
Beberapa jam kemudian setelah perjalanan melalui jalur udara Ayeuna, Damian, Prasetya dan Tati pun tiba di Bandara Soekarno Hatta. Yang sebelumnya Damian sudah memberitahu asistennya tentang kepulangannya. Sehingga asistennya pun sudah menyambut kepulangan mereka.
Sementara Tuan Gaston perez dan nyonya Julia Perez yang mengetahui kepulangan Damian dan Prasetya mereka sudah berada di rumah milik Damian Perez. Apalagi ketika Damian meminta asistennya untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Ayeuna membuat Tuan Gaston dan Nyonya Julia Perez begitu terkejut dengan rencana pernikahan dadakan Damian.
Selamat sore Tuan!" sahut asisten Damian memberi hormat kepada Damian dan juga Ayeuna.
Asisten dan sopir pun, membantu Tati untuk membawa barang bawaan mereka dari kota Medan. Terlihat Ayeuna sedikit kaku ketika dirinya sudah berada di kota Jakarta.
"Apa yang kamu pikirkan sayang mengapa kamu seperti memiliki beban berat? kamu tidak perlu khawatir, mas akan menanganinya. Percaya sama mas." ucap Damian kepada Ayeuna sambil meraih tubuh Ayeuna ke dalam pelukannya. Setelah berada di dalam mobil Demian terus memberikan semangat untuk Ayeuna. Agar Ayeuna tidak terlalu memikirkan ancaman nyonya Rasti.
****
Sekitar satu jam perjalanan dari bandara Sukarno Hatta, Mereka tiba di kediaman Damian. Mereka sudah disambut oleh Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez begitu juga para asisten rumah tangga yang bekerja di sana sudah menyambut mereka dengan senyuman.
Karna sebelumnya Tati sudah memberitahu kepada asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian Perez melalui sambungan telepon selulernya. Mengenai kedekatan hubungan Ayeuna Dan Damian.
Mereka benar benar bersyukur Damian menemukan wanita yang cocok menjadi pendamping hidupnya.
__ADS_1
"Selamat datang sayang!" ucap nyonya Selena sambil memeluk putra sulungnya.
"Mami sama papi disini? tanya Damian.
"Ya mami dan papi sudah tidak sabar menunggu kalian pulang dari Medan." sahut nyonya Julia sambil mengembangkan senyumnya.
Ayeuna memberi salam kepada Tuan Gaston dan nyonya Julia ramah.
"Loh Ayeuna juga ikut pulang?" tanya Tuan Gaston pura pura tidak mengetahui kalau Ayeuna juga ikut pulang ke Jakarta Bersama Damian.
"Hanya Prasetya yang menginginkan Ayeuna tinggal di sini apa kamu juga? tanya Tuan Gaston berniat untuk menjahili putranya.
"Papi kalau sudah tahu ngapain harus ditanya sih? gerutu Damian membuat Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez tertawa ngakak melihat Putra sulungnya salah tingkah.
"Ya sudah Mami sama papi ikut membantu rencana pernikahan kalian. Sekarang kalian tinggal mempersiapkan diri agar pernikahannya segera dilangsungkan."ujar Nyonya Julia Perez kepada Damian dan juga Ayeuna.
Ayeuna hanya terdiam. Ia tidak dapat menjawab apa-apa. Apalagi dirinya masih ragu karena ia bingung Siapa kelak yang akan wali nikahnya. Yang ia tahu Nyonya Rasti pastinya tidak bersedia untuk menjadi wali atau saksi nikah Ayeuna.
__ADS_1
Ia hanya mengharapkan Leonardo yang dapat menjadi wali nikah Ayeuna. Tetapi karena ancaman yang dilakukan Nyonya Rasti sehingga dirinya pun mengurungkan niatnya untuk menemui Leonardo.
Sementara di tempat lain Leonardo tampak adu mulut dengan Nyonya Rasti. Karena Leonardo sudah mengetahui kalau Nyonya rasa yang meminta Syeuna menghindari dirinya. Hingga Leonardo tidak terima dengan apa yang dilakukan Nyonya Rasti. Padahal selama ini ia selalu menuruti apa kata Nyonya Rasti.
Ketika adu mulut itu terjadi Leonardo pun langsung meninggalkan Nyonya Rasti karena dirinya tidak ingin memperpanjang masalah. Ia pun berniat ingin mencari tahu keberadaan Ayeuna Di mana. Tetapi beberapa asistennya mencari tahu keberadaan Ayeuna tak seorangpun yang mengetahui Di mana keberadaan Ayeuna.
"Apapun ceritanya aku harus mencari tahu di mana Ayeuna sekarang. Aku tidak ingin Ayeuna larut dalam kesedihan. Aku sangat menyayangi Ayeuna." gumam Leonardo dalam hati. Tiba-tiba ia kembali teringat kepada Damian yang akhir-akhir ini Damian begitu dekat dengan Ayeuna hingga dirinya berniat untuk menghampiri Damian.
Setelah tiba di kediaman Damian, Leonardo pun memaksakan diri masuk ke dalam rumah Damian karena security tidak memperbolehkan Leonardo masuk ke dalam rumah. Hingga adu mulut pun kembali terjadi di luar rumah Damian. Suara itu mengundang perhatian dari Ayeuna, Damian, dan kedua orangtua Damian
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1