
"Mario adikku kamu Kenapa Mario? tanya Damian sembari memeluk adiknya. Ia tidak tega melihat adiknya menderita. Tetapi Mario sama sekali tidak menjawab. Ia hanya menatap Demian dengan mata melotot.
Tiba-tiba Ayeuna teringat dengan sosok Aurelin. Ia pun menghubungi sahabatnya itu dan memberitahu kondisi Mario saat ini. Padahal hari sudah malam.
Kring
Kring
Kring
Suara ponsel milik Aurelin berdering yang ada di atas meja ruang tamu. Ibu Boru Silalahi melihat ponsel Aurelin berdering, Hingga Ibu boru Silalahi memanggil Aurelin untuk menjawab telepon selulernya.
"Aurel sayang.....ponselmu berbunyi tuh, Mungkin ada yang penting lebih baik kamu langsung angkat dan berbicara kepada siapa yang menghubungi kamu."ujar ibu Boru Silalahi kepada Aurelin yang sedang asik menonton televisi bersama pak Haposan.
Aurelin meraih ponselnya yang ada di atas meja, kemudian ia melihat di layar ponselnya kalau Ayeuna yang menghubunginya. Aurelin langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya dengan Ayeuna tersambung.
"Hello selamat malam kakakku yang cantik." sapa Aurelin kepada Ayeuna.
"Hello adikku yang kece badai, Selamat malam juga." sapa Ayeuna ramah sebelum dirinya memberitahu kondisi Mario Perez saat ini.
"Ada apa Kakak Ayeuna yang cantik menghubungi adikmu yang kece badai ini malam-malam begini? tanya Aurelin bercanda kepada Ayeuna.
Kemudian Ayeuna pun memberitahu maksud dan tujuannya menghubungi Aurelin malam itu. Dan memberitahu kondisi Mario Perez saat ini.
Ayeuna juga meminta Aurelin untuk datang ke rumah sakit malam itu juga. Melihat kondisi Mario Perez.
"Adikku yang manis kamu bisa tidak malam ini datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mario saat ini? tanya Ayeuna kepada Aurelin.
"Tapi ini sudah malam kakakku yang cantik." sahut Aurelin. Tetapi dirinya juga sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Mario saat ini.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak berani datang sendirian, Biar Kakak jemput kamu ke rumah." ujar Ayeuna kepada Aurelin.
"Tidak perlu kak, Aurelin akan datang sekarang juga ke sana. Kakak tidak perlu khawatir." ujar Aurelin sembari mematikan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara kepada Ayeuna.
"Siapa yang menghubungi kamu Sayang mengapa kamu khawatir seperti itu? tanya ibu Boru Silalahi kepada Aurelin.
"Pak Mario sekarang berada di rumah sakit, Aurelin tidak tau kak Mario sakit apa. Karena menurut keterangan kak Ayeuna, pak Mario demam tinggi dan obat yang diberikan dokter kepada pak Mario tubuhnya tidak merespon obat itu sama sekali.
Ka Ayeuna juga diminta Nyonya Julia Perez datang dari Jakarta untuk melihat kondisi Pak Mario dan sekarang kak Ayeuna sudah ada dirumah sakit tempat pak Mario dirawat." ucap Aurelin kepada ibu Boru Silalahi
Pak Haposan juga mendengar apa yang dikatakan oleh Aurelin kepada istrinya hingga Pak haposan pun angkat bicara.
"Ya sudah kalau begitu kamu Papa antar ke rumah sakit. Papa tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu di perjalanan. Karena ini sudah malam.
Tetapi kita juga tidak bisa membiarkan Nyonya Julia dan Tuan Gaston bersedih melihat kondisi putranya saat ini. " Ucap pak Haposan sembari bangkit dari tempat duduknya dan berniat mengganti pakaiannya untuk segera menghantarkan Aurelin ke rumah sakit menemui Mario.
Ketika Aurelin masuk ke dalam ruangan Mario, Aurelin langsung menghampiri Mario.
Tak terasa air bening mengalir di wajah cantik Aurelin melihat kondisi Mario yang tak karuan saat ini. Tubuhnya panas tinggi tetapi ia sama sekali tidak merespon obat yang diberikan dokter kepadanya. Membuat Aurelin sangat khawatir terjadi sesuatu kepada Mario.
"Pak Mario kamu harus kuat melawan segala penyakit dari tubuh kamu, Aurelin percaya kalau pak Mario mampu melakukannya. Apa Mas tahu, Aurelin juga sangat mencintaimu pak Mario. Tetapi untuk kita bersatu dalam ikatan pernikahan itu sepertinya sulit Pak. Karena pak Mario tahu sendiri kalau kepercayaan Aurelin dengan pak Mario itu berbeda.
