menangis dia tidak ingin dipakaikan oleh Tati baju seragam sekolahnya Ia hanya ingin Ayeuna yang melakukan hal itu kepadanya.


"Kenapa Tati?


"Maaf Tuan!" Tuan muda Prasetya tidak mau memakai pakaian seragam sekolahnya padahal ini sudah hampir jam 7.


"Mengapa Prasetya tidak mau memakai baju seragam sekolahnya?


"Tuan muda hanya ingin Mbak Ayeuna yang memakaikan baju seragam untuk Tuan muda. tapi Mbak Ayeuna pagi-pagi sekali sudah pergi dari rumah ini membawa koper besarnya.


DUGH


Jantung Damian langsung berdegup kencang.


"Apa?


"Ayeuna sudah pergi dari rumah ini?


"Ia Tuan!" Mbak Ayeuna sudah pergi kira-kira jam lima subuh tadi.


"Mengapa kalian tidak ada memberitahuku?


"Maaf Tuan, kami tidak ingin mengganggu istirahat tuan, sehingga kami tidak memberitahu kepada Tuan dan Lagian Ayeuna


juga meminta agar kami tidak memberitahunya kepada Tuan.


"Kalian bekerja kepada Ayeuna atau saya?


"Mengapa kalian biarkan Ayeuna pergi begitu saja dari rumah ini?


para asisten yang bekerja di kediaman Damian pun langsung tertunduk tidak ada yang berani berbicara dan menatap wajah Damian yang sudah merah padam.


Pagi itu selera makan Damian hilang seketika. ketika dirinya mengetahui kalau Ayeuna sudah meninggalkan rumahnya.


"Bodoh..... bodoh....bodoh! ucapnya sembari menghempaskan barang-barang yang ada di hadapannya membuat semua asisten rumah tangga yang yang bertugas di sana menjadi ketakutan.


Sementara Prasetya terus mengurung dirinya. hari itu dia sama sekali tidak bersemangat pergi ke sekolah.


"Cepat Panggil Prasetya, saya akan segera menghantarkannya ke sekolah.


"Maaf tuan tapi Tuan muda tidak ingin pergi ke sekolah hari ini. Sedari tadi kami sudah berusaha membujuk Tuan muda tetapi Tuan muda malah melempar segala sesuatu yang ada di kamarnya kepada kami. Membuat kami tidak berani melakukan apa-apa selain menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan muda.


Damian menatap tajam para asisten rumah tangganya dan berlalu masuk ke kamar Prasetya.

__ADS_1


"Jagoan Papi kenapa tidak pergi ke sekolah?


"Prasetya tidak akan pergi ke sekolah kalau tidak ada mami Ayeuna, kalau kamu ingin bertemu dengan Miss Ayeuna tentunya kamu harus sekolah dong. Kan Miss Ayeuna ada disana?


"Miss ayeuna pergi dari rumah ini gara-gara Papi. Prasetya benci sama Papi pergi sana Aku benci sama papi." teriak Prasetya sembari menatap Damian dengan tatapan tajam.


"Prasetya!"bentak Damian karena dirinya tidak suka kalau Prasetya mengatakan kalau dirinya membenci dirinya


"Prasetya tidak pergi ke sekolah kalau tidak ada mami Ayeuna.


Damian menghela nafas berat. Sejujurnya ia tidak tega melihat putranya. Prasetya membutuhkan figur seorang ibu tetapi karena keegoisan Damian membuat Damian menjadi sosok lelaki yang keras.


"Sudah nak, Maafkan Papi sudah membentakmu tadi." ucap Damian sembari langsung meraih Prasetya ke pelukannya.


"Kamu ingin Miss Ayeuna kembali ke rumah ini bukan?tanya Damian .


Prasetya menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu kita sekarang pergi ke sekolah, karena Miss Ayeuna pasti menunggumu disana."ucap Damian membuat Prasetya langsung semangat dan memakai pakaian seragam sekolahnya.


"Apa kau tidak ingin menikah dengan Mami Ayeuna? pertanyaan itu langsung ditunjukan oleh Prasetia kepada Damian.


"Demian menghela nafas berat. Ia sama sekali tidak mampu menjawab pertanyaan Putra semata wayangnya. Ia juga tidak mengetahui perasaan apa yang dia rasakan terhadap Ayeuna.


****


"Eh Papinya Prasetya Ada apa Pak Ada yang bisa saya bantu? tanya jefania dengan senyum genitnya.


"Maaf apa Miss Ayeuna ada?


