Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 268.KABAR DUKA


__ADS_3

Jeritan tangis Saida menggema di seisi ruang kamar ICU itu ketika dokter mengatakan kalau Pak walson sudah tiada. Saida dan ibu Amelia seolah tidak percaya Pak walson pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan kepada mereka.


"Papi belum meninggal, Papi masih hidup." teriak Saida tidak terima dengan kepergian Pak walson. Ibu Amelia sudah jatuh pingsan membuat dokter yang bertugas di sana pun langsung membawa Ibu Amelia agar segera ditangani.


Jonathan yang baru tiba di rumah sakit pun terhenyak mendengar kabar Kalau Pak walson sudah pergi untuk selamanya. Jonathan meraih tubuh istrinya kepelukannya. "Sabar Sayang ini sudah kehendak Allah. Allah lebih sayang kepada Papi sehingga Allah tidak membiarkan Papi tersiksa ." ucap Jonathan berusaha menenangkan istrinya.


Tetapi Saida seolah tidak terima akan kepergian Pak walson. Tidak Mas, Papi masih hidup. Mereka berbohong teriak Saida membuat Jonathan merasa iba melihat istrinya yang kehilangan seorang ayah. Sabar sayang mohon Jonathan sambil terus memeluk Saida.


Kabar duka dari keluarga Saida didengar oleh Ayeuna dan Damian Perez. Membuat Ayeuna terhenyak ketika mendapat sambungan telepon seluler dari salah satu asisten Damian memberitahu tentang kabar duka dari keluarga Saida.


"Apa Mas?


" Pak walson meninggal? tanya Ayeuna yang belum percaya begitu saja apa yang dikatakan Damian. Damian juga mengetahuinya dari salah satu asistennya yang menghubungi dirinya.


"Untuk memastikannya Mas akan pergi ke rumah sakit. Tetapi sepertinya berita itu benar adanya. Karena sebelumnya Jonathan berpamitan ingin pergi ke rumah sakit, setelah mendapat telepon seluler dari Saida. Yang mengatakan Pak walson mengalami serangan jantung dan sedang dirawat di rumah sakit.


Damian meminta kepada sopir pribadinya untuk segera menghantarkan Demian ke rumah sakit. " Mas Ayeuna ikut."


" Tidak sayang, kamu di sini saja. Nanti jika memang benar berita duka ini maka kamu akan Mas jemput untuk melayat ke rumah pak walson." ucap Damian yang belum yakin begitu saja kabar duka dari keluarga Pak Walson.


Setelah berpamitan kepada Ayeuna, Damian berlalu meninggalkan Ayeuna. Dan melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit Damian tiba di rumah sakit. Melihat kehadiran Damian di rumah sakit itu, tampak seluruh perawat dan pimpinan Rumah Sakit memberi hormat kepada Damian.


" Selamat sore Tuan!" ucap salah satu petinggi rumah sakit yang ada di sana. Damian hanya berdehem lalu meminta kepada petinggi Rumah Sakit memberitahu lokasi di mana Pak walson saat ini.


Damian berjalan ke arah ruang ICU yang mana jenazah Pak walson masih berada di sana. Karena Saida dan ibu Amelia belum mengizinkan pihak terkait untuk memandikan jenazah pak walson.


Damian terhenyak melihat ibu Amelia berbaring lemah di atas branker di ruang rawat inap. Sementara Pak walson sudah berbaring kaku di atas branker dan Saida terus menangis di sana. "Ya Allah mengapa begitu cepat engkau Panggil ayahku!" teriak Saida yang dapat didengar Demian Perez.

__ADS_1


Air bening mengalir begitu deras di wajah tampan Jonathan tidak sanggup melihat istrinya yang terus menjerit memohon kepada Allah, agar mengembalikan Pak walson kepada mereka. Damian berusaha menenangkan Saida Begitu juga dengan Jonathan.


****


Sementara di tempat lain tepatnya di Bandara Soekarno Hatta terlihat Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez sudah tiba di sana. setelah melakukan perjalanan beberapa puluh jam dari California menuju tanah Air. Tuan Gaston Perez sengaja tidak memberitahu kepada Damian dan juga Ayeuna tentang kedatangan mereka.


Tuan Gaston Perez memilih untuk menaiki taksi daripada menghubungi salah satu asistennya untuk menjemput mereka. Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez sama sekali belum mengetahui kabar duka yang menimpa Saida.


45 menit di dalam perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah utama keluarga Damian. Tuan Gaston perez dan nyonya Julia Perez di rumah milik Damien. Ayeuna terhenyak melihat kehadiran Tuan Gaston dan nyonya Julia. Ayeuna dan Prasetya berlari menghampiri Tuan Gaston dan nyonya Julia.


"Opa....Oma....! teriak Prasetya Perez ketika sudah melihat Tuan Gaston perez dan nyonya Julia turun dari taksi yang mereka tumpangi.


"Cucu Oma...!" sahut nyonya Julia sambil berjongkok memeluk Prasetya Perez cucu yang sangat disayang oleh Tuan Gaston dan nyonya Julia.


"Oma dan opa apa kabar?


"Alhamdulillah kabar Prasetya dan adik Catherine baik Oma!" sahut Prasetya Perez sambil mengebangkan senyumnya.


Ayeuna tidak mau kalah dari Prasetya langsung memeluk nyonya Julia. "Mom... Ayeuna merindukan mami." ucap Ayeuna sambil memeluk Nyonya Julia.


"Mami juga merindukan kamu sayang." sahut Nyonya Julia.


"Kalian masih disini apa kita masuk?" gerutu Tuan Gaston, karna Tuan Gaston tak kunjung mendapatkan pelukan dari cucunya. Prasetya langsung menghampiri Tuan Gaston dan memeluk sang opa. "Apa opa sedang kesal karna tidak mendapatkan pelukan dari cucu Opa yang tampan ini? tanya Prasetiya Perez kepada Tuan Gaston Perez. Membuat ruang Gaston perez dan yang lainnya langsung tertawa ngakak.


"Ya sudah lebih baik kita langsung masuk ke rumah saja. Ada sesuatu yang ingin Ayeuna bicarakan kepadamu dan Papi. ucap Ayeuna kepada Nyonya Julia dan Tuan Gaston Perez. sementara sama asisten rumah tangga mengangkat barang bawaan Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez masuk ke dalam rumah.


"Dimana Damian?

__ADS_1


Ayeuna Langsung menangis sesunggukan membuat Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez bingung akan tangisan Ayeuna.


"Katakan Ada apa sayang?


"Apa yang terjadi?


"Mas Damian pergi ke rumah sakit. Setelah mendapat kabar Kalau Pak Walson meninggal dunia.


"Apa?


"Pak Walson meninggal?


"Kamu serius Nak?"


"Ya mom!" sahut Ayeuna sambil menangis membayangkan bagaimana duka yang dirasakan oleh Saida sahabat sekaligus adik iparnya.


Saat itu juga Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez ingin segera pergi ke rumah sakit.


"Sekarang juga kita kesana. Pasti Ibu Amelia dan Saida butuh kita disana sayang." ucap Tuan Gaston Perez kepada isterinya.


"Iya mas, mami kwatir akan ibu Amelia yang kehilangan Pak Walson. " sahut Nyonya Julia Perez.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2