Aurelin punya prinsip kalau mencintai seseorang itu tidak harus memiliki. Cukup hanya melihat orang yang kita cintai bahagia kita juga sudah bahagia itu sudah cukup menurut Aurelin. Dan kebahagiaan itu pasti pak Mario akan raih walaupun itu tidak bersama Aurelin.
Apa pak Mario tahu ketika Aurelin mengetahui kalau Pak Mario sekarang berada di rumah sakit, jantung Aurelin terasa copot. Karena Aurelin tidak bisa melihat pak Mario menderita seperti ini. Aurelin tidak bisa memungkiri perasaan Aurelin kepada Pak Mario.
Tetapi perbedaan itu yang membuat kita tidak pernah bisa bersatu."ucap Aurelin sembari mengecup kening Mario Perez dan memegang tangan Mario dengan penuh kasih sayang. Air bening mengalir di wajah cantik Aurelin melihat kondisi Mario yang sama sekali tidak menjawabnya.
Aurelin menatap Nyonya Julia Perez yang terus menangis sesungguhkan.
__ADS_1
Nyonya Julia Perez, kembali menghampiri putranya. Kamu bebas memilih yang mana menjadi pendamping hidupmu sayang. Mami tidak akan memaksakan kehendak Mami kepadamu.
Aurelin sudah berbicara kepada Mami dan Papi kalau dirinya sangat mencintai kamu tetapi ia tidak ingin mengorbankan kepercayaannya hanya untuk menikah dengan pria yang ia cintai. Itu berarti dirinya menghianati Tuhannya itulah prinsip Aurelin sehingga dirinya tidak menerima lamaran kamu.
Aurelin bukan tidak mencintai kamu, Tetapi ia sangat mencintai kamu sayang. Aurelin ingin menikah dengan kamu Jika kamu bersedia ikut dengannya." ucap Nyonya Julia Perez sambil memeluk putranya. Mario melihat ke arah Aurelin dan berusaha mencari kebohongan di mata Aurelin. Tetapi ia tidak menemukan kebohongan di mata Aurelin.
"Apa benar kamu sangat mencintaiku? tanya Mario Perez dengan suara parau membuat orang-orang yang hadir di sana sangat terkejut mendengar suara Mario Perez. Padahal semua orang-orang yang di sana sudah berusaha mengajak Mario Perez berbicara. Tetapi Mario sama sekali tidak menjawab orang-orang yang berada di ruangan itu.
Bahkan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dokter kepada Mario, Mario juga tidak menjawabnya sama sekali.
"Benar pak Mario, Aurelin sangat mencintai anda. Tetapi pak Mario tahu sendiri perbedaan itu sulit membuat kita bersatu." ucap Aurel. Mario menghela nafas panjang dan menatap Aurelin dengan tatapan penuh arti.
"Mengapa dipersulit mempersatukan dua insan yang saling mencintai? Mengapa kamu merasa itu sulit bagi kita? ucap Mario Perez kepada Aurel. Aurelin sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Mario terhadapnya. Karena ia beranggapan kalau Mario mengatakan Aurelin lah yang akan mengikuti Mario.
Dan jika itu yang akan dikatakan Mario, terhadapnya maka pernikahan keduanya tidak akan pernah terjadi. Karena Aurelin memiliki prinsip yang teguh dengan imannya.
"Pak Mario...... mencintai seseorang itu tidak harus memiliki. Kita cukup hanya melihatnya bahagia kita pasti akan bahagia jika cinta tulus yang kita miliki itu berasal dari Yang maha kuasa. Bukan karena hanya hawa nafsu belaka." ucap Aurelin kepada Mario Perez. kata-kata bijak itu keluar dari mulut Aurelin membuat Nyonya Julia Perez menatap Aurelin dengan seksama.
"Benar-benar kamu memang memiliki prinsip yang teguh sama seperti ayah kamu yang memiliki prinsip dan tangguh." gumam Tuan Gaston di dalam hati sembari menatap Aurelin dengan pak Haposan yang sedari tadi menyaksikan interaksi antara Aurelin dengan Mario.
Dokter datang menghampiri Mario Perez untuk memeriksa kondisi kesehatan Mario dan ingin memberikan pengobatan ke tubuh Mario. Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Mario, alangkah terkejutnya dokter kalau suhu tubuh Mario saat ini sudah mulai normal. Dan obat yang disuntikkan ke tubuh Mario pun sudah bekerja di tubuh Mario.
Hal itu membuat Nyonya Julia bernafas lega karena kondisi Mario sudah berangsur-angsur membaik. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam hingga Pak Haposan memutuskan untuk kembali ke rumah. Tetapi Nyonya Julia Perez meminta izin kepada Pak Haposan untuk memberikan izin kepada Aurelin menemani Mario di rumah sakit saat itu.
Pak Haposan pun memberikan izin kepada Aurelin untuk menemani Mario. Ia ingin memastikan kondisi kesehatan Mario akan baik-baik saja jika Aurelin berada di sana. Karna pak Haposan merasa tidak tega melihat Julia menangis.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1