
Jonathan tidak tega mendengar jeritan tangis baby Neptunus yang terdengar di telinga Jonathan melalui sambungan telepon selulernya. Damian paham situasi Jonathan saat ini. Sehingga Damian langsung mengijinkan Jonathan berlalu dari sana.
Jonathan langsung berlalu dari rumah Damian menuju rumah keluarga pak Walson. Ada rasa kwatir dihati Jonathan saat dirinya mendengar suara tangis baby Neptunus dalam sambungan telepon selulernya. Setelah melakukan perjalanan sekitar lima belas menit, Jonathan tiba di kediaman keluarga pak Walson.
Ketika suara mobil Jonathan terdengar oleh pak Walson dan juga ibu Amelia, terlihat pak Walson setengah berlari untuk melihat Jonathan yang baru tiba halaman rumah milik keluarga pak Walson.
"Eh nak Jonathan sudah datang toh." sapa pak Walson
"Ya pak, Gimana baby Neptunus kok bisa baby Neptunus menangis terus? tanya Jonathan sambil berjalan masuk kerumah ingin Langsung menghampiri baby Neptunus yang sedari tadi menangis.
"Entah lah!" bapak juga bingung mengapa Cucu bapak menangis terus. Padahal dokter sudah memeriksanya dan menurut dokter tidak ada masalah dalam kesehatan cucu Bapak." ucap pak Walson sambil mengikuti langkah Jonathan masuk ke kamar Saida.
Karna baby Neptunus saat ini berada di kamar Saida. Terlihat Saida bingung mengapa putranya menangis.
"Sayang.....kok nangis sih." ucap Jonathan yang baru tiba di kamar Saida sambil langsung meraih tubuh baby Neptunus kepelukannya.
Jonathan mendendangkan sebuah lagu yang biasa ia dendangkan saat berada di panti asuhan. Sesekali Jonathan mengecup wajah tampan baby Neptunus. Baby Neptunus benar benar merasa nyaman di pelukan Jonathan. Entah mengapa di dalam pelukan Jonathan, baby Neptunus diam seolah menikmati lagu yang didendangkan oleh Jonathan.
__ADS_1
Baby Neptunus langsung terlelap di gendongan Jonathan.
Saida, ibu Amelia dan juga pak Walson merasa heran, mengapa baby Neptunus merasa nyaman berada di gendongan oleh Jonathan. Padahal Saida sudah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jonathan. Tetapi baby Neptunus tak kunjung diam.
"Mas maaf kalau saida kembali merepotkan mas. Tapi sepertinya putraku memang sangat merindukan mas. Buktinya di dalam pelukan mas. Baby Neptunus merasa nyaman." ucap Saida sambil tertunduk tidak mampu menatap Jonathan yang masih setia menimang baby Neptunus.
"Ya betul tuh, sepertinya baby Neptunus sangat merindukan nak Jonathan. Buktinya baby Neptunus bisa langsung diam dan tidur pulas di gendongan nak Jonathan." ucap ibu Amelia menimpali bahasa Saida.
Jonathan mengebangkan senyumnya. "Betapa bahagianya Jonathan jika memang baby Neptunus benar benar merindukan Jonathan. Jonathan sangat menyayangi baby Neptunus layaknya anak kandung Jonathan sendiri." ucap Jonathan sambil kembali mengecup wajah imut baby Neptunus.
Ada kehangatan tersendiri dihati Saida. Ketika Jonathan mengatakan kalau dirinya sudah menganggap baby Neptunus seperti anak kandungnya sendiri. Tetapi Saida bingung mengapa dirinya merasa bahagia mendengar kata kata itu dari mulut Jonathan.
Jonathan mengembangkan senyumnya. sambil membaringkan tubuh baby Neptunus di box. "Justru rasa lelah saya setelah satu harian beraktivitas, menjadi hilang begitu saja ketika melihat mu dan melihat putraku baby Neptunus." ucap Jonathan sambil terus menatap baby Neptunus yang sudah terlelap.
Sementara Ibu Amelia dan Pak walson memilih meninggalkan Saida, baby Neptunus, dan Jonathan. berniat untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga mereka. Ibu Amelia memberitahu kepada asisten rumah tangga mereka agar segera menyiapkan makan malam.
"Mas jangan terlalu baik kepada Saida dan juga baby Neptunus. Karena Saida orangnya baperan. Apalagi akhir-akhir ini Baby Neptunus sepertinya ketergantungan kepada mas. Saida khawatir kami akan semakin mengganggu waktu mas. Jonathan hanya terdiam ia menatap Saida dengan tatapan seksama.
__ADS_1
Jonathan juga bingung Mengapa dirinya merasa nyaman jika berada di rumah keluarga Pak walson. Apalagi ketika melihat baby Neptunus dan juga Saida, hatinya menghangat dan hidupnya semakin berwarna. Ketika Jonathan berada di rumah keluarga Pak walson bersama Saida dan baby Neptunus.
"Ada apa ini mengapa jantungku berdegup kencang ketika dirinya selalu menatapku."gumam Jonathan dalam hati. Ia benar-benar bingung dengan perasaannya saat ini. Jonathan tidak mengetahui apakah Saida mengalami hal yang sama seperti yang ia rasakan.
"Ya sudah sepertinya baby Neptunus sudah tertidur pulas lebih baik mas langsung pulang sekarang, Sebelum hari semakin larut." ucap Jonathan karena dirinya tidak mampu ditatap oleh Saida yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang.
"Mas menginap lah disini Saida kwatir kalau baby Neptunus terbangun, tangisnya akan seperti tadi mencari keberadaan mas." ucap Saida. Jonathan terdiam dan ia mengembangkan senyumnya dan perlahan ia mendekati Saida.
"Kamu kwatir karna baby Neptunus nangis tengah malam, apa kamu juga menginginkan mas nginap disini? tanya Jonathan sambil memegang pundak Saida.
Saida memalingkan wajahnya. Karena dirinya merasa malu dan tidak tau menjawab apa.
"Kenapa melihat kesana? mas ada disini loh." ucap Jonathan berniat menjahili Saida.
"Sa.....Sa ...Saida hanya kwatir baby Neptunus akan histeris lagi tengah malam jika putraku terbangun tengah malam" ucap Saida sambil berusaha menenangkan Jantungnya yang berdegup kencang.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