"sepertinya Miss Ayeuna sudah tidak mengajar lagi di sini Pak, karena Ia sudah mengirimkan email pengunduran dirinya kepada Ibu kepala sekolah.


DUGH


Jantung Damian berdegup kencang perasaannya sudah semakin tidak karuan setelah mengetahui kalau Ayeuna mengundurkan diri dari sekolah internasional tempat Prasetya menuntut ilmu.


"Apa yang dia pikirkan Mengapa sampai dirinya mengundurkan diri dari pekerjaan nya?


"Ke mana Ayeuna pergi?


"Apa anda tau apa penyebab Ayeuna tidak bekerja disini lagi?"


"Maaf untuk itu saya kurang tahu tuan, kalau ada masalah penting mengenai Prasetya, Silahkan konsultasi saja sama saya. Karna saya adalah wali kelas Prasetya." ucap Jefania dengan senyum genitnya.

__ADS_1


Pikiran Damian semakin kacau ketika dirinya mengetahui kalau Ayeuna sudah tidak bekerja lagi di sekolah itu. Diapun berniat menghampiri Ayuna Di kampus. Tetapi setelah Damian tiba di kampus, Ia pun tidak menemukan sosok Ayunan di sana.


****


Dua minggu kemudian acara wisuda di kampus Ayeuna diadakan. Yang ternyata Ayeuna juga ikut serta wisuda karena dirinya sudah selesai menyelesaikan studinya. Damian yang mengetahui kabar Kalau di kampus Ayeuna ada acara wisuda, ia pun langsung berlalu ke sana berharap ia bertemu sosok Ayeuna.


Demian mencari sosok Ayeuna di kampus. Ayeuna yang sudah wanti-wanti dari kejaran Leonardo, Ia pun setelah menerima toga dan sertifikat wisudanya ya langsung berlalu dari kampus karena dirinya tidak ingin terlibat masalah dengan kakak tirinya itu.


Damian terus mencari sosok Ayeuna disana.


tetapi ia sama sekali tidak menemukan yang ia cari . Berkali kali Damian menghubungi nomor ponsel Ayeuna. Tetapi nomor ponsel Ayeuna tidak aktif karna Ayeuna sudah mengganti SIM card miliknya. Yang mengetahui nomor ponsel Ayeuna hanyalah Riana sahabat Ayeuna.


Damian meminta beberapa asisten ya untuk mencaritahu dimana Ayeuna berada. Tetapi sudah dua Minggu asisten Damian tidak menemukan sosok Ayeuna dimana rimbanya.


kring


kring


kring


Suara ponsel Damian berdering, ia berharap asistennya yang menghubungi dirinya. Tetapi setelah ia melihat nomor yang menghubunginya, nomor telepon rumah miliknya. Demian menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Iya ada apa katakan!"


"Tu......Tuan!"


"Iya ada apa cepat katakan!"


"Tuan muda Prasetya demam tinggi Tuan. kami sudah mengompres dan memberikan obat penurun demam. Tetapi Demam Tuan muda tak kunjung turun. Dokter juga meminta kepada kami agar kami segera membawanya ke rumah sakit."


Damian langsung berlari ke parkiran, untuk mengambil mobil miliknya dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya meninggalkan kampus itu.


"Ada apa ini masalah yang satu belum selesai sudah timbul masalah ini lagi Kamu kenapa sih Nak?"Damian sudah mulai rapuh ketika mendengar Putra semata wayangnya demam tinggi. Ia sangat takut terjadi sesuatu kepada putranya dan dia tidak dapat melakukan apa-apa.


Hati Damian begitu gelisah, Setelah tiba di rumah ia langsung berlari masuk ke kamar Prasetya. Alangkah terkejutnya dirinya melihat Prasetya yang sudah tidak sadarkan diri dan para asisten rumah tangga sudah sibuk mempersiapkan agar Prasetya segera dibawa ke rumah sakit.


Demian menggendong tubuh Putra semata wayangnya masuk ke dalam mobil dibantu dengan Tati membawa keperluan Prasetya yang akan dibawa ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi? Mengapa Prasetya sampai seperti?


" Sa.....saya juga tidak Tuan.


"Saya tidak akan memaafkan kalian jika terjadi sesuatu kepada Putra saya. Menjaga anak saya saja kalian tidak mampu, Untuk apa kalian saya bayar tinggi-tinggi?" Bentak Damian membuat nyali Tati semakin menciut. Tati sudah sangat ketakutan jika dirinya akan dipecat dari pekerjaannya jika terjadi sesuatu kepada Prasetya.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2